Akurat

Mengenal Suku Houthi, Tradisi Kuno dan Konflik Modern di Yaman

Sultan Tanjung | 12 Januari 2024, 19:30 WIB
Mengenal Suku Houthi, Tradisi Kuno dan Konflik Modern di Yaman

AKURAT.CO Juru bicara Houthi Yaman melaporkan pihaknya tidak akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, meskipun Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukan perlindungan maritim baru untuk melawan mereka.

"Bahkan jika Amerika berhasil memobilisasi seluruh dunia, operasi militer kami tidak akan berhenti tidak peduli pengorbanan yang harus kami keluarkan," ungkap Mohammed al-Bukhaiti, seorang pejabat senior Houthi, dalam sebuah unggahan di X, dikutip Kamis (21/12/2023).

Lantas siapakah sebenarnya suku Houthi itu yang kini jadi perhatian dunia dan gerakannya membuat gerah Amerika serta tetangganya Saudi Arabia.

Di jantung pegunungan terjal Yaman, mendiami suku Houthi, komunitas dengan sejarah milenia dan realitas kontemporer yang kompleks.

Keunikan mereka terwujud dalam jalinan tradisi kuno, keyakinan Zaidi, dan keterlibatan dalam perang sipil berkepanjangan di Yaman.

Baca Juga: Jelajah Hadhramaut, Kota di Yaman dan 3 Lembaga Pendidikan Pencetak Ulama Nusantara

Keunikan Budaya dan Tradisi:

  • Kehidupan Agraris: Suku Houthi sebagian besar adalah petani dan peternak yang mengandalkan terasering di lereng gunung dan mata air langka. Kehidupan mereka berdenyut mengikuti irama panen dan perayaan tradisional.
  • Keterampilan Berperang: Di masa lalu, suku Houthi dikenal sebagai pejuang tangguh yang mempertahankan otonomi mereka dari kekuatan eksternal. Keahlian perang ini, meski tak lagi dominan, masih menjadi bagian dari identitas mereka.
  • Sistem Sosial Ketat: Masyarakat Houthi terstruktur melalui ikatan keluarga dan suku yang kuat. Kesetiaan kepada pemimpin agama dan tetua memegang peranan penting, membentuk hierarki sosial yang unik.
  • Keyakinan Zaidi: Suku Houthi sebagian besar menganut ajaran Zaidi, cabang Shia Islam. Keyakinan ini menekankan peran keturunan Nabi Muhammad sebagai pemimpin agama dan sosial, sebuah perbedaan penting dari Sunni mayoritas di Yaman.

Keterlibatan dalam Konflik:

  • Pemberontakan Melawan Pemerintah: Sejak tahun 2004, suku Houthi terlibat konflik bersenjata dengan pemerintah Yaman yang didominasi Sunni. Keluhan atas marginalisasi politik dan ekonomi memicu pemberontakan mereka.
  • Pengaruh Regional: Keterlibatan Iran dalam mendukung Houthi menambah kompleksitas konflik dan meningkatkan ketegangan regional.
  • Krisis Kemanusiaan: Perang berlarut telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang menderita kelaparan, penyakit, dan pengungsian.

Masa Depan yang Tidak Pasti:

Masa depan suku Houthi dan Yaman secara keseluruhan diliputi ketidakpastian. Konflik yang berkepanjangan telah menghancurkan infrastruktur dan merenggang jalinan sosial. Upaya perdamaian masih rapuh, dan tantangan rekonstruksi serta penjaminan hak asasi manusia sangat besar.

Meskipun menghadapi tantangan berat, suku Houthi tetap menyimpan potensi bagi pembangunan masa depan yang lebih damai dan sejahtera. Pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan aspirasi mereka sangat penting untuk menemukan solusi konflik dan membangun Yaman yang inklusif dan adil.

Catatan:

Artikel ini bertujuan memberikan gambaran umum tentang suku Houthi dan situasi di Yaman. Situasi politik dan konflik di Yaman bersifat kompleks dan dinamis, dengan berbagai perspektif dan interpretasi. Informasi yang disajikan di sini dimaksudkan sebagai titik awal untuk eksplorasi lebih lanjut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.