Rekomendasi Oleh-oleh Khas Jepang Murah Meriah, Berkualitas dan Mudah Didapat

AKURAT.CO Jepang dikenal sebagai negara dengan budaya unik, kuliner lezat, serta produk khas yang menarik untuk dijadikan buah tangan.
Meski sering dianggap mahal, faktanya ada banyak oleh-oleh khas Jepang dengan harga terjangkau dan kualitas tinggi.
Mulai dari camilan hingga suvenir tradisional, berikut rekomendasi oleh-oleh khas Jepang murah meriah yang bisa dibeli saat berkunjung ke Negeri Sakura.
1. KitKat Rasa Unik Jepang
Jepang terkenal dengan varian KitKat yang tidak ditemukan di negara lain, seperti matcha, sake, hingga wasabi.
Cokelat ini mudah ditemukan di minimarket seperti Lawson, FamilyMart, atau Don Quijote. Harganya berkisar 200–500 yen (sekitar Rp21.000–Rp53.000).
2. Meiji Chocolate
Meiji Chocolate merupakan merek legendaris Jepang yang telah berdiri sejak 1926 dan dikenal luas di berbagai negara. Varian rasanya beragam, mulai dari milk chocolate, dark, stroberi, hingga almond.
Produk ini bisa dibeli di supermarket dan minimarket dengan harga sekitar 358–2.000 yen (Rp38.000–Rp212.000).
Baca Juga: Mengenal Shutter Speed dalam Fotografi dan Pengaruhnya pada Hasil Foto
3. Furikake
Furikake adalah bumbu tabur khas Jepang yang biasanya digunakan untuk nasi. Terbuat dari campuran ikan kering, wijen, nori, dan rempah pilihan, furikake memiliki rasa gurih khas Jepang. Harganya sangat terjangkau, sekitar 100–300 yen (Rp12.000–Rp36.000).
4. Gantungan Kunci
Gantungan kunci khas Jepang hadir dengan desain unik, mulai dari miniatur makanan tradisional hingga ikon wisata seperti Tokyo Tower.
Dengan harga sekitar 200–500 yen (Rp24.000–Rp60.000), suvenir ini praktis dibawa dan cocok sebagai buah tangan.
5. Magnet Kulkas
Magnet kulkas Jepang terkenal dengan desain detail seperti sushi, Gunung Fuji, hingga karakter anime. Harganya berkisar 100–300 yen (Rp12.000–Rp36.000), menjadikannya pilihan suvenir murah dan menarik.
6. Sensu (Kipas Tangan Tradisional Jepang)
Sensu adalah kipas lipat khas Jepang yang terbuat dari bambu dan kertas. Motifnya beragam, mulai dari bunga sakura hingga pemandangan alam.
Harga sensu relatif terjangkau, mulai dari 300 yen (Rp36.000), dan mudah ditemukan di toko suvenir maupun pasar tradisional.
7. Furin (Lonceng Angin Jepang)
Furin merupakan lonceng angin tradisional Jepang yang menghasilkan bunyi lembut saat tertiup angin. Selain estetik, furin juga sering muncul dalam anime. Harganya berkisar 500–1.000 yen (Rp53.000–Rp106.000).
8. Omamori (Jimat Keberuntungan Jepang)
Omamori adalah jimat tradisional yang dijual di kuil Shinto dan Buddha. Selain dipercaya membawa keberuntungan, omamori juga sering dijadikan aksesori tas. Harganya sekitar 400–1.000 yen (Rp42.000–Rp106.000).
9. Boneka Kokeshi
Boneka kokeshi merupakan boneka kayu tradisional Jepang yang dibuat secara manual oleh pengrajin. Setiap boneka memiliki karakter khas sesuai daerah asalnya.
Baca Juga: 7 Cara Menulis Deskripsi Tugas di CV agar Lebih Menarik di Mata Perekrut
Harga kokeshi asli berkisar 2.000–20.000 yen (Rp212.000–Rp2.120.000), tergantung ukuran dan detailnya.
10. Tenugui (Handuk Katun Tradisional Jepang)
Tenugui adalah kain katun khas Jepang dengan motif artistik yang kini sering dijadikan dekorasi atau aksesori. Desainnya beragam dan bernilai estetika tinggi. Harganya sekitar 500–2.000 yen (Rp53.000–Rp212.000).
Tips Hemat Belanja Oleh-Oleh di Jepang
Untuk mendapatkan harga terbaik, wisatawan disarankan berbelanja di toko 100 yen seperti Daiso atau Seria.
Supermarket lokal dan Don Quijote juga menawarkan harga lebih murah untuk makanan khas Jepang.
Manfaatkan fasilitas bebas pajak (tax-free) untuk penghematan hingga 10 persen, serta berburu diskon saat Winter Sale atau Summer Sale.
Meski dikenal sebagai negara dengan biaya hidup tinggi, Jepang memiliki banyak pilihan oleh-oleh murah meriah dan berkualitas.
Mulai dari camilan hingga suvenir tradisional, semuanya mudah ditemukan dengan harga terjangkau.
Dengan perencanaan yang tepat, wisatawan bisa membawa pulang kenang-kenangan khas Jepang tanpa harus menguras dompet.
Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










