Akurat Logo

Antusiasme Membludak dan Kualitas Kian Matang, Tanda Sepakbola Putri Indonesia Menuju Arah Positif

Dian Eko Prasetio | 2 November 2026, 14:06 WIB
Antusiasme Membludak dan Kualitas Kian Matang, Tanda Sepakbola Putri Indonesia Menuju Arah Positif
Laga final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2026 - 2027 antara SDN Kalirungkut 1/264 dan SDN Dr. Sutomo V/327 di Lapangan Brawijaya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/11/2026). MLSC.

AKURAT.CO, Geliat ekosistem pembinaan sepakbola putri usia dini di tanah air kian menunjukkan tren positif. Rangkaian kompetisi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya dan Bandung Seri 1 Musim 2026–2027 sukses mementaskan partai puncak pada Minggu (1/11/2026).

Panggung final di Kota Pahlawan mengukuhkan SDN Manukan Kulon sebagai kampiun Kategori Umur (KU) 10 serta SDN Kalirungkut 1/264 di kategori KU 12. Sementara itu, persaingan ketat di Kota Kembang melahirkan juara-juara baru, yakni SDN 075 Jatayu (KU 10) dan SDN 021 Ciporeat (KU 12).

Di balik kesuksesan penyelenggaraan tersebut, lonjakan partisipasi peserta dan peningkatan kualitas teknik di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan sepakbola putri di Indonesia bergerak ke arah yang semakin positif.

Lonjakan Peserta dan Munculnya Sekolah-Sekolah Debutan

Ajang pembinaan yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mencatatkan angka partisipasi yang masif di dua kota besar tersebut.

Baca Juga: MLSC Jakarta dan Solo Lahirkan Juara Baru, Bukti Ekosistem Sepakbola Putri Semakin Konsisten

Di Surabaya, sebanyak 1.598 atlet dari 88 SD/MI tumpah ruah bertanding di Lapangan Brawijaya dan Lapangan Bogowonto sejak 27 Oktober 2026. Menariknya, terdapat 23 sekolah yang berstatus sebagai partisipan baru.

Hal serupa tersaji di Bandung, di mana sebanyak 1.517 atlet dari 78 sekolah memadati Stadion Sidolig dan Lapangan Seskoad. Gelaran di Bandung juga diramaikan oleh kehadiran 12 sekolah debutan yang langsung unjuk gigi, bahkan sukses menyabet gelar juara.

Indikator Positif: Kualitas Teknik Pemain Semakin Matang

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna, menegaskan bahwa antusiasme tinggi yang diiringi dengan kematangan teknik para pemain belia menjadi bukti nyata perbaikan ekosistem olahraga ini.

"Di MLSC Surabaya dan Bandung alhamdulillah antusiasme sangat tinggi. Kualitasnya juga terlihat menonjol, bahkan di Bandung juara di KU 10 dan KU 12 adalah sekolah baru. Ini jadi tugas bagi tim talent scouting untuk MLSC All-Stars. Semoga kami kembali bisa menjaring bibit-bibit unggul untuk dibawa ke kancah tim nasional nantinya," kata Satia Chandra.

Pandangan senada disampaikan oleh Head Coach MilkLife Soccer Challenge Extra Training Surabaya, Sai Dong. Menurutnya, konsistensi kompetisi di level akar rumput terbukti melahirkan talenta-talenta menonjol yang siap dipersiapkan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk menyumbang pemain untuk ajang internasional seperti Singa Cup 2026.

"Saya melihat potensi-potensi pemain muda lebih menonjol di seri tahun ini. Ini menjadi satu hal yang positif sekali untuk pengembangan kemajuan sepakbola putri Indonesia ke depannya," tutur Sai Dong penuh optimisme.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.