Akurat

Kamu Harus Tahu! 5 Negara Ini Punya Tradisi Unik Saat Musim Dingin

Muhtar S. Syihabuddin | 4 Desember 2023, 05:30 WIB
Kamu Harus Tahu! 5 Negara Ini Punya Tradisi Unik Saat Musim Dingin

AKURAT.CO Dengan mendekatnya malam-malam panjang selama musim dingin, sejumlah negara di berbagai belahan dunia memiliki tradisi yang menyenangkan, menarik, dan unik untuk merayakan hari-hari saat musim dingin.

Banyak diantaranya merupakan perayaan yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, sementara yang lainnya relatif baru.

Namun, semua perayaan ini membawa kesenangan di musim dingin, saat hal-hal seperti itu mungkin sulit ditemukan.

Berikut beberapa tradisi unik saat musim dingin di sejumlah negara.

Baca Juga: Cuma Di Indonesia, Ini 7 Tradisi Perayaan Natal Unik Yang Enggak Ada Di Negara Lain

Perayaan Onde, China

Untuk menyambut puncak musim dingin, masyarakat China secara rutin mengadakan perayaan yang telah ada sejak masa Dinasti Han (206 SM - 220 SM) dan berlanjut hingga Dinasti Song (1127 - 1152 M), dikenal sebagai Perayaan Onde.

Perayaan tahunan ini berlangsung pada tanggal 21 atau 22 Desember dan memiliki sejarah dan makna yang terkait dengan onde, hidangan tradisional yang dimakan selama perayaan ini.

Onde, yang juga dikenal sebagai Tan Cik dalam bahasa Tionghoa, memiliki konotasi yang berkaitan dengan suasana dingin dan puncak musim.

Perayaan ini dilakukan dengan upacara sembahyang kepada leluhur dan lima unsur di bumi (air, logam, api, tanah, dan kayu).

Perayaan ini biasanya diadakan dalam lingkup keluarga, dimana anggota keluarga berkumpul bersama, membuat onde, menikmati hidangan tersebut, dan bersama-sama berdoa.

Baca Juga: Lucu Nan Unik, Intip 5 Potret Perayaan Anniversary Pernikahan Ke-10 Teuku Wisnu Dan Shireen Sungkar Di Warung Pecel Lele

Kukeri, Bulgaria

Sejak ribuan tahun yang lalu, Bulgaria memiliki tradisi yang disebut Kukeri, di mana sekelompok pria dan beberapa wanita mengenakan topeng mirip monster dan kostum rumit terbuat dari bulu, kulit binatang, dan bulu.

Para peserta mengenakan kostum ini dengan ikat pinggang berlonceng besar yang bergantung, dan kemudian mereka menari untuk mengusir roh-roh jahat.

Pada masa lalu, mereka sering berkeliling dari rumah ke rumah, tetapi sekarang kelompok "penjaga Bulgaria" ini lebih sering tampil dalam pertunjukan mini di berbagai kota dan festival.

Salah satu yang paling terkenal adalah Surva, Festival Internasional Permainan Topeng, yang diselenggarakan di Pernik, Bulgaria barat setiap bulan Januari.

Para musisi sering mengiringi sekelompok orang yang mengenakan kostum menakutkan ini, sehingga menambah kemeriahan saat mereka muncul.

Baca Juga: Jelang Natal Dan Tahun Baru, Simak Ide Liburan Di Hongkong Dengan Ikut Sejumlah Perayaan

Kimjang, Korea Selatan

Setiap tahun, sekitar akhir November atau awal Desember, keluarga besar, teman, dan berbagai komunitas di seluruh Korea Selatan berkumpul untuk merayakan awal musim dingin dengan melakukan tradisi Kimjang.

Yaitu persiapan dan penyimpanan kimchi, Campuran sayuran yang telah difermentasi, terutama kubis, kemudian dibumbui dengan berbagai bahan seperti bawang putih, jahe, dan gochugaru (merica Korea).

Kimchi biasa dijadikan sebagai makanan pokok dalam masakan Korea.

Berendam Air Panas dengan Buah Yuzu, Jepang

Di Jepang, berendam air panas yang diisi dengan yuzu, jenis jeruk yang memiliki aroma harum dan merupakan gabungan antara jeruk Bali dan lemon, menjadi hal yang umum dilakukan.

Yuzu dapat digunakan dalam bentuk utuh, dipotong menjadi dua bagian, atau ditempatkan dalam kantong kain untuk melepaskan aromanya secara perlahan.

Diyakini bahwa praktik ini dapat menangkal masuk angin, serta memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi tubuh dan pikiran.

Tradisi ini telah ada setidaknya sejak awal tahun 1700-an dan dianggap sebagai ritual keberuntungan untuk tahun yang akan datang.

Babies Napping Outside, Finlandia dan Negara Nordik lainnya

Negara-negara Nordik terkenal dengan suhu rendah selama bulan-bulan musim dingin, sehingga penduduknya telah menemukan berbagai kegiatan untuk beradaptasi dengan kehidupan luar ruangan, tidak peduli musimnya.

Kegiatan tersebut seperti melompat ke dalam danau sedingin es, bermain ski lintas alam di taman kota, dan memberi kesempatan bayi untuk tidur siang di luar ruangan.

Bahkan, di negara seperti Denmark dan Finlandia, para ibu menemukan bahwa udara segar membantu bayi tidur lebih mudah, merangsang selera makan, dan meningkatkan kualitas tidur mereka.

Penelitian di Finlandia mencatat bahwa orang tua menemukan rentang suhu yang dapat diterima bayi untuk tidur siang, yakni berkisar antara -16 hingga 41 derajat Fahrenheit.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.