Dani Alves Sangkal Lakukan Kekerasan Seksual: Tidak Pernah, Saya Bukan Tipe Pria Seperti Itu

AKURAT.CO Mantan pemain sepak bola Brasil, Dani Alves, menegaskan bahwa dia melakukan hubungan seks atas dasar suka sama suka dan tidak melakukan kekerasan seksual.
Hal tersebut disampaikan Dani Alves saat memberikan saksi dalam persidangannya atas tuduhan kekerasan seksual kepada seorang wanita di klub malam Barcelona pada 2022.
Berbicara dengan tenang, tetapi diakhiri dengan air mata, Dani Alves mengatakan pelapor telah menyentuh alat kelaminnya saat menari dan dengan sukarela menemaninya ke kamar kecil.
Mantan pemain Barcelona itu menyampaikan bahwa ia melakukan seks oral pada pelapor dan mereka melakukan hubungan seksual.
Baca Juga: Mantan Pemain Barcelona Dani Alves Diadili di Spanyol Atas Dugaan Pelecehan Seksual
Ketika ditanya apakah dia memaksanya untuk melakukan hubungan seks dan bertindak kasar atau tidak mengizinkannya meninggalkan ruangan, Alves mengatakan tidak pernah.
"Tidak pernah. Saya bukan tipe pria seperti itu. Saya bukan pria yang suka melakukan kekerasan," tutur pria 40 tahun itu, dikutip Kamis (8/2/2024).
Pernyataan Alves menutup tiga hari kesaksian dalam persidangan, yang kini memasuki tahap musyawarah oleh panel yang terdiri dari tiga hakim.
Jaksa penuntut umum menuduh Alves memaksa wanita tersebut untuk melakukan hubungan seks tanpa persetujuannya dan tanpa menggunakan kondom. Wanita berusia 23 tahun itu memberikan kesaksian di balik layar dengan suara yang disamarkan untuk melindungi identitasnya.
Jaksa menuntut hukuman penjara sembilan tahun dan Alves harus membayar ganti rugi sebesar USD163.215 kepada korban. Pihak pelapor menuntut hukuman penjara selama 12 tahun.
Baca Juga: Klasemen Liga Spanyol: Barcelona ke Posisi 3 Geser Atletico, Girona Gagal Salip Madrid
Alves ditangkap pada Januari tahun lalu dan sejak saat itu ditahan. Dia awalnya menyangkal melakukan hubungan seksual dengan wanita yang katanya tidak dia kenal.
Namun kemudian mengatakan bahwa mereka melakukan hubungan seks di toilet sebuah klub malam dan menambahkan bahwa dia awalnya menyangkal untuk melindungi pernikahannya.
Kasus ini telah menarik perhatian yang signifikan tidak hanya karena profil Alves, tetapi juga karena kekerasan seksual merupakan tema politik yang dominan di Spanyol.
Dua orang teman korban mengatakan kepada pengadilan bahwa Alves meraba-raba mereka pada malam itu sebelum diduga melakukan pelecehan seksual terhadap teman mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








