Dampak Negatif Chat GPT Terhadap Kualitas SDM

AKURAT.CO Penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin merasuk ke berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang komunikasi.
Salah satu teknologi AI yang semakin populer adalah Chat GPT (Generative Pre-trained Transformer), yang mampu menghasilkan teks yang mirip dengan tulisan manusia.
Meskipun teknologi ini membawa banyak manfaat, seperti efisiensi dalam komunikasi dan layanan pelanggan, terdapat pula dampak negatifnya terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Waspada! Ketahui 5 Bahaya Unduh Chat GPT Di Smartphone, Bisa Retas Data Pribadi
Dampak Negatif Chat GPT
Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (3/10/2023), berikut beberapa dampak negatif Chat GPT terhadap kualitas SDM:
1. Ketergantungan pada teknologi
Salah satu dampak negatif utama dari penggunaan Chat GPT adalah ketergantungan yang berpotensi terbentuk pada teknologi ini. Karena teknologi ini sangat mudah digunakan dan seringkali efisien dalam menjawab pertanyaan atau menyelesaikan tugas tertentu, pengguna dapat cenderung mengandalkan Chat GPT daripada mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka sendiri. Ini bisa menghambat perkembangan intelektual dan kemampuan berpikir kritis.
2. Penurunan keterampilan berbahasa
Dalam beberapa kasus, penggunaan Chat GPT dapat mengakibatkan penurunan keterampilan berbahasa. Ketika orang lebih sering berinteraksi dengan mesin yang menghasilkan teks, mereka mungkin mengabaikan praktik berkomunikasi yang tepat dan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Ini dapat merugikan kualitas komunikasi manusia secara keseluruhan.
3. Kualitas pendidikan yang tertekan
Di bidang pendidikan, penggunaan Chat GPT dapat mengurangi kualitas pembelajaran. Sebagai contoh, jika seorang siswa mengandalkan Chat GPT untuk menjawab tugas-tugasnya, ia mungkin tidak benar-benar memahami materi yang dipelajarinya. Hal ini berdampak negatif pada kemampuan siswa untuk berpikir mandiri, memecahkan masalah, dan mengembangkan pemahaman mendalam tentang subjek tertentu.
4. Keamanan informasi
Pengguna Chat GPT juga dapat membawa risiko keamanan informasi. Dalam beberapa kasus, teknologi ini dapat digunakan untuk menghasilkan teks yang menyesatkan. Sehingga dalam hal penggunaan teknologi ini harus disertai dengan etika yang kuat dan pemahaman tentang risiko yang terkait.
Baca Juga: ChatGPT Kini Bisa Telusuri Berita Terbaru
Penggunaan Chat GPT dan teknologi sejenisnya membawa manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari, namun harus diingat juga untuk memahami dampak negatifnya terhadap kualitas sumber daya manusia.
Penting bagi individu dan masyarakat untuk menggunakan teknologi ini dengan bijak, menjaga kualitas keterampilan dan kemampuan manusia, serta memperhatikan aspek etika dan keamanan dalam penggunaannya. Dengan demikian, kita dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal sambil menjaga dan meningkatkan kualitas SDM kita. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





