Akurat

Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 23 Desember 2025

Shalli Syartiqa | 23 Desember 2025, 11:18 WIB
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 23 Desember 2025

AKURAT.CO ​Kalender Hijriah sebagai penanggalan umat Islam, memiliki peran penting dalam menentukan hari-hari besar keagamaan dan jadwal ibadah.

Berikut tanggal Hijriah untuk 23 Desember 2025 berdasarkan ketetapan Kementerian Agama (Kemenag), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).

 

Penetapan Tanggal Hijriah 23 Desember 2025

​Pada Selasa, 23 Desember 2025, penetapan tanggal Hijriah menunjukkan kesamaan antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah, namun berbeda dengan Nahdlatul Ulama (NU).​

Menurut Kementerian Agama (Kemenag)

​Pemerintah, melalui Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Agama, mengonversi 23 Desember 2025 sebagai 3 Rajab 1447 H.

​Sebelumnya, pemerintah menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. ​

Bulan Rajab ini diperkirakan berlangsung selama 30 hari hingga 19 Januari 2026, dan akan digantikan oleh bulan Syaban pada 20 Januari 2026.

Menurut Muhammadiyah

​Muhammadiyah menetapkan 23 Desember 2025 sebagai 3 Rajab 1447 H.

​Penetapan ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menyatakan 1 Rajab 1447 H dimulai pada Minggu, 21 Desember 2025. ​

KHGT bertujuan untuk menyatukan tanggalan Islam di seluruh dunia, dengan prinsip satu hari untuk satu tanggal, dan telah dipedomani Muhammadiyah sejak tahun 1447 H.

​Rajab 1447 H menurut Muhammadiyah juga akan berlangsung genap 30 hari hingga 19 Januari 2026.

Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

​Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 23 Desember 2025 sebagai 2 Rajab 1447 H. ​Hal ini disebabkan karena NU menetapkan 1 Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.

​Penetapan NU ini menggunakan metode istikmal (penyempurnaan) karena hilal tidak terlihat pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Perbedaan Metode Penetapan Awal Bulan Hijriah

​Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah antara Muhammadiyah dan NU merupakan hal yang kerap terjadi.

​Perbedaan ini muncul karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan kriteria kalender global, sementara NU menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan istikmal apabila hilal tidak terlihat.

Muhammadiyah: ​Mendasarkan penetapan pada hisab dengan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mengupayakan keseragaman tanggal di seluruh dunia.

Nahdlatul Ulama (NU): ​Memegang teguh metode rukyatul hilal lokal, yaitu pengamatan langsung hilal di wilayah Indonesia. ​Jika hilal tidak terlihat, mereka menggunakan metode istikmal, yaitu menyempurnakan bulan sebelumnya menjadi 30 hari.

​Meskipun terdapat perbedaan metode, kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menegaskan bahwa perbedaan tersebut berada dalam koridor ilmiah dan syariat, serta tidak mengganggu harmoni umat.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.