Doraemon Pamit dari TV Nasional? Ini Asal-usul dan Perjalanan Panjangnya di Indonesia

AKURAT.CO Film kartun dan animasi Doraemon menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah televisi nasional di Indonesia.
Sejak pertama kali hadir di layar kaca RCTI, serial animasi legendaris ini menemani berbagai generasi penonton.
Kini, kabar pamitnya Doraemon dari televisi nasional kembali mengundang nostalgia sekaligus perhatian publik, terutama soal asal usul Doraemon dan perjalanan panjangnya di Indonesia.
Doraemon, Animasi Ikonik di Televisi Nasional
Doraemon dikenal luas sebagai salah satu film kartun anak paling populer di Indonesia. Karakter robot kucing dari abad ke-22 ini rutin hadir di televisi nasional dan menjadi tontonan keluarga, khususnya pada akhir pekan.
Popularitas Doraemon tidak hanya bertahan singkat, tetapi berlangsung selama puluhan tahun sejak era 1990-an.
Kehadiran Doraemon di RCTI bahkan sempat menjadi agenda wajib Minggu pagi bagi banyak keluarga Indonesia.
Seiring waktu, jadwal tayangnya mengalami perubahan, dari mingguan hingga sempat tayang hampir setiap hari.
Asal Usul Doraemon dan Awal Tayang di Indonesia
Membahas asal usul Doraemon, karakter ini diciptakan oleh mangaka Jepang, Fujiko F. Fujio. Doraemon pertama kali muncul dalam bentuk manga yang diterbitkan pada tahun 1969.
Cerita tersebut kemudian diadaptasi menjadi serial animasi yang diproduksi oleh Shin-Ei Animation dan ditayangkan di Jepang melalui TV Asahi.
Di Indonesia, Doraemon mulai dikenal luas setelah tayang di televisi nasional pada 9 Desember 1990.
Baca Juga: Jejak Karir Nobuyo Oyama, Pengisi Suara Doraemon yang Telah Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
Sejak saat itu, animasi Doraemon berkembang menjadi salah satu tayangan anak dengan basis penggemar lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang tumbuh bersama serial ini.
Perjalanan Panjang Doraemon di RCTI
Selama lebih dari tiga dekade, Doraemon menjadi bagian dari sejarah penyiaran televisi nasional, khususnya di RCTI.
Kisah Doraemon, Nobita, dan alat-alat canggih dari masa depan tak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral tentang persahabatan, tanggung jawab, dan kejujuran.
Stabilnya popularitas Doraemon membuat animasi ini bertahan di tengah perubahan tren tontonan dan munculnya berbagai program baru.
Tak heran jika kabar berhentinya penayangan Doraemon di RCTI menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Pamit dari Televisi Nasional, Bukan Akhir Doraemon
Meski disebut pamit dari televisi nasional, Doraemon sejatinya tidak benar-benar menghilang. Serial animasi ini masih terus diproduksi dan dapat disaksikan melalui berbagai platform streaming resmi serta kanal digital berlisensi.
Peralihan dari televisi nasional ke platform digital mencerminkan perubahan pola konsumsi tontonan masyarakat.
Baca Juga: 7 Fakta Unik Doraemon Yang Belum Banyak Diketahui, Ternyata Bikin Terkejut
Generasi baru kini lebih akrab dengan layanan daring, sementara Doraemon tetap relevan sebagai animasi lintas zaman.
Perjalanan film kartun Doraemon di Indonesia mencerminkan bagaimana sebuah animasi mampu bertahan dan melekat kuat dalam ingatan publik.
Dari asal usul Doraemon sebagai manga Jepang, hadir di televisi nasional melalui RCTI, hingga kini beralih ke platform digital, Doraemon tetap menjadi ikon animasi yang dicintai berbagai generasi.
Meski pamit dari layar TV nasional, pesona Doraemon dipastikan masih terus hidup di hati para penggemarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









