Akurat

Mengenal Kegunaan Flare, Cara Kerja Dan Risikonya

Eko Krisyanto | 8 September 2023, 13:34 WIB
Mengenal Kegunaan Flare, Cara Kerja Dan Risikonya

 

AKURAT.CO Flare atau sering kali disebut sebagai suar adalah perangkat yang memainkan peran penting dalam berbagai industri, terutama di sektor minyak dan gas. 
 
Mereka digunakan untuk mengendalikan dan menghilangkan gas buangan yang berbahaya yang muncul selama berbagai proses industri. 
 
Meskipun sering kali hanya dianggap sebagai sumber cahaya yang dramatis di malam hari, flare memiliki peran yang jauh lebih dalam dalam menjaga keamanan dan lingkungan di sekitar. 

Kegunaan Flare

1. Pengamanan terhadap kebakaran
 
Kegunaan utama flare adalah untuk menghindari akumulasi gas berbahaya di lingkungan sekitar. Misalnya, saat gas beracun atau mudah terbakar seperti metana atau propana dilepaskan selama proses produksi minyak dan gas, flare digunakan untuk membakar gas tersebut sebelum mereka mencapai atmosfer. Ini mencegah potensi kebakaran besar yang bisa terjadi jika gas-gas tersebut terkumpul dan teroksidasi secara spontan.
 
2. Pengurangan emisi gas beracun
 
Flare juga digunakan untuk mengurangi emisi gas beracun ke udara. Gas-gas yang dibakar dalam flare diubah menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O), yang lebih aman bagi lingkungan daripada gas beracun. Hal ini membantu melindungi kualitas udara dan mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
 
3. Kontrol tekanan
 
Flare dapat digunakan untuk mengontrol tekanan berlebih dalam sistem. Misalnya, jika ada peningkatan tekanan yang tidak diinginkan dalam fasilitas industri, flare dapat digunakan untuk menghilangkan gas berlebih dan mencegah ledakan atau kerusakan sistem.

Cara Kerja Flare

Dikutip dari Youtube Lycma Mil-Tech, Jumat (8/9/2023), cara kerja flare cukup sederhana, namun sangat efektif dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Ketika gas buangan dilepaskan ke flare, gas-gas ini dialirkan ke atas pipa atau menara flare. 
 
Di ujung pipa flare, gas-gas ini dibakar dengan suhu yang sangat tinggi, menciptakan api yang terlihat dari kejauhan. Selama proses pembakaran, gas-gas berbahaya berubah menjadi gas yang lebih aman (CO2 dan H2O) sebelum dilepaskan ke atmosfer.

Potensi Risiko Flare

Meskipun dirancang untuk melindungi, flare sendiri memiliki potensi risiko jika tidak dikelola dengan baik.
 
Dilansir dari beberapa sumber, berikut risiko dari flare:
 
1. Kegagalan teknis
 
Flare dapat mengalami kegagalan teknis, mengakibatkan gas yang seharusnya dibakar tidak terbakar sepenuhnya atau bahkan tidak terbakar sama sekali.
 
2. Emisi yang tidak terkontrol
 
Flare yang bermasalah dapat menyebabkan gas berbahaya terlepas ke atmosfer, menciptakan potensi polusi udara dan bahaya kesehatan.
 
3. Kebakaran tak terkendali
 
Flare yang tidak terkendali dapat menyebabkan kebakaran besar yang berpotensi merusak fasilitas dan lingkungan sekitarnya.
 
4. Dampak lingkungan
 
Meskipun flare membantu mengurangi polusi udara, proses pembakaran sendiri menghasilkan emisi CO2 yang berkontribusi pada perubahan iklim.
 
Flare adalah perangkat penting dalam industri minyak, gas, dan manufaktur yang membantu melindungi lingkungan dan keamanan manusia dengan membakar gas berbahaya. Pemeliharaan dan pengawasan yang cermat diperlukan untuk memastikan bahwa flare berfungsi sesuai dengan tujuannya.
 
Meskipun hanya terlihat sebagai sinar terang yang menghiasi malam, flare adalah bagian vital dari upaya untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan pada potensi risiko yang tersembunyi. (Ami Fatimatuz Zahro')

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK