Lahirkan Juara Baru, MLSC Bandung dan Yogyakarta Jadi 'Kolam' Bibit Timnas Putri

AKURAT.CO, Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025-2026 di Bandung dan Yogyakarta resmi berakhir, Minggu (1/2).
Turnamen ini tidak hanya menyajikan drama di lapangan hijau, tetapi juga menjadi bukti nyata regenerasi pesepakbola putri Indonesia yang kian kompetitif.
Di Bandung, SDN 035 Soka (KU 10) dan SDN 036 Ujungberung (KU 12) sukses menyegel gelar juara.
Baca Juga: Ekosistem Sepak Bola Putri Meluas ke Kalimantan, Kehadiran Jacksen Tiago Jadi Magnet di MLSC
Sementara di Yogyakarta, tim debutan SDN Nglarang (KU 10) membuat kejutan dengan naik ke podium tertinggi, disusul SD Muhammadiyah Sapen yang menguasai kategori KU 12.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengungkapkan kekagumannya terhadap progres para peserta.
Menurut pelatih berlisensi UEFA A Pro ini, dominasi tim tertentu mulai terpatahkan karena intensitas latihan tim lainnya yang semakin merata.
"Hasil juara ini membuktikan mereka semakin rutin berlatih. Mereka sekarang lebih paham posisi dan penguasaan bola. Persaingan di setiap seri semakin sengit, juara tidak lagi didominasi oleh satu tim saja," ujar Timo.
Timo menebar optimisme tinggi untuk tim All-Stars Bandung. Ia yakin tim hasil kurasi dari Kota Kembang ini memiliki kans besar untuk berbicara banyak di level nasional.
"Jika dilihat dari hasil seri ini, All-Star Bandung punya kans untuk juara (nasional). Namun, saya harus kumpulkan dan bandingkan dulu pemain-pemain pilihan ini," tambahnya.
Baca Juga: Jacksen F Tiago Sebut MLSC Jalur Utama Menuju Timnas Putri
Senada dengan Timo, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17, Dian Nadia Mutiara, menilai rangkaian MLSC merupakan langkah strategis dalam pembibitan atlet.
Ia menganggap turnamen ini sebagai jembatan bagi para siswi menuju level profesional.
"Dari turnamen ini, bibit-bibit potensial bermunculan. Kompetisi ini sangat membantu staf pelatih Timnas Indonesia mencari potensi baru untuk regenerasi. Mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar," kata Dian.
Setelah merampungkan seri di berbagai kota, para talenta terbaik hasil kurasi akan mengikuti MilkLife Soccer Extra Training.
Puncaknya, mereka akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026 yang dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, pada Juni 2026.
Menariknya, pada level All-Stars nanti, format pertandingan akan berubah dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9, sebuah tantangan baru bagi para atlet muda untuk beradaptasi dengan lapangan yang lebih luas serta strategi yang lebih kompleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








