Akurat

4 Rekomendasi Merek Fashion Jepang Dengan Konsep Daur Ulang

Muhtar S. Syihabuddin | 29 Oktober 2023, 22:45 WIB
4 Rekomendasi Merek Fashion Jepang Dengan Konsep Daur Ulang

AKURAT.CO Tokyo merupakan area perbelanjaan yang dinamis dan beragam, mudah untuk menemukan berbagai merek internasional yang mewah dengan label designer domestik yang bercampur. 

Namun dalam beberapa tahun terakhir sejumlah pakaian dan aksesoris sekali pakai terus diluncurkan dengan cepat oleh industri mode, ini membuat adanya masalah serius terkait fashion waste. 

Dan untuk menangani hal tersebut, beberapa merek dan toko tertentu di Tokyo sedang berusaha memfokuskan perhatian mereka pada upcycling. Berikut beberapa merek fashion Jepang yang di daur ulang dari barang bekas. 

1. The Long Live Cotton Project

Proyek ini adalah merek yang menyediakan blus, kemeja, dan sweater berkualitas untuk wanita. 

Selain itu, yang membuat proyek ini menarik adalah untuk setiap produk kapas yang dibeli, 100 yen bakal disumbangkan ke Desa Mading Padar di India. Pakaian dari proyek ini dapat ditemukan di toko online Felissimo.

Baca Juga: Rekomendasi Merek Fashion Jepang Dengan Konsep Daur Ulang

2. Nozomi Project

Sue Takamoto meluncurkan Proyek Nozomi. Nozomi berarti harapan untuk Ishinomaki di prefektur Miyagi, daerah yang hancur akibat gempa dan tsunami Tohoku tahun 2011. 

Para wanita setempat membuat kalung, gelang, anting, dan aksesori mode lainnya dari pecahan keramik yang ditinggalkan setelah bencana. Setiap seri produk diberikan nama sesuai dengan nama seseorang yang penting bagi tim Nozomi Project, yang telah tewas dalam bencana alam.

3. Ichie Ichie

Ichie Ichie merupakan produk yang menjual tas dalam segala bentuk dan ukuran, dari model cross-body yang nyaman hingga tas jinjing, bahan tas yang diproduksi terbuat dari obi, sabuk kimono tebal yang dikenakan di pinggang. 

4. Newsed

Sisa bahan yang digunakan di pabrik, produk tidak laku, dan sisa lainnya dihidupkan kembali oleh Newsed. 

Merek daur ulang ini tidak hanya menjual kembali barang-barang lama tetapi juga membawa barang-barang dari tempat sampah dan mengubahnya menjadi barang-barang fashion baru, seperti badge dan anting-anting yang terbuat dari sisa bahan akrilik pabrik aksesoris. Dan ada juga bantal kursi yang terbuat dari kantung udara yang tidak digunakan. (Almira Ramadhani)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.