Profil Edinson Cavani: Ini Perjalanan Karier Striker Legendaris Uruguay yang Resmi Pensiun

AKURAT.CO Nama Edinson Cavani telah lama menjadi simbol ketajaman di dunia sepak bola. Kini, perjalanan panjang sang striker legendaris Uruguay resmi berakhir.
Di usia 38 tahun, Cavani mengumumkan pensiun setelah hampir dua dekade berkiprah di level tertinggi, meninggalkan jejak mendalam melalui gol, dedikasi, dan profesionalisme yang tak tergantikan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut profil Edinson Cavani dan perjalanan kariernya yang gemilang di dunia sepak bola.
Profil Edinson Cavani
Edinson Cavani merupakan mantan pemain sepak bola profesional asal Uruguay yang dikenal sebagai salah satu striker paling tajam dalam dua dekade terakhir.
Ia lahir di Salto, Uruguay, pada 14 Februari 1987 dan mengawali karier profesionalnya sebagai penyerang dengan naluri mencetak gol yang kuat serta etos kerja tinggi.
Baca Juga: Edinson Cavani Umumkan Pensiun dari Uruguay Menjelang Gelaran Copa America
Sepanjang kariernya, Cavani identik dengan gaya bermain agresif, pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan penyelesaian akhir yang klinis. Julukan El Matador melekat kuat padanya berkat insting predator di kotak penalti lawan.
Berkat konsistensi dan dedikasinya, Cavani dikenal luas sebagai striker legendaris Uruguay yang sukses menorehkan prestasi di berbagai liga top Eropa hingga level internasional.
Perjalanan Karier Edinson Cavani
Perjalanan karier Edinson Cavani dimulai dari klub lokal Uruguay, Danubio, tempat ia pertama kali menunjukkan bakatnya sebagai penyerang muda berbakat. Penampilan impresif di level domestik membuka jalan Cavani ke Eropa setelah direkrut Palermo pada 2007.
Bersama Palermo, Cavani mulai dikenal sebagai striker pekerja keras dengan naluri mencetak gol yang tajam. Dalam empat musim, ia mencatatkan puluhan gol dan menarik perhatian klub-klub besar Italia.
Titik balik kariernya terjadi saat bergabung dengan Napoli pada 2010, di mana namanya melesat ke jajaran striker elite Eropa.
Baca Juga: Roma vs MU: Edinson Cavani Si Tua-Tua Keladi
Di Napoli, Cavani tampil luar biasa dengan torehan lebih dari 100 gol dari berbagai kompetisi. Ia meraih gelar top skor Serie A musim 2012–2013 dan membawa klub meraih Coppa Italia, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai striker legendaris Uruguay.
Kesuksesan tersebut mengantarkan Cavani ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2013 dengan nilai transfer yang memecahkan rekor sepak bola Prancis kala itu.
Bersama PSG, Cavani menikmati masa keemasan dengan menjuarai berbagai gelar domestik, dua kali menjadi pencetak gol terbanyak Ligue 1, serta mencatatkan diri sebagai top skor sepanjang masa klub untuk beberapa tahun.
Memasuki fase akhir karier, Cavani melanjutkan petualangannya ke Manchester United, lalu ke Valencia, sebelum menutup perjalanan panjangnya di dunia sepak bola bersama Boca Juniors.
Meski tak lagi berada di puncak performa, dedikasi, semangat juang, dan profesionalismenya tetap menjadi teladan hingga akhirnya memutuskan pensiun.
Pengumuman Pensiun Edinson Cavani
Setelah hampir dua dekade berkarier di level tertinggi, Edinson Cavani akhirnya mengumumkan keputusan besar dalam hidupnya. Pengumuman tersebut disampaikan secara sederhana melalui media sosial pada akhir Desember 2025, namun sarat makna dan emosi.
Dalam pesannya, striker legendaris Uruguay itu menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada dunia sepak bola yang telah membentuk perjalanan hidupnya.
"Terima kasih banyak, sepak bola," tulis Cavani, dikutip dari Vietnam.vn, Selasa (30/12).
Cavani menegaskan bahwa sepak bola telah mengajarkannya banyak hal, mulai dari menghadapi kegagalan hingga melewati masa-masa sulit.
Baca Juga: 5 Potret Edinson Cavani dan Virzha yang Disebut Mirip, Susah Bedain
Ia merasa meninggalkan lapangan dengan hati tenang karena telah memberikan yang terbaik dalam setiap latihan dan pertandingan, baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.
Keputusan pensiun Cavani disambut haru oleh penggemar dan pelaku sepak bola dunia. Tanpa selebrasi besar atau upacara megah, Cavani memilih pamit dengan cara yang mencerminkan dirinya selama ini: sederhana dan penuh makna.
Berakhirnya perjalanan karier Edinson Cavani menandai perpisahan dunia sepak bola dengan salah satu penyerang terbaik dalam generasinya.
Sebagai striker legendaris Uruguay, Cavani tidak hanya dikenang lewat gol dan trofi, tetapi juga melalui etos kerja, sikap profesional, serta ketulusan dalam bermain.
Meski telah resmi pensiun, warisan Edinson Cavani akan terus hidup dalam sejarah sepak bola dunia dan ingatan para penggemar.
Ia pergi bukan sebagai pemain yang haus sorotan, melainkan sebagai legenda sejati yang meninggalkan lapangan dengan kepala tegak dan penuh kehormatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








