Akurat

Desa Konoha Ternyata Ada Di Indonesia, Kenali Obyek Wisata Lembah Harau

Sultan Tanjung | 13 November 2023, 21:35 WIB
Desa Konoha Ternyata Ada Di Indonesia, Kenali Obyek Wisata Lembah Harau

AKURAT.CO - Beberapa waktu yang lalu, Lembah Harau menjadi topik pembicaraan yang ramai di media sosial, terutama di kalangan penggemar seri anime dan komik Naruto.

Hal ini disebabkan oleh kesamaannya dengan salah satu lokasi dalam seri tersebut, yaitu Desa Konoha atau Konohagakure.

Minat orang untuk mengetahui lebih lanjut tentang Lembah Harau meningkat karena dianggap memiliki kemiripan visual yang menarik.

Baca Juga: Lembah Jin, Tempat Misterius Di Madinah Yang Memiliki Magnet Sangat Kuat

Lembah Harau terletak di nagari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, sekitar 50 km dari Bukittinggi atau sekitar 1,5 jam perjalanan.

Dengan luas sekitar 270,5 hektare, lembah ini dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang menjulang, mencapai ketinggian sekitar 100-500 meter.

Tebing-tebing ini sering dibandingkan dengan Hokage iwa atau tebing Hokage yang terdapat di Desa Konoha dalam dunia Naruto.

Meskipun kemiripan dengan Desa Konoha menjadi daya tarik utama, keindahan Lembah Harau tidak hanya terbatas pada tebing tinggi yang menyerupai Desa Konoha.

Lembah ini juga menyimpan pesona alam yang luar biasa dan menarik untuk dieksplorasi. Bagaimanakah keindahannya secara rinci?

Baca Juga: Serap Aspirasi UMKM Yogyakarta, Sandiaga Kenalkan Ekonomi Hijau Hingga Tips Pelatihan, Pemasaran, Dan Permodalan

Keunikan Batuan di Lembah Harau 

Dikutip dari situs Kemenparekraf RI, dalam kitab adat Minangkabau, Tambo, Kabupaten Lima Puluh Kota disebut sebagai negeri-negeri berair jernih dengan ikan-ikan jinak yang berenang di aliran sungainya.

Konon, banyak yang menyebut Lembah Harau dulunya adalah dasar lautan. Hal tersebut didukung fakta ilmiah tentang jenis batuan di perbukitan Lembah Harau yang merupakan batuan breksi dan konglomerat. Jenis batuan tersebut umumnya terdapat di dasar laut.

Fakta menarik lainnya dari tebing batuan yang mengelilingi Lembah Harau adalah usia batuan yang diperkirakan para peneliti berusia 40 juta tahun. Selain itu, tebing batuan di Lembah Harau juga banyak mengandung karbon organik, yaitu batuan yang terbentuk dari sisa-sisa organisme. 

Melihat berbagai keunikan tersebut, tak heran jika Lembah Harau ditetapkan sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa.

Salah satu satwa langka yang menghuni Lembah Harau adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), serta berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi.

Lembah Harau memiliki keunikan yang tidak hanya terlihat dari tebing-tebing batu tinggi, tetapi juga sebagai destinasi wisata dengan berbagai daya tarik lainnya bagi pengunjung.

Salah satu daya tarik tersebut adalah enam air terjun yang tersebar di kawasan Lembah Harau, yaitu Sarasah Aie Angek, Aie Luluih, Sarasah Jambu, Akar Berayun, Sarasah Bunta, dan Sarasah Murai. Setiap air terjun memiliki karakteristik dan ketinggian yang beragam.

Air Terjun Akar Berayun menjadi salah satu yang paling terkenal di Lembah Harau karena merupakan air terjun tertinggi dengan ketinggian sekitar 200 meter.

Lokasinya yang dekat dengan area parkir memudahkan pengunjung untuk langsung menyaksikannya.

Di bawah air terjun ini, terdapat kolam besar yang sering digunakan wisatawan untuk berenang atau bermain air, meskipun pada musim kemarau, air terjun dan kolamnya dapat mengering.

Bagi mereka yang ingin menikmati air terjun yang lebih sepi, pengunjung dapat melakukan trekking selama 10 menit menuju Air Terjun Sarasah Murai yang memiliki tujuh tingkatan dengan tinggi sekitar 10-15 meter. Konon, nama air terjun ini berasal dari kunjungan Burung Murai pada zaman dulu.

Selain keindahan alamnya, Lembah Harau juga menawarkan wisata tematik yang menarik bagi pengunjung.

Salah satu yang terbaru adalah Harau Sky, yang menyajikan waterpark, restoran, spot foto, dan penginapan di tengah keeksotisan Lembah Harau.

Selain itu, terdapat berbagai wisata tematik lainnya seperti kampung adat Minang di Kampung Sarasah, Kampung Korea Jepang, Kampung Eropa, Batang Tabik Waterpark, hingga Harau Dream Park.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.