Mengenal Net Zero Emission Yang Jadi Solusi Pemanasan Global, Akankah Indonesia Bisa Menerapkannya?

AKURAT.CO Pemanasan global menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling serius di dunia saat ini.
Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mencapai net zero emission atau nol emisi karbon.
Net zero emission adalah kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.
Untuk mencapainya, diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih guna mencapai kondisi seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.
Baca Juga: 8 'Virus Zombie' Ini Berpotensi Akan Bangkit Kembali Akibat Pemanasan Global
Untuk mengurangi jejak karbon dan mencapai kondisi net zero emissions, pemerintah menerapkan lima prinsip utama, yaitu:
- Peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT)
- Pengurangan energi fosil
- Penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi
- Peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri
- Pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS)[1]
Selain itu, setiap negara perlu memetakan jalannya sendiri dalam menuju net zero emission. Namun, Perjanjian Paris menghendaki adanya keadilan sehingga negara-negara berkembang perlu mendapat dukungan dalam hal keuangan hingga teknologi.
Rencana mewujudkan nol emisi karbon harus selaras dengan tujuan sosio-ekologis karena konsekuensinya berdampak pada keanekaragaman hayati hingga kehidupan masyarakat adat.
Namun, konsep net zero emission juga memiliki kritik dari beberapa ilmuwan iklim. Mereka menganggap konsep ini sebagai "greenwash" atas lemahnya komitmen mengatasi pemanasan global.
Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih besar dan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk mencapai net zero emission.
Mewujudkan net zero emission dengan menciptakan ekonomi yang berkelanjutan adalah cara terbaik mencapainya.
Selain membuka peluang bisnis baru dan lapangan pekerjaan, melakukan transisi ke energi bersih juga menjadi upaya memulihkan sumber daya alam yang semakin menipis.
Seluruh negara di dunia perlu bersatu-padu mencapai net zero emission pada 2050 sebagai upaya membatasi pemanasan global pada suhu 1,5 derajat Celcius di atas rerata suhu pra-industri.
Dalam upaya mencapai net zero emission, setiap individu juga dapat berkontribusi dengan melakukan hal-hal sederhana seperti mengurangi penggunaan energi fosil, memilih kendaraan listrik, dan mengurangi pembuangan sampah makanan.
Dengan upaya bersama, diharapkan kita dapat mencapai net zero emission dan mengatasi masalah pemanasan global yang semakin serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









