Akurat Logo

Cegah Balap Liar, Lima Akses JLNT Antasari Ditutup Akhir Pekan

Okto Rizki Alpino | 2 November 2026, 14:11 WIB
Cegah Balap Liar, Lima Akses JLNT Antasari Ditutup Akhir Pekan
Lima akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari akan ditutup setiap akhir pekan mulai tengah malam. - Dok. Sudinhub Jakarta Selatan

AKURAT.CO Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan akan menutup lima akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari, setiap akhir pekan mulai tengah malam. Kebijakan ini ditempuh untuk menekan aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat, sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas.

Penutupan akses tersebut mulai diberlakukan pada 14 November 2026, setiap Sabtu dan Minggu pukul 00.00-04.00. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai maraknya balap liar di JLNT Antasari.

Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Bernad Oktavianus Pasaribu, mengatakan penutupan dilakukan bersama tiga pilar sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Penutupan JLNT Casablanca untuk Menekan Balap Liar Sudah Tepat

"Upaya mengantisipasi balap liar di JLNT Antasari sekaligus tindak lanjut atas aduan masyarakat. Kami bersama tiga pilar melakukan penutupan akses jalan pada jam tertentu demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama," kata Bernad kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Lima akses yang akan dipasangi portal tersebar di sejumlah titik. Dua portal dipasang di akses masuk (on ramp) Terminal Blok M, Kelurahan Melawai, dan dua lainnya di on ramp Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kelurahan Petogogan.

Sementara itu, satu portal dipasang di on ramp Masjid Al-I'tisham, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak. Satu portal lainnya berada di akses keluar (off ramp) Pasar Cipete Selatan, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, JLNT Casablanca Akan Ditutup Tiap Pukul 22.00 Hingga 15 April 2024

Bernad mengatakan, sosialisasi penutupan akses JLNT Antasari setiap akhir pekan terus dilakukan melalui berbagai platform media sosial resmi Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Dia berharap, pembatasan akses pada dini hari tersebut dapat mengurangi ruang bagi pelaku balap liar sekaligus mencegah potensi kecelakaan dan gangguan keamanan lainnya.

"Kami berharap kebijakan ini tidak hanya menekan aksi balap liar, tetapi juga menciptakan ketertiban lalu lintas dan mencegah gangguan keamanan lainnya di kawasan tersebut," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.