Kenapa Kulit Terong Tidak Boleh Dikupas? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO, Mengonsumsi sayuran sangat baik bagi kesehatan tubuh, karena sayuran kaya akan kandungan vitamin dan mineralnya, sehingga sayuran sangat baik dikonsumsi oleh semua orang. Seperti halnya mengonsumsi terong yang merupakan tumbuhan penghasil buah yang dijadikan salah satu sayur-sayuran.
Terong sangat bagus untuk dikonsumsi, baik itu secara mentah maupun yang sudah dimasak dengan berbagai macam bentuk olahan. Pada sayuran terong terdapat kandungan nasunin tinggi yang dapat berfungsi sebagai akselerator atau zat yang dapat membantu mendetoksifikasi logam-logam beracun, dan juga mengikat zat besi berlebih pada tubuh.
Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (12/9/2023), kandungan tertinggi nasunin pada terong itu terletak pada kulitnya yang berwarna ungu, semakin ungu warna kulit terong, maka semakin tinggi pula kandungan nasulinnya.
Baca Juga: Resep Sambal Terong, Sajian Simpel yang Bisa Bikin Ketagihan
Kenapa Kulit Terong Tidak Boleh Dikupas?
Dalam memasak terong, ada beberapa orang yang mengupas kulitnya. Padahal pada kulit terong itulah kandungan nasulin yang sangat bermanfaat dalam mendetoksifikasi logam beracun pada tubuh. Dan untuk mendapatkan manfaat terbaik dari terong, ialah dengan memakannya secara langsung, atau ditumis dengan cara terongnya dikukus terlebih dahulu.
Cara menumis terong yang benar adalah, terong yang mau ditumis itu dikukus dengan api kecil supaya bisa mempertahankan zat antioksidan dan nutrisi pada terong. Karena jika terongnya gosong atau berwarna kecokelatan pekat, itu menandakan berkurangnya zat antioksidan atau nutrisi pada terong.
Perlu diketahui bahwa terong merupakan tanaman nightshade, sehingga bagi orang-orang yang sensitif mengonsumsi terong dapat meningkatkan asam urat dan nyeri sendi. Oleh sebab itu, perhatikan selalu kondisi tubuh pada saat mengonsumsi terong. Dan hindari makan terong goreng, dikarenakan terong bisa menyerap minyak lebih banyak, sehingga terong yang dimakan tidak lagi mengandung nutrisi akan tetapi mengandung lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh.
Efek Samping Makan Terong Berlebihan
Segala hal yang berlebihan itu tidak baik, seperti halnya mengonsumsi terong berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping, yang tentunya dapat menimbulkan berbagai gejala kesehatan pada tubuh. Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (12/9/2023), berikut ini beberapa efek samping dari mengonsumsi terong berlebihan:
- Alergi: Meskipun jarang terjadi, akan tetapi mengonsumsi terong berlebihan dapat menimbulkan alergi seperti kesulitan bernapas, pembengkakan, dan sara gatal pada kulit. Hal ini dikarena terong termasuk ke dalam sayuran nightshade.
- Bantu Ginjal: Kandungan oksalat pada terong berisiko menyebabkan pembentukan batu ginjal, sehingga beberapa orang yang menyerap oksalat harus mewaspadai hala ini untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi terong.
- Kekurangan Zat Besi: Nasunin yang termasuk dalam kelompok antosianin pada kulit terong, dapat mengikat zat besi dalam tubuh dan mengeluarkannya. Bagi orang dengan kandungan zat besi yang cukup banyak pada tubuhnya bisa mengonsumsi terong, akan tetapi sebaliknya, orang yang zat besi dalam tubuhnya rendah dapat menyebabkan terganggunya penyerapan zat besi dan bahkan dapat mengakibatkan kekurangan zat besi dalam tubuh saat mengonsumsi terong.
- Keracunan Solanina: Selain mengandung nasunin, terong juga mengandung senyawa alami bernama solanina, berfungsi melindungi tanaman saat masih berkembang, mengonsumsi solanina secara berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti mengantuk, muntah dan mual, yang merupakan tanda keracunan.
Kesimpulannya ialah konsumsilah terong dengan cara memasaknya dengan baik yaitu dengan tidak membuang kulitnya, hindari memakan terong goreng serta jangan mengonsumsi terong secara berlebihan. Kenapa? Karena mengonsumsi terong secara berlebihan itu akan menyebabkan timbulnya efek samping pada tubuh. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









