5 Gaya Pacaran Gen Z Dianggap Lebih Awet, Benar Atau Salah?

AKURAT.CO Gen Z merupakan sebutan untuk anak-anak generasi dari tahun lahir sekitar 1997 hingga 2010 mulai mendominasi terutama di sosial media. Banyak orang yang penasaran dengan gaya pacaran gen Z yang katanya awet dari anak remaja hingga akhirnya menikah, apa benar?
Semakin berkembangnya zaman, maka gaya sosialisasi hingga berpacaran juga berubah dan tidak seperti dulu lagi. Jadi, untuk generasi milenial atau sebelumnya juga harus bisa menyesuaikan gaya pacaran gen Z jika ingin memiliki hubungan.
Mungkin kamu masih bingung bagaimana cara menyesuaikan gaya pacaran gen Z? Maka kamu haru mengetahui beberapa hal berikut ini agar lebih mudah paham informasi penting apa saja yang perlu diketahui.
Gaya Pacaran Gen Z
Mengutip berbagai sumber, Selasa (5/9/2023), berikut ini sejumlah informasi penting tentang gaya pacaran gen Z yang bisa kamu pelajari agar lebih mudah paham kehidupan anak zaman sekarang.
1. Tidak bisa diajak berkomitmen
Kebanyakan anak gen Z memiliki rasa ingin tahu tinggi, sehingga mereka dikatakan sebagai kaum yang tidak terlepas dari perkembangan teknologi. Semua hal dapat ditemukan melalui internet, termasuk untuk mencari pasangan baru secara online.
Namun, salah satu kebiasaan buruk yang dimiliki oleh gen Z yaitu mudah bosan dan sulit menjalin komitmen yang terlalu serius dalam suatu hubungan. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk jalani saja sebelum memilih komitmen yang serius.
2. Ekspresif di media sosial
Jika kamu ingin menyesuaikan diri sebagai pasangan gen Z, maka harus siap untuk lebih ekspresif dan terbuka di media sosial. Mulai dari mengunggah foto bareng pacar di feed dan story Instagram hingga menampilkan rasa kasih sayangnya dalam bentuk video dan diunggah di TikTok.
Banyak dari gen Z yang beranggapan bahwa seorang pacar yang sering mengunggah pasangannya, mennandakan perasaan sayangnya. Memang mereka tidak segan mengungkap perasaannya kepada sang pacar di media sosial agar tidak ada maksud untuk disembunyikan statusnya.
Bukan hanya itu, bahkan sebagian gaya pacaran gen Z juga sangat suka memberikan kejutan heboh kepada sang pacara dalam suatu acara penting. Seperti ulang tahun atau anniversary akan mengadakan candle light dinner di restoran mahal, sehingga orang-orang menganggap mereka sebagai 'relationship goals'.
3. Terbiasa dengan online dating
Dating online merupakan salah satu cara menemukan pasangan secara online yang biasanya diwadahi dengan suatu aplikasi khusus. Banyak sekali anak zaman sekarang yang menemukan pacar dari aplikasi online dating.
Biasanya mereka menentukan siapa yang akan dipilih untuk PDKT berdasarkan foto profile atau deskripsi singkat orang lain. Namun kamu juga harus waspada dengan aplikasi tersebut, karena tak jarang disalahgunakan untuk aksi kejahatan ataupun tempat selingkuh pasangan kalian.
4. Lebih terbuka untuk membahas seks
Jangan kaget jika memiliki hubungan dengan gen Z, karena mereka akan lebih terbuka tentang seks. Tentu saja rasa ingin tahunya membuat mereka mencari informasi dan mengedukasi diri sendiri agar lebih paham tentang seks melalui Google.
Tak hanya itu, menurut mereka seks sangat penting untuk dibicarakan dan bukan hal yang memalukan lagi. Namun dengan pengetahuan yang dimilikinya, banyak orang juga yang berpendapat bisa memengaruhi gaya pacaran gen Z yang sulit dikendalikan.
5. Lebih selektif memilih pasangan
Sebagian besar gen Z memang lebih paham teknologi dan informasi sejak dini, bahkan melek banget dengan isu sosial yang terjadi. Dengan pemahaman yang mereka miliki, membuatnya lebih selektif dalam menentukan seseorang untuk jadi gebetan hingga pacaranya.
Tak jarang mereka melihat seseorang dari pemahaman poitik atau ideologi masing-masing, sehingga bukan hanya wajah cakep atau tajir saja. Oleh sebab itu, untuk menyesuaikan gaya pacaran gen Z, kalian juga harus bisa menyesuaikan percakapan berat tentang banyak hal dan lebih terbuka.
Jadi, jika kalian ingin menyesuaikan gaya pacaran gen Z yang dianggap bisa awet, usahakan aktif melakukan banyak percakapan tentang segala hal dan tidak menutup diri. Wajah yang cakep saja tidak bisa jadi jaminan hubungan kamu bisa awet, sehingga perlu ada suatu tindakan baru yang tidak membosankan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










