Kilas Balik Kepunahan Massal Yang Pernah Terjadi Di Bumi

AKURAT.CO Dalam catatan sejarah, Bumi pernah beberpa kali mengalami kepunahan massal.
Penyebab dari kepunahan massal yang pernah ada di Bumi terjadi akibat berbagai faktor. Tentu dengan adanya kepunahan massal yang pernah terjadi, Bumi mengalami perubahan sangat besar.
Berikut kepunahan massal yang pernah terjadi di Bumi.
Baca Juga: Populasi Makin Menurun, Inilah 7 Penyebab Kepunahan Primata
1. Kepunahan Massal Periode Ordoviscian Hingga Silurian
Kepunahan massal periode Ordoviscian hingga Silurian ini diperkirakan terjadi pada 440 juta tahun lalu. Kondisi di era ini masih dipenuhi dengan organisme seperti koral dan brakiopoda bertubuh cangkang yang menghuni lautan dangkal.
Penyebab kepunahan massal di periode ini adalah terjadinya glasial besar-besaran yang menghalangi air dalam jumlah besar di dalam lapisan es yang menutupi sebagian besar daratan di Kutub Selatan.
Hal tersebut diduga dipicu oleh munculnya pegunungan Applachian di Amerika Utara. Hal itu juga membuat pelapukan skala besar dari batuan yang baru terangkat hingga menyedot karbon dioksida yang membuat suhu Bumi mendingin.
Akibat dari kejadian tersebut sekitar kurang dari 85 persen kehidupan di laut punah.
2. Kepunahan Massal Devonian Akhir
Kepunahan massal Devonian Akhir tercatar terjadi sekitar 365 juta tahun yang lalu. Perubahan iklim serta kemunculan berbagai macam tumbuhan baru disebut sebagai tokoh utama dalam kepunahan massal di periode Devonia Akhir.
Perlu diketahui, pada periode ini, makhluk hidup di Bumi masih didominasi dengan makhluk air. Saat itu tumbuhan berevolusi dengan sangat cepat yang memiliki akar serta dapat membuat batuan dan reruntuhan menjadi tanah. Setelah itu, tanah yang kaya akan nutrisi masuk ke perairan dan menyebabkan alga berkembang dengan pesat.
Pada saat itu penghuni Bumi yang masih didominasi makhluk air kekurangan oksigen akibat dari banyaknya alga yang menutupi permukaan air. Pada periode ini, sekitar 75 persen kehidupan di Bumi khususnya di perairan mengalami kepunahan massal.
Baca Juga: Sinopsis Interstellar, Misi Memindahkan Manusia ke Planet Baru Demi Hindari Kepunahan
3. Kepunahan Massal Permian Hingga Triassic
Dikenal dengan istilah The Great Dying, pada periode Permian hingga Triasic, 95 persen kehidupan di laut dan 70 persen kehidupan di darat mengalami kepunahan massal. The Great Dying terjadi sekitar 253 juta tahun yang lalu.
Pada saat itu penyebab utama kepunahan massal adalah aktivitas vulkanik yang besar. Aktivitas vulkanik yang besar bendampak pada perubahan iklim yang ekstrem yang terjadi di bumi serta penurunan tingkat oksigen.
4. Kepunahan Massal Triassic Hingga Jurasic
Kepunahan massal yang terjadi pada periode Triassic hingga Jurasic juga pernah terjadi di Bumi. Kepunahan massal ini terjadi pada 201 juta tahun yang lalu. Diduga, kepunahan massal ini merupakan salah satu peristiwa kepunahan terpenting dalam sejarah Bumi. Kepunahan ini juga disebut terjadi ketika dinosaurus mendominasi kehidupan di awal era yang baru.
Masih banyak perdebatan di kalangan ilmuwan terkait penyebab kepunahan yang terjadi pada periode ini. Namun, ilmuwan menduga terdapat aktivitas vulkanik yang besar, sama halnya kepunahan yang terjadi pada periode Permian hingga Triassic.
Diduga, gunung berapi purba melepaskan karbon dioksida ke atmosfer yang mampu merusak kehidupan di Bumi dengan adanya perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi mengakibatkan naiknya suhu Bumi serta cairnya es di kutub yang juga menyebabkan ketinggian air meningkat serta air menjadi lebih asam.
5. Kepunahan Massal Cretaceous Hingga Paleogene
Kepunahan paling dekat yang pernah terjadi di bumi ada pada 66 juta tahun yang lalu di periode Cretaceous hingga Paleogene.
Kepunahan ini disebut disebabkan oleh beberapa hal di antaranya penurunan tinggi air laut, terjadinya letusan gunung berapi purba hingga hantaman asteroid raksasa di Semenanjung Yucatan, Meksiko.
Akibat dari kepunahan ini, spesies dinosaurus sepenuhnya punah serta 90 persen spesies ikan juga mengalami kepunahan massal. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









