Diet 1975, Cara Mudah Turunkan Berat Badan Ala Jepang

AKURAT.CO Jepang terkenal bukan hanya karena teknologinya yang canggih, tetapi juga karena gaya hidup sehat yang telah menjadi perhatian global. Salah satu konsep yang menarik perhatian adalah Diet 1975 atau yang biasa disebut sebagai Diet Tahun 1975. Ini adalah pandangan khas Jepang tentang pola makan dan gaya hidup sehat yang masih populer hingga hari ini.
Apa Itu Diet 1975 Ala Jepang?
Diet 1975 adalah istilah yang merujuk pada gaya hidup sehat dan pola makan khas Jepang yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1975. Meskipun istilah ini terdengar seperti tahun spesifik, sebenarnya ini lebih mencerminkan prinsip-prinsip makan yang diadopsi oleh masyarakat Jepang pada waktu tersebut dan masih berlanjut hingga saat ini.
Diet 1975 menekankan pada keseimbangan dan variasi dalam pola makan. Prinsip utamanya adalah mencoba mencapai keseimbangan nutrisi dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam porsi yang moderat. Hal ini berarti menghindari makan berlebihan serta menjaga porsi makan agar seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak sehat.
Pola makan Jepang yang terkenal dengan konsumsi ikan, sayuran, nasi, dan makanan alami lainnya juga merupakan salah satu ciri dari Diet 1975. Makanan alami dan minim olahan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dan lebih mendukung kesehatan.
Baca Juga: Hidup Sehat Dengan Diet Plant Based
Manfaat Diet 1975
Diet 1975, yang mengacu pada pola makan dan gaya hidup sehat khas Jepang yang diperkenalkan pada tahun 1975, memiliki sejumlah manfaat yang dapat membantu seseorang mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari Diet 1975:
1. Jaga keseimbangan nutrisi
Diet 1975 mengedepankan keseimbangan nutrisi dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan dari semua kelompok makanan utama. Ini membantu tubuh mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan, termasuk protein, karbohidrat, lemak sehat, serat, dan berbagai vitamin dan mineral.
2. Menghindari makan berlebih
Pendekatan porsi yang terkendali dalam Diet 1975 membantu menghindari makan berlebihan. Ini dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan mencegah risiko kesehatan terkait kelebihan berat badan.
Baca Juga: Ganjaran Buruh Berjuang Galakkan Hidup Sehat Bagi Warga Bandung, Bertekad Jadikan Lumbung Suara
3. Memperhatikan kualitas makanan
Diet 1975 mendorong konsumsi makanan alami dan minim olahan. Makanan alami cenderung lebih kaya akan nutrisi dan lebih rendah kadar gula, garam, dan bahan tambahan lainnya yang mungkin terdapat dalam makanan olahan.
4. Meningkatkan kesadaran ketika makan
Menikmati makanan dengan perlahan dan dengan penuh kesadaran adalah prinsip penting dalam Diet 1975. Ini membantu tubuh mengenali rasa kenyang secara alami, sehingga mencegah makan berlebihan.
5. Menerapkan gaya hidup aktif
Pola makan yang sehat dalam Diet 1975 sering dipadukan dengan gaya hidup yang aktif. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berpartisipasi dalam aktivitas fisik sehari-hari membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, dan menjaga berat badan yang sehat.
Baca Juga: Jangan Pesan Minuman Es Di Pesawat, Kenapa?
Menu Menu Diet 1975
Dikutip dari situs Nippon, berikut adalah gambaran menu makanan dalam seminggu dari Diet 1975:
1. Senin
- Sarapan: Porsi nasi, ikan salmon panggang, natt (kedelai yang difermentasi), sup miso dengan kol cina & tauge
- Makan siang: Kitsune udon (mie udon dengan tahu iris goreng), buah
- Makan malam: Porsi nasi, kentang & daging rebus, rumput laut mozuku cuka, sup bening dengan kubis dan telur
2. Selasa
- Sarapan: Roti kismis, telur dadar, sosis tumis dengan kol, buah, susu
- Makan siang: Nasi goreng, sup rumput laut wakame
- Makan malam: Porsi nasi, sayuran akar direbus dengan ayam (chikuzen-ni), tofu dingin, sup miso dengan bayam dan aburage
3. Rabu
- Sarapan: Porsi nasi, ikan makarel kuda kering, bayam komatsuna dengan kerang, kacang runner manis & gurih, sup miso dengan terong
- Makan siang: Mie goreng, mitsumame (jeli agar manis) dengan buah
- Makan malam: Porsi nasi, sup krim, kol Cinta pucat dengan udang kering dalam kaldu, mentimun & salad hijiki
4. Kamis
- Sarapan: Roti panggang, bacon, telur, buah, yogurt
- Makan siang: Nasi kukus dengan ubi jalar, koyadofu (tofu kering beku), sup miso dengan daging babi & sayuran akar
- Makan malam: Porsi nasi, ikan makarel direbus dengan miso, kedelai dengan campuran sayur, sup bening dengan kubis Cina & wakame
5. Jumat
- Sarapan: Porsi nasi, telur dadar gulung Jepang, natt, sup miso dengan kubis dan aburaage, buah
- Makan siang: Ayam dan telur mangkuk (Oyako dobnuri), lobak daikon cuka & wortel, sayuran atau kerang direbus dalam kecap (tsukudani)
- Makan malam: Porsi nasi, makerel kuda escabeche, miso dengaku (tofu dan sayuran yang ditusuk dengan saus miso), sup bening dengan labu Jepang & bayam komatsuna
6. Sabtu
- Sarapan: Roti panggang, telur rebus, tuna dan salad brokoli, buah, dan susu
- Makan siang: Porsi nasi, terong tumis dengan ayam giling, rumput laut hijiki rebus
- Makan malam: Porsi nasi, ikan flounder rebus, okara, sup miso dengan akar talas & lobak daikon
7. Minggu
- Sarapan: Porsi nasi, kerang & kubis kukus, natt, sup miso dengan tofu dan aburaage
- Makan siang: Sandwich, kaldu, buah
- Makan malam: Porsi nasi, hidangan sashimi, pasta ikan goreng direbus dengan kubis Cina, salad putih.
Walaupun istilah Diet 1975 mungkin terdengar seperti referensi kuno, prinsip-prinsip yang diajarkan tetap relevan. Pendekatan ini menawarkan panduan tentang bagaimana kita harus berhubungan dengan makanan, memprioritaskan keseimbangan dan nutrisi, dan menjalani gaya hidup aktif.
Diet 1975 menjadi contoh gaya hidup sehat yang tak hanya berdampak positif bagi masyarakat Jepang, tetapi juga di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









