8 Tips Aman Membawa Bayi Naik Pesawat Saat Mudik Lebaran
AKURAT.CO Ketika membawa bayi naik pesawat untuk mudik Lebaran, pasti membutuhkan persiapan yang matang. Hal ini dikarenakan sulit untuk mengatur mood atau perilaku si kecil dalam perjalanan jauh.
Maka dari itu rencakanakan sebelum perjalanan agar mudik terasa nyaman dan aman bersama bayi menggunakan pesawat. Dilansir dari berbagai sumber, Senin (8/4/2024), berikut 8 tips aman membawa bayi naik pesawat untuk mudik lebaran.
Baca Juga: Tips Mudah Atasi Masalah Sinyal HP Lemah Saat Mudik Lebaran
1. Hubungi maskapai penerbangan Anda
Terlepas dari apakah Anda terbang dengan bayi pangkuan atau membeli kursi untuk bayi Anda, ada baiknya Anda menghubungi maskapai penerbangan terlebih dahulu untuk mendiskusikan pilihan tempat duduk Anda. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk disampaikan kepada agen:
- Jika Anda menggunakan rute putaran bayi:
Tanyakan kepada maskapai penerbangan apakah ada opsi untuk memesan kursi di baris dengan skycot. Keranjang bayi dalam pesawat ini dirancang untuk bayi berusia 6 bulan ke bawah dan menyediakan tempat bagi bayi Anda untuk berbaring selama penerbangan (meskipun Anda harus mengangkatnya setiap kali tanda sabuk pengaman menyala, serta saat lepas landas dan mendarat).
Konfirmasikan juga apakah ada aturan tentang berapa banyak putaran bayi yang diperbolehkan per baris atau bagian. Alaska Airlines, misalnya, memiliki kebijakan yang mengatur di mana bayi pangkuan boleh duduk di pesawat tertentu.
- Jika Anda memesan kursi bayi Anda sendiri:
Beberapa maskapai penerbangan mengharuskan kursi khusus bayi ditempatkan di sebelah jendela agar tidak menghalangi penumpang lain. Barisan sekat juga cocok untuk diminta saat bepergian dengan kursi khusus bayi karena memberikan ruang kaki ekstra.
Ketahui bahwa di deretan sekat, terkadang lebih sulit untuk mengakses tas yang mungkin berisi popok, susu, dan barang lain yang mungkin Anda perlukan, sebab tidak ada tempat duduk di depan Anda untuk menyimpan barang pribadi Anda. Kemungkinan besar Anda akan diminta untuk meletakkannya di kompartemen atas.
2. Periksa pilihan bagasi Anda
Maskapai penerbangan mempunyai kebijakan bagasi yang berbeda, namun hubungi terlebih dahulu untuk mengetahui dengan tepat apa yang dapat Anda bawa ke dalam pesawat.
Misalnya, meskipun bayi pangkuan pada umumnya tidak berhak atas tas jinjingnya sendiri, banyak maskapai penerbangan mengizinkan keluarga yang bepergian dengan anak untuk membawa tas popok, pompa ASI, tas pendingin untuk susu atau susu formula, dan kereta dorong di dalam pesawat selain tas jinjing biasa dan jatah barang pribadi.
3. Cerdas dalam berkemas
Berkemas untuk penerbangan dengan bayi dipelukan ketelatenan. Anda perlu mengemas dengan cerdas agar mudah mengakses barang penting. Selai itu, jangan mengemas terlalu banyak agara tidak perluhar mengobrak-abrik tas besar untuk menemukan sesuatu yang dibutuhkan.
Pertimbangkan apa saja yang diperlukan selama penerbangan dan kemasi tas sesuai kebutuhan. Misalnya saja, ada baiknya jika Anda memiliki tas berisi popok, tisu basah, alas ganti sekali pakai, tas popok sekali pakai, dan pakaian ganti yang mudah dijangkau. Siapkan lebih banyak pakaian cadangan untuk bayi dan sertakan baju baru untuk Anda sendiri.
4. Siapkan diri saat terjadi penundaan dan pembatalan penerbangan
Saat Anda bepergian dengan bayi, hal terakhir harus dihadapi adalah terjebak di bandara. Maka dari itu, bawalah popok, susu formula, dan makanan ringan dalam tas dengan jumlah yang lebih dari cukup, serta beberapa pakaian ganti untuk bayi Anda.
Penundaan dan pembatalan penerbangan dapat mempersulit pengambilan bagasi terdaftar, sehingga Anda perlu membawa barang-barang penting saja.
5. Kemas susu formula dengan aman
Saat bepergian dengan bayi, membawa susu formula adalah suatu hal terpenting. Maka dari itu simak tips mengemas susu formula denga aman berikut ini:
- Susu formula siap saji: Bawalah wadah yang belum dibuka dan botol kosong yang bersih ke dalam pesawat. Saat bayi Anda siap menyusu, tuangkan susu formula ke dalam botol dan segera sajikan.
- Formula bubuk: Isi botol dengan air bersih, dan bawalah wadah kecil berisi susu formula bubuk dan satu sendok bersama Anda di pesawat. Anda dapat mengukur, mengocok, dan memberikan botol kepada bayi Anda saat mereka siap untuk menyusu.
- Botol yang sudah jadi: Anda juga dapat membawa botol yang sudah jadi ke petugas keamanan jika mau, menggunakan pendingin agar tetap dingin. Ingatlah bahwa jika pendingin tidak dapat menyimpan botol pada suhu 35 hingga 40 derajat, Anda harus menggunakan atau mendinginkannya dalam waktu dua jam.
Baca Juga: Menko Luhut Sebut Mudik Lebaran 2024 Paling Meriah Sepanjang Sejarah
6. Bawa makanan ringan yang banyak
Jika si kecil sudah mulai makan makanan padat, siapkan makanan ramah bayi untuk penerbangan. Wadah berisi buah cincang, sayuran kukus, tahu, dan kerupuk adalah pilihan yang mudah.
Ketahuilah bahwa Anda juga diperbolehkan membawa kantong bubur melalui pemeriksaan keamanan, karena TSA menganggapnya sebagai cairan yang diperlukan secara medis. Dan pastikan untuk menyertakan camilan untuk Anda sendiri juga.
7. Ambil langkah-langkah untuk melawan jet lag
Jika Anda melintasi zona waktu, coba ubah jadwal tidur bayi Anda beberapa hari menjelang keberangkatan dan biarkan mereka terkena sinar matahari setelah mencapai tujuan. Selain itu, pertahankan jadwal yang sama di zona waktu baru jika itu yang terbaik bagi Anda.
8. Bersiap untuk perubahan tekanan
Jika telinga bayi Anda terasa sakit karena perubahan tekanan udara saat lepas landas dan mendarat, dorong ia untuk menyusui atau menghisap botol, dot, atau sippy cup. Jika bayi Anda berada di kursi khusus bayi, berikan ia sesuatu untuk diisap saat ia duduk di kursi tersebut daripada mengajaknya keluar untuk menyusu.
Tidak semua bayi mengalami sakit telinga saat terbang, jadi sebagai orang tua pastikan hal tersebut terlebih dahulu. Jika bayi Anda tidur nyenyak, biarkan saja dan mereka mungkin bisa lepas landas atau mendarat tanpa kesulitan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









