4 Rekomendasi Merek Fashion Jepang Dengan Konsep Daur Ulang

AKURAT.CO Tokyo merupakan area perbelanjaan yang dinamis dan beragam, mudah untuk menemukan berbagai merek internasional yang mewah dengan label designer domestik yang bercampur.
Namun dalam beberapa tahun terakhir sejumlah pakaian dan aksesoris sekali pakai terus diluncurkan dengan cepat oleh industri mode, ini membuat adanya masalah serius terkait fashion waste.
Dan untuk menangani hal tersebut, beberapa merek dan toko tertentu di Tokyo sedang berusaha memfokuskan perhatian mereka pada upcycling. Berikut beberapa merek fashion Jepang yang di daur ulang dari barang bekas.
1. The Long Live Cotton Project
Proyek ini adalah merek yang menyediakan blus, kemeja, dan sweater berkualitas untuk wanita.
Selain itu, yang membuat proyek ini menarik adalah untuk setiap produk kapas yang dibeli, 100 yen bakal disumbangkan ke Desa Mading Padar di India. Pakaian dari proyek ini dapat ditemukan di toko online Felissimo.
Baca Juga: Rekomendasi Merek Fashion Jepang Dengan Konsep Daur Ulang
2. Nozomi Project
Sue Takamoto meluncurkan Proyek Nozomi. Nozomi berarti harapan untuk Ishinomaki di prefektur Miyagi, daerah yang hancur akibat gempa dan tsunami Tohoku tahun 2011.
Para wanita setempat membuat kalung, gelang, anting, dan aksesori mode lainnya dari pecahan keramik yang ditinggalkan setelah bencana. Setiap seri produk diberikan nama sesuai dengan nama seseorang yang penting bagi tim Nozomi Project, yang telah tewas dalam bencana alam.
3. Ichie Ichie
Ichie Ichie merupakan produk yang menjual tas dalam segala bentuk dan ukuran, dari model cross-body yang nyaman hingga tas jinjing, bahan tas yang diproduksi terbuat dari obi, sabuk kimono tebal yang dikenakan di pinggang.
4. Newsed
Sisa bahan yang digunakan di pabrik, produk tidak laku, dan sisa lainnya dihidupkan kembali oleh Newsed.
Merek daur ulang ini tidak hanya menjual kembali barang-barang lama tetapi juga membawa barang-barang dari tempat sampah dan mengubahnya menjadi barang-barang fashion baru, seperti badge dan anting-anting yang terbuat dari sisa bahan akrilik pabrik aksesoris. Dan ada juga bantal kursi yang terbuat dari kantung udara yang tidak digunakan. (Almira Ramadhani)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen
- 10Marc Marquez Dibayangi 'Kutukan' Mandalika Jelang Tampil di MotoGP Indonesia






