Akurat

Antara Tragedi Bintaro 1987 dan Kecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya

Sultan Tanjung | 5 Januari 2024, 18:07 WIB
Antara Tragedi Bintaro 1987 dan Kecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya

AKURAT.CO Peristiwa Kecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya di petak jalur Stasiun Cicalengka -Haurpugur, Bandung, Jawa Barat pada pukul 06.03 WIB, Jumat (5/1/2024) membangkitkan kembali ingatan masyarakat dengan Kecelakaan Kereta Api Maut Tragedi Bintaro pada 1987.

Keduanya memiliki kesamaan yaitu tabrakan antara kedua lokomotif atau yang dikenal dengan Adu Banteng.

Tragedi Bintaro terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987 di daerah perumahan Bintaro, Tangerang, Indonesia.

Kejadian ini merupakan salah satu tragedi kereta api terburuk dalam sejarah Indonesia. Pada malam itu, dua kereta api yang bergerak searah, KA 146 dan KA 147, bertabrakan di stasiun Pondok Betung.

Baca Juga: Fakta-fakta Kecelakaan Kereta Api Turangga Tabrakan dengan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka

Pertama-tama, KA 146 yang sedang dalam perjalanan dari Rangkasbitung ke Jakarta mengalami masalah rem sehingga tidak dapat berhenti di stasiun Pondok Ranji seperti yang seharusnya.

KA 146 akhirnya berhenti di sinyal merah stasiun Pondok Betung, yang merupakan stasiun berikutnya.

Selanjutnya, KA 147 yang bergerak dari Jakarta ke Rangkasbitung mendekati stasiun Pondok Betung.

Meskipun sinyal di stasiun tersebut sudah menunjukkan warna merah, KA 147 tetap melaju dan menabrak belakang KA 146 dengan kecepatan tinggi.

Akibatnya, terjadi keruntuhan dan kebakaran pada beberapa gerbong kereta api.

Tragedi Bintaro menelan korban jiwa yang sangat banyak, dengan jumlah yang mencapai ratusan orang.

Banyak orang mengalami luka-luka dan kerugian materi yang besar. Kejadian ini menyebabkan duka mendalam di masyarakat Indonesia.

Beberapa faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab tragedi ini antara lain kurangnya koordinasi antara petugas perkeretaapian, sistem sinyal yang kurang memadai, dan kurangnya alat komunikasi yang efektif.

Setelah tragedi Bintaro, pemerintah dan operator kereta api melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.