Akurat

Mengapa Sampah Plastik Bisa Membuat Lingkungan Menjadi Rusak?

Sultan Tanjung | 7 Mei 2024, 16:00 WIB
Mengapa Sampah Plastik Bisa Membuat Lingkungan Menjadi Rusak?

AKURAT.CO Sampah plastik adalah jenis sampah yang terbuat dari bahan plastik. Plastik adalah bahan sintetis yang umumnya terdiri dari polimer, yang merupakan molekul besar yang terbentuk dari unit-unit monomer yang berulang.

Sampah plastik mencakup berbagai produk dan benda yang terbuat dari plastik, seperti botol, kantong, wadah makanan, mainan, dan banyak lagi.

Plastik memiliki beberapa karakteristik:

  1. Tidak Terurai dengan Cepat: Plastik memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Beberapa jenis plastik dapat bertahan selama ratusan hingga ribuan tahun di lingkungan sebelum terurai sepenuhnya.

  2. Ketahanan dan Kekakuan: Plastik sering digunakan karena sifatnya yang tahan lama dan tahan terhadap kerusakan fisik. Namun, ini juga berarti bahwa sampah plastik yang dibuang akan tetap ada dalam lingkungan untuk waktu yang lama.

  3. Pencemaran Lingkungan: Ketika sampah plastik tidak dikelola dengan baik, ia dapat mencemari lingkungan. Sampah plastik yang dibuang ke sungai, laut, atau lahan dapat merusak ekosistem dan mengancam keberlanjutan lingkungan.

  4. Mikroplastik: Plastik yang terurai menjadi partikel-partikel kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik ini dapat ditemukan di air, tanah, dan bahkan dalam organisme hidup. Mereka dapat masuk ke rantai makanan dan berdampak pada kesehatan manusia dan hewan.

Penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendaur ulang plastik agar kita dapat mengurangi dampak negatif sampah plastik pada lingkungan kita. 

Sampah plastik adalah masalah serius yang mempengaruhi lingkungan kita. Mari kita bahas mengapa sampah plastik dapat merusak lingkungan:

  1. Tidak Terurai dengan Cepat: Plastik adalah bahan sintetis yang tidak mudah terurai oleh alam. Botol plastik, kantong plastik, dan wadah plastik lainnya membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai sepenuhnya. Selama periode ini, plastik mengotori tanah, air, dan udara.

  2. Pencemaran Laut: Sampah plastik yang dibuang ke sungai atau laut akhirnya mencapai lautan. Di lautan, plastik terpecah menjadi partikel-partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik. Mikroplastik ini dapat dimakan oleh hewan laut dan masuk ke rantai makanan. Akibatnya, organisme laut dan manusia yang mengonsumsi ikan laut juga terpapar mikroplastik.

  3. Kerusakan Ekosistem: Sampah plastik dapat merusak ekosistem darat dan laut. Hewan seperti burung laut, penyu, dan mamalia laut sering kali terperangkap dalam sampah plastik atau memakan plastik secara tidak sengaja. Ini dapat menyebabkan cedera fisik atau bahkan kematian.

  4. Efek Terhadap Kesehatan Manusia: Mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman dapat memiliki efek kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat berdampak negatif pada sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

  5. Perubahan Iklim: Produksi plastik memerlukan bahan bakar fosil dan energi yang signifikan. Selain itu, pembakaran plastik menghasilkan emisi gas rumah kaca. Semakin banyak plastik yang kita produksi dan buang, semakin besar dampaknya pada perubahan iklim.

Solusi yang Dapat Dilakukan:

  • Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Gunakan kantong kain atau tas belanja yang dapat digunakan berulang kali. Hindari penggunaan botol plastik sekali pakai.
  • Daur Ulang Plastik: Mendaur ulang plastik membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan.
  • Edukasi Masyarakat: Kampanye edukasi tentang bahaya sampah plastik dan pentingnya mengurangi penggunaan plastik dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat.

Semoga artikel ini membantu menyebarkan kesadaran tentang masalah sampah plastik dan menginspirasi tindakan positif! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.