Akurat

Sebagian Gen Z Memilih Hidup Tanpa Seks, Kok Bisa?

| 15 Juni 2023, 10:50 WIB
Sebagian Gen Z Memilih Hidup Tanpa Seks, Kok Bisa?

AKURAT.CO Dalam beberapa tahun terakhir, banyak riset yang mendukung penemuan bahwa resesi seks terjadi pada generasi (gen) Z. Salah satunya adalah penelitian Rutgers University dan Albany di tahun 2021, bahwa golongan dewasa muda usia 18-24 tahun melakukan lebih sedikit seks kasual dibandingkan generasi 10 tahun sebelumnya.

Selain itu, dari data The Panel Study of Incom Dynamics (PSID) pada 945 perempuan dan 1.040 laki-laki di tahun 2007 dan 2017 diketahui bahwa di tahun 2007 sebanyak 38 persen responden aktif secara seksual. Sedangkan di tahun 2017, angka itu hanya berjumlah 24%.

Ditemukan bahwa salah satu alasan mengapa resesi seks ini terjadi adalah karena gaya hidup selibat yang mulai marak dilakukan oleh golongan dewasa muda. Gaya hidup selibat ini berarti tidak menikah dan tidak melakukan seks, biasanya dilakukan untuk alasan keagamaan.

Menurut Scott South dari University at Albany, gaya hidup selibat ini muncul sebagai antitesis dari glorifikasi hook-up culture yang membuat seks sebagai sesuatu yang dangkal dan manusia tak lebih dari tubuhnya saja.

Alasan untuk hidup tanpa seks:

Dari hasil wawancara, Scott mendapatkan beberapa kesimpulan alasan bagi golongan dewasa muda dengan gaya hidup selibat di antaranya:

  1. Menghindari patah hati dan hal-hal lain sebagai imbas dari hubungan dan seks agar dapat fokus mengejar tujuan hidup.
  2. Orang-orang lebih berhati-hati akan konsensus, isu pelecehan, dan juga adanya cancel culture.
  3. Menurunnya konsumsi alkohol dan kencan kasual.
  4. Situasi post-pandemic yang membuat orang-orang lebih mudah kesal terkait privasi dan lebih mudah lelah akibat bekerja.

Scott melihat sepertinya ketika akses dan ketersediaan untuk hubungan seksual sangatlah tinggi. Tapi, hal itu tak menjamin tingkat seks kasual akan meningkat.

Pada akhirnya, semua akan kembali pada hasrat gairah setiap individu. Kondisi ini diperparah koneksi, hubungan, dan keintiman yang dirasa sangat superfisial berkontribusi cukup besar untuk kasus resesi seks pada Gen Z.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.