Gunung Bulusaraung Jadi Sorotan, Medan Ekstrem Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

AKURAT.CO Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh menjadikan Gunung Bulusaraung sebagai sorotan publik. Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan dikenal memiliki medan ekstrem, lereng terjal, dan karakter alam yang berat, sehingga proses pencarian serta evakuasi di kawasan ini bukan perkara mudah.
Gunung Bulusaraung mendadak menjadi perhatian nasional setelah dilaporkan sebagai lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Kawasan pegunungan ini memang dikenal memiliki topografi yang menantang, tertutup hutan lebat, serta medan terjal yang menyulitkan berbagai aktivitas lapangan, termasuk operasi pencarian dan penyelamatan.
Lokasi dan Status Kawasan Gunung Bulusaraung
Dikutip dari laman resmi bantimurungbulusaraung.id, Pegunungan Bulusaraung terletak di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Hari Keempat, Dua Korban Ditemukan dan Dievakuasi
Dalam sistem pengelolaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), wilayah ini berada di bawah Resort Balocci dengan luas kawasan mencapai sekitar 137,29 hektare.
Sebagai bagian dari kawasan taman nasional, Gunung Bulusaraung memiliki fungsi konservasi yang penting sekaligus menjadi wilayah dengan pengawasan ketat terhadap aktivitas manusia.
Kondisi Geografis Gunung Bulusaraung yang Ekstrem
Secara geografis, Gunung Bulusaraung berada pada koordinat 119,741°–119,767° Bujur Timur dan 4,923°–4,933° Lintang Selatan. Kawasan ini didominasi oleh relief tinggi dengan lereng sangat curam serta permukaan tanah berbatu kasar.
Jenis tanah yang mendominasi wilayah ini adalah Humitropepts, yang umum dijumpai di kawasan perbukitan kapur dan lereng terjal. Puncak Gunung Bulusaraung berada pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut.
Dari sisi iklim, kawasan ini termasuk tipe B menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson, dengan curah hujan relatif tinggi dan kondisi cuaca yang dapat berubah secara cepat.
Gunung Favorit Pendaki dengan Jalur yang Menguras Fisik
Mengacu pada laman disbudpar.sulselprov.go.id, Gunung Bulusaraung dikenal sebagai salah satu gunung favorit pendaki di Sulawesi Selatan. Meski ketinggiannya tergolong sedang, jalur pendakian gunung ini terkenal berat dan menguras stamina.
Baca Juga: Hadapi Medan Terjal, TNI AD Ikut Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
Medan pendakian didominasi oleh bebatuan kapur, tanjakan curam, serta jalur sempit yang menuntut kondisi fisik prima dan pengalaman mendaki yang memadai.
Terdapat sekitar 10 pos peristirahatan, termasuk area puncak yang ditandai dengan menara pemancar radio milik Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Dari puncaknya, pendaki dapat menikmati panorama luas kawasan Karst Maros-Pangkep yang ikonik.
Gunung Bulusarung merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan ekowisata.
Pengelola taman nasional terus melakukan pembenahan, termasuk pembangunan pusat informasi dan sarana pendukung, guna meningkatkan keselamatan pengunjung.
Namun, dengan karakter alam yang terjal, tertutup vegetasi lebat, serta cuaca yang kerap berubah secara tiba-tiba, kawasan ini memiliki tingkat kesulitan tinggi, baik untuk aktivitas pendakian maupun operasi pencarian dan penyelamatan.
Kondisi inilah yang menjadikan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung sebagai tantangan besar bagi tim SAR.
Itulah gambaran Gunung Bulusaraung sebagai lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500, kawasan dengan medan ekstrem dan karakter alam berat yang menuntut kewaspadaan tinggi dalam setiap aktivitas di sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









