Akurat

(Update) Daftar Lengkap Pemenang FFI 2025: Pangku Jadi Film Panjang Terbaik

Idham Nur Indrajaya | 20 November 2025, 21:57 WIB
(Update) Daftar Lengkap Pemenang FFI 2025: Pangku Jadi Film Panjang Terbaik

 

AKURAT.CO

Festival Film Indonesia (FFI) 2025 kembali menjadi sorotan berkat rangkaian penghargaan yang digelar pada 20 November 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Gelaran akbar ini menghadirkan malam apresiasi untuk para sineas Indonesia yang tahun ini bersaing ketat membawa karya terbaiknya. Mengusung tema “Puspawarna Sinema Indonesia”, edisi ke-45 ini menegaskan bahwa ragam cerita, teknik visual, hingga kekuatan narasi film nasional semakin bertumbuh pesat.

Acara penganugerahan dipandu oleh Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara, serta disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Festival Film Indonesia dan Kementerian Kebudayaan RI. Persaingan tahun ini cukup merata, terutama antara beberapa film yang mendominasi nominasi seperti Pengepungan di Bukit Duri, The Shadow Strays, Sore: Istri dari Masa Depan, Perang Kota, dan Jumbo. Kini, seluruh kategori akhirnya diumumkan, termasuk Sutradara Terbaik dan Film Cerita Panjang Terbaik yang selalu menjadi pusat perhatian.

Berikut rangkuman lengkapnya yang sudah diperbarui dengan data terbaru.


Kategori Film Animasi: Pendek dan Panjang

Film Animasi Pendek Terbaik

Kategori animasi pendek tahun ini menobatkan “So I Pray” karya Amy Rahmadhita dan Re:Anima sebagai pemenang. Film ini mengungguli empat karya lain yang tak kalah kuat, yakni:

  • Get Money (Hansen Windarta)

  • Kwartet: Gupala Sang Jagawana (Dieky Suprayogi dan Oni Suandiko)

  • Sanong Ingin ke Pesta (Firman Widyasmara)

  • Wae (Limina Febriana)

Visual dan kekuatan narasi menjadi faktor utama yang membuat film ini menonjol di tengah persaingan ketat di ranah animasi lokal.

Film Animasi Panjang Terbaik

Untuk kategori film animasi panjang, Jumbo garapan Ryan Adriandhy, Anggia Kharisma, dan Novia Puspa Sari keluar sebagai yang terbaik. Dua film lain yang ikut bersaing adalah Panji Tengkorak serta Warkop DKI Kartun, masing-masing diproduksi oleh Daryl Wilson dan Frederica.
Kemenangan Jumbo menjadi bukti bahwa film animasi panjang Indonesia semakin mapan dan mampu bersaing secara teknis maupun artistik.


Film Pendek Terbaik

FFI 2025 memberikan penghargaan Film Pendek Terbaik kepada “Sammi, Who Can Detach His Body Parts”, karya Rein Maychaelson, Ihsan Ibrahim, dan Astrid Saerong. Cerita unik serta eksekusi visual yang matang membuat film ini menonjol di antara kompetitor:

  • Anak Macan (Amar Haikal, Michael Rainheart, dan Ardine L. Hakim)

  • Dengarlah Nyanyian Ping Pong (Andrew Kose dan Livia Agatha)

  • Little Rebels Cinema Club (Khozy Rizal, Hardy Yohansyah, Rayner Wijaya, dan Gading Giarono)

  • Pelabuhan Berkabut (Haris Yuliyanto dan Annisa Dewi)


Kategori Tata Artistik, Kostum, dan Rias

Penata Busana Terbaik

Victoria Esti Wahyuni memenangkan kategori Penata Busana Terbaik lewat karyanya di The Shadow Strays. Ia mengungguli:

  • Hagai Pakan (Gowok: Kamasutra Jawa)

  • Hagai Pakan (Panggil Aku Ayah)

  • Meutia Pudjowarsito (Perang Kota)

  • Retno Ratih Damayanti (Siapa Dia)

Detail kostum yang mendukung kekuatan visual film menjadi nilai tambah yang membuat Victoria unggul pada kategori ini.

Penata Rias Terbaik

Kategori Penata Rias Terbaik dimenangkan oleh Novie Ariyanti berkat karyanya dalam Pengepungan di Bukit Duri. Ia bersaing dengan:

  • Aktris Handradjasa (Siapa Dia)

  • Eba Sheba (Perang Kota)

  • Ernaka Puspita (The Shadow Strays)

  • Faradila Evariani (Gowok: Kamasutra Jawa)

Riasan yang mampu menguatkan karakter dan suasana cerita menjadi aspek penting yang membuatnya terpilih sebagai pemenang.


Pemeran Pendukung: Perempuan dan Pria

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik

Aktris senior Christine Hakim kembali membuktikan kualitasnya lewat perannya sebagai Maya dalam film Pangku, yang mengantarkannya memenangkan kategori ini. Ia menyingkirkan pesaing kuat:

  • Artika Sari Devi sebagai Yanti (Dia Bukan Ibu)

  • Hana Malasan sebagai Umbra (The Shadow Strays)

  • Raihaanun sebagai Ratri Sujita (Gowok: Kamasutra Jawa)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Omara Esteghlal berhasil meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik lewat perannya sebagai Jefri Hariman dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Ia unggul dari:

  • Boris Bokir sebagai Tatang (Panggil Aku Ayah)

  • Jerome Kurnia sebagai Hazil (Perang Kota)

  • Reza Rahadian sebagai Kamanjaya (Gowok: Kamasutra Jawa)


Efek Visual dan Penyuntingan Gambar

Penata Efek Visual Terbaik

Tim efek visual film Pengepungan di Bukit Duri meraih kemenangan melalui kolaborasi Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GajaFX, dan No3G Visual Effects. Mereka mengungguli kompetitor seperti:

  • Bintang Adi Pradana (Dia Bukan Ibu)

  • Gaga Nugraha Ramadhan (Qodrat 2)

  • Mattebox Visualworks – Riza Thohariansyah dan Rifandy Rasyid – (The Shadow Strays)

  • Muhammad Nur Huda (Perang Kota)

Penyunting Gambar Terbaik

Kategori ini dimenangkan oleh Hendra Adhi Susanto untuk film Sore: Istri dari Masa Depan, mengalahkan editor-editor berpengalaman seperti:

  • Akhmad Fesdi Anggoro (Pangku)

  • Aline Jusria (Home Sweet Loan)

  • Dinda Amanda (The Shadow Strays)

  • Haris F. Syah & Wawan I. Wibowo (Gowok: Kamasutra Jawa)

  • Joko Anwar, Erwin Prasetya Kurniawan, dan Teguh Raharjo (Pengepungan di Bukit Duri)


Penghargaan Artistik dan Sinematografi

Pengarah Artistik Terbaik

Eros Eflin membawa pulang penghargaan berkat karyanya dalam film Pangku. Ia berhasil unggul dari deretan nominasi yang terdiri dari:

  • Ahmad Zulkarnaen (Panggil Aku Ayah)

  • Antonius Boedy (The Shadow Strays)

  • Dennis Sutanto (Pengepungan di Bukit Duri)

  • Dita Gambiro (1 Kakak 7 Ponakan)

  • Frans X.R. Paat (Perang Kota)

Pengarah Sinematografi Terbaik

Kategori ini dimenangkan oleh Ical Tanjung lewat sinematografi kuat dalam Pengepungan di Bukit Duri. Pesaingnya antara lain:

  • Batara Goempar (The Shadow Strays)

  • Dimas Bagus Triatma (Sore: Istri dari Masa Depan)

  • Muhammad Firdaus (Siapa Dia)

  • Roy Lolang (Perang Kota)


Penghargaan Pilihan Penonton

Aktris Pilihan Penonton

Leya Princy terpilih sebagai pemenang melalui penampilannya dalam film Rangga & Cinta, mengungguli:

  • Aurora Ribero (Komang)

  • Freya Jayawardana (1 Kakak 7 Ponakan)

  • Jasmine Nadya (Rangga & Cinta)

  • Sheila Dara Aisha (Sore: Istri dari Masa Depan)

Aktor Pilihan Penonton

Kategori ini dimenangkan oleh El Putra Sarira untuk perannya dalam Rangga & Cinta, bersaing dengan:

  • Adzando Davema (Komang)

  • Chicco Kurniawan (1 Kakak 7 Ponakan)

  • Dion Wiyoko (Sore: Istri dari Masa Depan)

  • Keisha Alvaro (Komang)

Film Pilihan Penonton

Film Rangga & Cinta juga keluar sebagai pemenang kategori ini. Nominasi lainnya meliputi:

  • 1 Kakak 7 Ponakan

  • Jumbo

  • Komang

  • Sore: Istri dari Masa Depan


Penghargaan Khusus, Dokumenter, dan Musik

Kritik Film Terbaik

Penghargaan ini diberikan kepada Catra Wardhana.

Film Terlaris

Predikat Film Terlaris tahun ini jatuh kepada Jumbo.

Penghargaan Seumur Hidup

Tiga nama besar menerima Lifetime Achievement Award:

  • El Manik

  • Franki Raden

  • Hendrick Gozali

Film Dokumenter Panjang Terbaik

Pemenangnya adalah Tambang Emas Ra Ritek, mengungguli:

  • Goodbye Tarling

  • Forgive Me Darling

  • Jagad’e Raminten

  • Kidung Tani

  • Swaradwipa

Film Dokumenter Pendek Terbaik

Kategori ini dimenangkan oleh Sie, melampaui nominasi:

  • Pendekar Daster Rombeng & Pendongeng Sakti

  • Sadiang Harus Pulang

  • Satu Langkah Lagi

  • The Other Daughter

Pencipta Lagu Tema Terbaik

Karya “Terbuang dalam Waktu” dari Gerald Situmorang, Iga Massardi, dan Asteriska (Sore: Istri dari Masa Depan) terpilih sebagai yang terbaik.

Penata Musik Terbaik

Aghi Narottama memenangkan kategori ini lewat musik untuk Pengepungan di Bukit Duri.

Penata Suara Terbaik

Penghargaan diberikan kepada Ridho Fachri & Indrasetno Vyatrantra untuk film Home Sweet Loan.


Penulis Skenario Terbaik

Skenario Adaptasi Terbaik

Dimenangkan oleh Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie lewat Home Sweet Loan.

Skenario Asli Terbaik

Penghargaan jatuh kepada Reza Rahadian dan Felix K. Nesi untuk film Pangku.


Pemeran Utama: Perempuan dan Pria

Pemeran Utama Perempuan Terbaik

Sheila Dara Aisha keluar sebagai pemenang berkat perannya sebagai Sore dalam Sore: Istri dari Masa Depan.

Pemeran Utama Pria Terbaik

Kategori ini dimenangkan oleh Ringgo Agus Rahman lewat perannya sebagai Dedi dalam Panggil Aku Ayah.


Sutradara Terbaik

Penghargaan sutradara terbaik tahun ini diraih Yandy Laurens berkat kepiawaiannya menyutradarai Sore: Istri dari Masa Depan. Ia bersaing ketat dengan jajaran sineas papan atas:

  • Joko Anwar (Pengepungan di Bukit Duri)

  • Mouly Surya (Perang Kota)

  • Ryan Adriandhy (Jumbo)

  • Timo Tjahjanto (The Shadow Strays)


Film Cerita Panjang Terbaik

Kategori paling bergengsi, Film Cerita Panjang Terbaik, diberikan kepada Pangku, diproduseri Arya Ibrahim. Film ini unggul dari empat nominasi lain:

  • Jumbo

  • Pengepungan di Bukit Duri

  • Perang Kota

  • Sore: Istri dari Masa Depan


Penutup

FFI 2025 sekali lagi menunjukkan bagaimana kreativitas dan kualitas sineas Tanah Air terus berkembang. Dengan ragam karya yang lahir tahun ini, sinema Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai industri yang dinamis, berkarakter, dan siap melangkah ke kancah internasional.
Untuk kabar terbaru seputar dunia film, perkembangan industri hiburan, dan informasi terkini lainnya, kamu bisa terus mengikuti pembaruan berikutnya di AKURAT.CO

Baca Juga: Imbas Ketegangan Soal Taiwan, China Hentikan Rilis Dua Film Animasi Jepang

Baca Juga: Amanda Manopo Debut Mendaki Gunung Lewat Film Dusun Mayit, Tayang 31 Desember

FAQ

1. Kapan Festival Film Indonesia (FFI) 2025 diselenggarakan?

FFI 2025 digelar pada 20 November 2025 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

2. Apa tema FFI 2025?

Tema FFI 2025 adalah “Puspawarna Sinema Indonesia”, yang menonjolkan keberagaman cerita, teknik visual, dan perkembangan sinema Indonesia.

3. Siapa pembawa acara FFI 2025?

Acara dipandu oleh Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara.

4. Film apa yang memenangkan kategori Film Cerita Panjang Terbaik 2025?

Pemenang kategori Film Cerita Panjang Terbaik adalah Pangku, diproduseri oleh Arya Ibrahim.

5. Siapa Sutradara Terbaik FFI 2025?

Penghargaan Sutradara Terbaik diraih oleh Yandy Laurens untuk film Sore: Istri dari Masa Depan.

6. Siapa yang memenangkan Pemeran Utama Perempuan Terbaik?

Kategori ini dimenangkan oleh Sheila Dara Aisha lewat perannya sebagai Sore di film Sore: Istri dari Masa Depan.

7. Siapa pemenang Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2025?

Ringgo Agus Rahman menang berkat perannya sebagai Dedi dalam Panggil Aku Ayah.

8. Film apa yang meraih Film Animasi Panjang Terbaik?

Kategori Film Animasi Panjang Terbaik dimenangkan oleh Jumbo.

9. Siapa pemenang Film Animasi Pendek Terbaik FFI 2025?

Pemenangnya adalah So I Pray karya Amy Rahmadhita dan Re:Anima.

10. Film pendek apa yang menjadi pemenang di FFI 2025?

Film pendek Sammi, Who Can Detach His Body Parts keluar sebagai pemenang Film Pendek Terbaik.

11. Siapa yang memenangkan kategori Penata Busana Terbaik?

Penghargaan ini diraih oleh Victoria Esti Wahyuni untuk film The Shadow Strays.

12. Siapa pemenang Penata Rias Terbaik tahun ini?

Kategori Penata Rias Terbaik dimenangkan oleh Novie Ariyanti lewat Pengepungan di Bukit Duri.

13. Film apa yang menjadi Film Pilihan Penonton 2025?

Rangga & Cinta terpilih sebagai Film Pilihan Penonton.

14. Siapa Aktris dan Aktor Pilihan Penonton FFI 2025?

  • Aktris Pilihan Penonton: Leya Princy

  • Aktor Pilihan Penonton: El Putra Sarira

15. Film apa yang menjadi Film Terlaris tahun ini?

Predikat Film Terlaris 2025 jatuh kepada Jumbo.

16. Siapa penerima Lifetime Achievement Award FFI 2025?

Tiga tokoh yang menerima penghargaan seumur hidup adalah:

  • El Manik

  • Franki Raden

  • Hendrick Gozali

17. Apa dokumenter panjang terbaik FFI 2025?

Tambang Emas Ra Ritek menjadi pemenang Dokumenter Panjang Terbaik.

18. Siapa pemenang kategori Skenario Asli dan Adaptasi Terbaik?

  • Skenario Adaptasi Terbaik: Widya Arifianti & Sabrina Rochelle Kalangie (Home Sweet Loan)

  • Skenario Asli Terbaik: Reza Rahadian & Felix K. Nesi (Pangku)

19. Siapa pemenang Pengarah Sinematografi Terbaik?

Kategori ini dimenangkan oleh Ical Tanjung untuk Pengepungan di Bukit Duri.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.