Akurat Logo

Desa Wisata di Bali ini Sediakan Musholla Mewah Bagi Wisatawan Muslim, Beda Jauh dengan Senatornya Arya Wedakarna yang Diduga Rasis

Sultan Tanjung | 2 Januari 2024, 20:49 WIB
Desa Wisata di Bali ini Sediakan Musholla Mewah Bagi Wisatawan Muslim, Beda Jauh dengan Senatornya Arya Wedakarna yang Diduga Rasis

AKURAT.CO  Kala ramai pembicaraan mengenai dugaan rasis yang dilontarkan salah satu Senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Bali yaitu Arya Wedakarna.

Salah satu desa wisata di Pulau Bali ini justru menampilkan wajah toleransi kepada sesama umat beragama.

Desa tersebut bernama Desa Panglipuran yang berlokasi di Kabupaten Bangli yang jaraknya sekitar 40 Kilometer dari Kota Denpasar.

Meski mayoritas penduduknya adalah beragama Hindu, namun Desa Panglipuran rupanya menyediakan sarana ibadah untuk wisatawan muslim yaitu Musholla yang menurut salah satu pemilik akun X yaitu @md5hash16.

Potret toleransi Desa Panglipuran tersebut justru menjadi hal yang berbeda jauh dengan ungkapan salah satu Senator asal Bali Arya Wedakarna yang diduga rasis karena menyinggung soal pemakaian hijab bagi petugas Bea Cukai di Bali.

Arya Wedarkana menjadi sorotan sebab ucapannya yang ingin agar pegawai asli Bali ditempatkan di meja depan atau sebagai frontliner guna melayani penumpang dibandingkan dengan pegawai yang mengenakan hijab atau penutup kepala.

Baca Juga: Viral, Cuplikan Video Senator Bali Arya Wedakarna Diduga Rasis Sebut Hijab Penutup Kepala Enggak Jelas

"Saya gak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka," tutur Arya, dikutip Selasa (2/1/2024).

Kontroversi juga timbul saat Arya Wedakarna mengucapkan kalimat "penutup enggak jelas" untuk menggambarkan hijab yang digunakan sang pegawai wanita.

"Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East. Enak aja Bali, pakai bunga kek, pake apa kek," ungkapnya.

Usai viral, Arya Wedakarna pun mengunggah video konfirmasi terkait videonya bahwa videonya telah dipotong.

"Terkait video yang viral di masyarakat bahwa video ini telah dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab," klarifikasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.