Akurat

Jalan Alternatif Jakarta Hari Ini untuk Hindari Demo 20 November 2025, Catat Titik Macetnya!

Nurma Nafisa Faradilla | 20 November 2025, 13:06 WIB
Jalan Alternatif Jakarta Hari Ini untuk Hindari Demo 20 November 2025, Catat Titik Macetnya!

AKURAT.CO Demo hari ini 20 November 2025 berpotensi menyebabkan kepadatan di sejumlah kawasan Jakarta. Untuk menghindari titik macet Jakarta, masyarakat diimbau mencari jalan alternatif agar perjalanan tetap lancar.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut informasi lengkap lokasi aksi, potensi kemacetan, dan rute pengganti yang bisa kamu gunakan.

Titik Demo Hari Ini: Ada Dua Lokasi Aksi

Pada Kamis, 20 November 2025, terdapat dua aksi unjuk rasa besar yang berlangsung di Jakarta.

Baca Juga: Demo Gen Z Meksiko Berakhir Chaos! 120 Orang Terluka, Polisi Dihujani Serangan

Aksi ini berpotensi menimbulkan kemacetan karena diperkirakan diikuti cukup banyak massa.

Dua titik demo hari ini meliputi:

1. Kantor Inpex Corporation, Sentral Senayan I, Jalan Asia Afrika

Aksi ini dilakukan oleh Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar, yang membawa sejumlah tuntutan terkait proyek Blok Masela. Massa diperkirakan berkumpul sejak pagi hingga siang hari.

Area yang berpotensi macet:

  • Jalan Asia Afrika
  • Sekitar GBK Senayan
  • Arah Semanggi–Slipi

2. Kawasan Gambir – Massa Pengemudi Ojek Online

Demo kedua digelar oleh pengemudi ojek online yang tergabung dalam Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI). Mereka menyampaikan tuntutan terkait tarif, kebijakan transportasi online, hingga revisi regulasi.

Area yang berpotensi padat:

  • Gambir
  • Medan Merdeka Utara
  • Patung Kuda
  • Jalan Merdeka Barat–Merdeka Selatan

Baca Juga: Demo Pro-Sumud Flotilla di Jenewa Ricuh, Lima Polisi Terluka

Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Pihak kepolisian menurunkan 1.082 personel untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional mengikuti jumlah peserta aksi.

Masyarakat diminta menghindari:

  • Patung Kuda
  • Medan Merdeka Utara
  • Sekitar Gedung MA
  • Ruas jalan menuju Istana Negara dan Kemenhub

Jalan Alternatif untuk Hindari Titik Macet Jakarta Hari Ini

Agar perjalanan kamu tetap lancar, berikut rekomendasi jalan alternatif Jakarta yang bisa digunakan:

1. Menghindari Demo di Jalan Asia Afrika (Senayan)

Jika kamu biasanya melintas di kawasan Senayan, pilihan rute alternatif adalah:

  • Dari Slipi menuju Blok M sebaiknya gunakan Jalan Tentara Pelajar - Permata Hijau - Pakubuwono
  • Dari Semanggi menuju Palmerah, bisa lewat Jalan Gatot Subroto - Pejompongan - Palmerah
  • Jika kamu ingin menuju ke GBK, kamu bisa gunakan akses Sudirman–Setiabudi dan masuk melalui gerbang utara

Baca Juga: 9 Titik Demo Hari Ini, 1 September Digelar Serentak di Jakarta, Cek Lokasinya di Sini!

Rute ini untuk menghindari pertemuan massa di depan kantor Inpex.

2. Menghindari Demo di Gambir dan Patung Kuda

Kawasan ini biasanya memiliki kepadatan tinggi saat ada aksi massa. Gunakan jalur berikut:

  • Dari Harmoni ke Thamrin, lewat Jalan Cideng–Kebon Sirih
  • Dari Juanda menuju Monas, gunakan Jalan Pos - Senen - Matraman
  • Dari Tanah Abang menuju Menteng, lewat Jalan Fachrudin - Karet - Sudirman

Dengan rute alternatif ini, kamu bisa terhindar dari blokade massa yang menuju Istana Negara dan Kemenhub.

Aplikasi Navigasi Bisa Bantu Pilihan Rute

Selain rekomendasi di atas, kamu bisa memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui:

  • Google Maps
  • Waze
  • Info lalu lintas TMC Polda Metro

Aplikasi tersebut biasanya memberi tanda area merah (padat) di sekitar titik demo.

Itulah informasi rute jalan alternatif Jakarta hari ini untuk menghindari titik demo 20 November 2025.

Dengan mengetahui lokasi aksi, potensi macet, dan pilihan jalur pengganti, kamu bisa merencanakan perjalanan lebih aman dan efisien.

Selalu cek pembaruan kondisi lalu lintas dan hindari kawasan yang berpotensi dipadati massa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.