Coldplay LGBT Tapi Peduli Palestina? Buktinya Tampak Di Konser Indonesia

AKURAT.CO - Coldplay sukses menyelenggarakan konsernya di Indonesia pada Rabu (15/11/2023).
Konser ini tentunya menjadi yang paling dinantikan oleh penggemar di Indonesia pasalnya ini menjadi konser Coldplay pertama di Indonesia sejak debut 26 tahun lalu.
Tentunya, euforia pasca konser Coldplay di Jakarta masih terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Namun, ketika konser Coldplay sedang berlangsung, sejumlah kelompok masyarakat justru melakukan demonstrasi untuk penolakan band tersebut lantaran Coldplay membawa unsur LGBT.
Baca Juga: Ramai Isu Penyimpangan Seksual Coldplay, Berikut Pandangan Islam Terhadap LGBT
Hal ini bermula ketika Vokalis Coldplay Chris Martin kerap membentangkan bendera pelangi ketika konser sedang berlangsung.
Selain itu, personel Coldplay ini juga kerap menggunakan barang ataupun simbol yang mendukung komunitas LGBT.
Sebenarnya Chris Martin dan Coldplay bukan menjadi satu-satunya band yang mendukung secara terbuka LGBT. Penyanyi pop dunia seperti Madonna, Lady Gaga dan Christina Aguilera juga menjadi pendukung terhadap kaum LGBT.
Sebenarnya isu Coldplay mendukung LGBT sudah lama terdengar dan bukan menjadi rahasia umum lagi.
Kebenaran ini bisa dibuktikan melalui akun Twitter @ColdplayXtra dan website SDLGBTN. Tidak hanya mendukung LGBT, Coldplay juga turut aktif menjadi donatur dari komunitas LGBT tersebut.
"Coldplay juga menjadi pendukung persamaan hak, tanpa memandang orientasi seksual dan mendonasikan hasil konsernya untuk organisasi yang bekerja melawan diskriminasi kaum LGBT," tulis website SDLGBTN.
Baca Juga: Intip 5 Fakta Menarik Konser Coldplay Jakarta, Salah Satunya Chris Martin Nyanyikan Lagu Dengan Bahasa Isyarat
Dukungan ini sebenarnya sudah dilakukan oleh Chris Martin sejak awal kariernya dalam mendukung kebebasan hak-hak kaum gay. Menurut Chris Martin, komunitas LGBT memiliki hak yang sama untuk bebas dalam menentukan pilihannya sendiri.
Diketahui, vokalis Coldplay ini juga pernah merasa kebingungan dengan seksualitas pada dirinya. Atas tindakan yang dilakukan oleh band Coldplay, banyak yang percaya bahwa Coldplay sangat mendukung gerakan dan kebebasan dari komunitas LGBT.
Terlepas dari isu tersebut, pihak Coldplay sendiri tidak pernah mengkonfirmasi apakah mereka mendukung LGBT atau tidak. Namun dengan tindakan yang dilakukan bisa dikatakan bahwa Coldplay pro terhadap komunitas LGBT.
Namun, saat konser Coldplay berlangsung di Indonesia, para personel dari Coldplay tidak ada yang membawa atribut yang mendukung LGBT. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat bahwa Coldplay tidak membawa unsur LGBT.
"Memang dari awal sebenarnya panitia sudah sepakat bahwa isu LGBT kan sensitif di lingkungan masyarakat, jadi sudah tidak ada ketika konser berlangsung," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto di SUGBK pada Rabu (15/11/2023).
Baca Juga: Sejarah Bendera Pelangi LGBT, Kerap Dibawa Chris Martin Saat Konser Coldplay?
Justru Coldplay malah mengibarkan bendera putih yang bertuliskan "Love" yang memiliki arti cinta. Mereka cukup memahami kebudayaan Indonesia dan menghargai keputusan tersebut. Oleh karena itu, Coldplay memilih untuk menggambarkan simbol "Love" pada konsernya kali ini.
Coldplay juga berterima kasih karena telah diberikan izin untuk datang ke Indonesia. Bahkan, mereka menuturkan bahwa sangat jatuh cinta dengan negara Indonesia dan merasa bahagia untuk berada di sini.
Perlu diketahui juga meskipun Coldplay mendukung komunitas LGBT, mereka juga peduli terhadap Palestina. Hal ini terlihat dari lagu kolaborasi antara Coldplay dengan Adnan Joubran, seorang musisi asal Palestina.
Lagu Arabesques menceritakan tentang perdamaian dan cinta. Chris Martin ingin memberitahu bahwa cinta dapat menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, terutama orang-orang Palestina dan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









