Akurat

Deretan Fenomena Langit Menakjubkan Sepanjang Oktober 2023

Eko Krisyanto | 2 Oktober 2023, 12:43 WIB
Deretan Fenomena Langit Menakjubkan Sepanjang Oktober 2023

AKURAT.CO Langit Oktober akan dihiasi dengan beragam fenomena langit menakjubkan yang dapat dinikmati di langit manapun, termasuk Indonesia.

Fenomena langit biasanya akan terjadi dengan kejutan berbeda-beda setiap bulannya. Namun demikian, fenomena langit dapat diketahui merujuk pada ilmu astronomi. 

Berikut deretan fenomena langit yang akan terjadi di Oktober 2023.

1. Hujan Meteor Draconid (7 Oktober)

Fenomena langit pertama yang akan terjadi idi Oktober ialah Hujan Meteor Draconid. Fenomena ini merupakan fenomena langit tahunan yang terjadi di awal Oktober. 

Hujan meteor Draconid merupakan hujan meteor yang langka karena waktu terbaik untuk menyaksikannya pada malam hari, berbeda dengan hujan meteor pada umumnya yang biasa dinikmati pada pagi hari.

Menurut data Seasky, Draconid merupakan hujan meteor yang hanya menghasilkan sekitar 10 meteor per jam. 

Hujan meteor itu dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh komet yang pertama kali ditemukan pada 1900, yakni komet 2IP Giacobini-Ziner.

Hujan meteor Draconid akan terjadi pada 6-10 Oktober dengan puncaknya pada 7 Oktober. Pada puncaknya nanti, Bulan hanya tampak seperempat sehingga membuat langit malam lebih gelap dan menjadikan hujan meteor lebih terlihat. 

Tempat paling tepat untuk menikmatinya adalah di lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan.

Baca Juga: Fenomena Langit Terbelah Crepuscular Rays, Benarkah Tanda Akan Terjadi Bencana?

2. Gerhana Matahari Cincin (14 Oktober)

Di pekan kedua Oktober, Gerhana Matahari Cincin Api akan menghiasi langit. Gerhana ini terjadi ketika bulan berada terlalu jauh dari Bumi sehingga sepenuhnya menutupi Matahari. Hal ini kemudian akan menghasilkan cahaya terang di sekeliling Bulan.

Jalur gerhana akan dimulai di Samudra Pasifik di lepas pantai Kanada bagian selatan dan melintasi Amerika Serikat bagian barat daya dan Amerika Tengah, Kolombia, dan Brasil. Gerhana parsial akan terlihat di sebagian Amerika utara dan Selatan.

Namun, fenomena langit yang satu ini tak bisa dinikmati di Indonesia.

3. Hujan Meteor Orionid (21-22 Oktober)

Hujan Meteor Orionid akan menjadi Hujan Meteor kedua yang terjadi di Oktober 2023. 

Sama halnya dengan Hujan Meteor Draconid, Hujan Meteor Orionid juga merupakan fenomena langit tahunan yang terjadi setiap Oktober, namun dengan jangka yang lebih panjang yakni berlangsung dari 2 Oktober hingga 7 November.

Hanya saja puncaknya yang berbeda-beda setiap tahunnya. Pada 2023 puncak Hujan Meteor Orionid akan terjadi pada 21-22 Oktober.

Hujan Meteor Orionid menghasilkan lebih banyak meteor dibanding Draconid, yakni 20 meteor per jamnya.

Fenomena langit ini dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan komet Halley dan bisa dinikmati di langit mana saja.

Baca Juga: Heboh Fenomena Langit Merah di Cina, Ternyata Ini Sebabnya

4. Elongasi Terbesar Venus (23 Oktober)

Planet Venus akan mengalami elongasi timur terbesar pada 23 Oktober, yakni sebesar 46,4 derajat dari Matahari.

Di tanggal tersebut, Planet Venus akan berada pada titik tertingginya di atas cakrawala. Jika ingin menikmatinya, cari lah titik paling terang di langit timur sebelum Matahari terbit.

5. Gerhana Bulan Sebagian (28 Oktober)

Fenomena di Oktober akan ditutup dengan Gerhana Bulan Sebagian. Gerhana ini terjadi ketika Bulan melewati sebagian bayangan Bumi atau penumbra dan hanya sebagian saja yang melewati bayangan paling gelap atau umbra.

Ketika gerhana terjadi,Bulan sebagian akan menjadi gelap saat bergerak melewati bayangan Bumi. Fenomena ini dapat dinikmati di langit Eropa, Asia, Afrika dan bagian barat Australia. (Adinda Shafa Afriasti)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK