Akurat

Profil Irene Sukandar: Agama, Suami, Pendidikan, dan Perjalanan Karier Pecatur Indonesia

Kosim Rahman | 9 Desember 2025, 11:10 WIB
Profil Irene Sukandar: Agama, Suami, Pendidikan, dan Perjalanan Karier Pecatur Indonesia

AKURAT.CO Nama Irene Sukandar kembali menjadi sorotan publik setelah kabar pernikahannya viral.

Sebagai pecatur Indonesia berprestasi internasional, Irene dikenal luas karena kiprahnya di dunia catur dunia.

Kini, ia semakin disorot setelah Irene Sukandar menikah dengan Eric Rosen, pecatur internasional dan kreator konten asal Amerika Serikat.

Simak profil Irene Sukandar hingga perjalanan kariernya yang menginspirasi.

Profil dan Agama Irene Sukandar

Irene Kharisma Sukandar lahir di Jakarta pada 7 April 1992. Ia merupakan anak dari pasangan Singgih Heyzkel dan Cici Ratna Mulya.

Baca Juga: Sejarah Baru! Duel Catur Irene Sukandar vs Raffi Ahmad Ini Belum Pernah Ada di Dunia

Publik juga banyak menelusuri mengenai agama Irene Sukandar, dan berdasarkan berbagai sumber serta unggahannya yang bernuansa rohani, ia disebut memeluk agama Kristen.

Selain dikenal sebagai atlet, Irene juga aktif membagikan momen keseharian, edukasi catur, serta perjalanan karier melalui media sosial.

Riwayat Pendidikan Irene Sukandar

Perjalanan akademis Irene dimulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Indonesia.

Ia pernah bersekolah di SD Negeri 3 Pagi Kebayoran Lama, lalu melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 16 Bekasi, kemudian SMA Nusantara Jakarta Timur.

Setelah lulus, Irene menempuh kuliah di Universitas Gunadarma dengan mengambil jurusan Sastra Inggris.

Selain pendidikan formal, Irene juga mengikuti pelatihan intensif di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi sejak tahun 1999.

Baca Juga: Tepati Janji, Hardiyanto Kenneth Bawa DKI Jakarta Pertahankan Juara Umum di Kejurnas Catur 2025

Awal Ketertarikan pada Catur

Ketertarikan Irene pada catur bermula dari lingkungan keluarga. Saat masih kecil, ia melihat ayahnya mengajarkan permainan catur kepada sang kakak.

Dari situlah minatnya tumbuh hingga akhirnya ia mulai berlatih serius sejak usia 8 tahun.

Latihan intensif yang dilakukan selama 3–4 jam per hari membuatnya berkembang pesat dan mulai mengikuti kompetisi sejak sekolah dasar.

Prestasi dan Karier Irene Sukandar

Perjalanan karier Irene penuh pencapaian. Ia berhasil meraih gelar Woman Grand Master (WGM) dan menjadi pecatur wanita pertama dari Indonesia yang mendapatkan gelar tersebut.

Pada usia 11 tahun, ia bahkan sudah membawa pulang dua medali perak di ajang SEA Games Vietnam 2003 dan menjadi atlet termuda dalam delegasi.

Beberapa prestasinya antara lain:

  • Juara turnamen catur ASEAN sejak usia 10 tahun
  • Medali Olimpiade Catur di Spanyol
  • Medali emas International Chess Rapid SEA Games 2013
  • Juara Asian Continental Chess Championship 2012 dan 2014
  • Juara Australian Women’s Masters pada 2014

Baca Juga: Turnamen Catur Hariman Siregar II, Semangat Kepahlawanan dalam Strategi dan Sportivitas

Terbaru, pada ajang FIDE World Rapid & Blitz Championship 2024 di New York, Irene sukses menembus peringkat sembilan besar dunia, sebuah kebanggaan besar bagi Indonesia.

Pernikahan Irene Sukandar dengan Eric Rosen

Pada Desember 2025, Irene mengejutkan publik dengan kabar bahagia mengenai pernikahannya dengan Eric Rosen.

Eric mengumumkan kabar tersebut melalui unggahan di akun sosial medianya. Respons hangat pun datang dari komunitas catur dunia, termasuk dari Grand Master Hikaru Nakamura dan sejumlah pemain perempuan internasional.

Pasangan ini diketahui menjalin hubungan secara pribadi sebelum akhirnya membuka kabar pernikahan ke publik.

Nama Irene sempat menjadi viral nasional pada 2021 setelah pertandingan melawan Dadang Subur atau yang dikenal sebagai Dewa Kipas.

Momen tersebut mengubah persepsi publik terhadap olahraga catur dan menjadikan Irene salah satu tokoh yang paling diperbincangkan di ekosistem digital.

Itulah profil lengkap Irene Sukandar mulai dari agama, suami, prestasi, pendidikan, hingga perjalanan kariernya sebagai pecatur Indonesia berprestasi dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.