Benarkah Selera Musik Mentok Di Usia 30 Tahun?

AKURAT.CO Seiring berjalannya waktu musik akan selalu berubah menyesuaikan dengan zamannya. Musik berbeda dengan umur manusia yang umumnya akan selalu bertambah beriringan dengan perubahan waktu.
Manusia dengan umur yang semakin bertambah akan berhenti di umur 30 tahun untuk menikmati dan mencari musik musik baru.
Ya, umumnya manusia di umur 30 tahun tidak akan menerima, mendengarkan serta mencari musik-musik baru dan lebih memilih memutar musik-musik lama yang pertama kali dirinya dengarkan pada 30 tahun lalu. Ini merupakan hal yang manusiawi yang disebut musical paralysis.
Baca Juga: Mengapa Musik Bisa Menentukan Suasana Hati?
Apa Itu Musical Paralysis?
Riset oleh platform layanan musik streaming asal Prancis, Deezer, menyebutkan bahwa musical paralysis merupakan sebuah kondisi ketika seseorang memutuskan untuk berhenti mendengarkan musik-musik baru dan lebih mendengarkan musik-musik lama secara berulang.
Dalam riset Deezer menemukan 60 persen dari 1.000 orang memilih berhenti mendengarkan musik baru dan terjebak di dalam pusaran musik dan genre yang sama.
Uniknya, dalam riset yang dilakukan oleh Deezer juga menyatakan bahwa musical paralysis yang terjadi akan berbeda-beda sesuai dengan wilayah dan lingkungan seseorang. Misalnya jika A hidup di wilayah urban maka musical paralysis yang terjadi pun akan berbeda dengan B yang tinggal di wilayah pinggiran.
Pada dasarnya hal serupa juga memiliki istilah yang berbeda di dalam dunia psikologi. Dalam dunia psikologi musical paralysis sangat dekat dengan istilah reminiscence bump.
Baca Juga: Mendengarkan Musik Dan Dampaknya Terhadap Psikologi
Lalu Apa itu Reminiscence Bump?
Menurut Steve M. J. Janssen dalam artikelnya yang berjudul "Temporal Distribution of Favourite Books, Movies, and Record" mengatakan reminiscence bump merupakan sebuah kecenderungan seseorang untuk lebih mengingat momen yang terjadi pada masa remaja hingga dewasa awal.
Kondisi reminiscence bump menjadi masuk akal untuk seseorang yang lebih memilih terus-menerus hanya mendengarkan lagu yang pertama kali dirinya dengar ketika remaja. Reminiscence bump juga menjelaskan kenapa seseorang sekeras apapun menerima musik baru untuk didengarkan, dan pada akhirnya mereka akan kembali mendengarkan musik-musik yang mereka dengar dan putar ketika remaja.
Kenapa Masa Remaja Menjadi yang Paling Diingat?
Masa remaja menjadi masa yang paling diingat karena sistem memori otak yang paling efisien akan terjadi selama masa remaja hingga dewasa awal.
Pada masa-masa itu, diri kita juga akan mengalami beberapa hal untuk pertama kalinya yang membuat sangat berkesan. Beberapa keputusan juga kita lakukan pada masa remaja. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









