Kembali Trending! Intip Lirik "Si Paling Mahir" Raisa yang Diduga Curhat Rumah Tangga

AKURAT.CO Nama penyanyi pop ternama Indonesia, Raisa Andriana, kembali mendominasi perbincangan publik.
Bukan hanya karena karya terbarunya, tetapi salah satu lagu lama dari albumnya, "Si Paling Mahir", mendadak kembali trending dan menjadi sorotan.
Baca Juga: Profil Hamish Daud, Aktor dan Aktivis Lingkungan yang Tengah Diterpa Isu Cerai!
Lagu yang dirilis pada tahun 2024 ini tiba-tiba viral lagi, terutama setelah isu sensitif seputar kehidupan pribadi Raisa mencuat.
Banyak warganet dan penggemar yang mengaitkan lirik lagu ini sebagai curahan hati (curhat) mendalam Raisa mengenai beban dan perjuangan yang dipikul sendirian dalam sebuah hubungan, bahkan rumah tangga.
Oleh karena itu, mari simak lirik lagu Si Paling Mahir yang dinyanyikan oleh Raisa Andriana.
Lirik Lagu Si Paling Mahir
Usahaku buatmu nyaman
Jadi tempat berlabuh yang aman
Tiap kecewa yang kurasakan
Hanya bisa kujadikan pelajaran
Harus meredam semua amarah
Terus abaikan segala gundah
Jangan sampai terucap lelah
Walau kadang ingin ku menyerah
Adakah berharga
Akankah bahagia
Kalau bukan aku, siapa yang bisa
Membuat yang sulit terlihat mudah
Kalau bukan aku, siapa yang mau
Membuat yang berat terlihat ringan dengan indah
Aku Si Paling Mahir
Terlihat baik-baik saja
Apalah gunanya tangisan
Bila tak ada yang jadi ringan
Aku pembuat keputusan
Ingin aku berganti peranan, tapi…
Kalau bukan aku, siapa yang bisa
Membuat yang sulit terlihat mudah
Kalau bukan aku, siapa yang mau
Membuat yang berat terlihat ringan dengan indah
Aku Si Paling Mahir
Terlihat baik-baik saja
Baik saja, ku baik saja
Aku Si Paling Mahir
Terlihat baik-baik saja
Makna Lagu Si Paling Mahir
Lagu “Si Paling Mahir” merupakan karya emosional Raisa yang ia tulis bersama Lafa Pratomo dan Haris Pranowo. Lewat lagu ini, Raisa menyuarakan perasaan seseorang yang selalu berusaha tampak kuat di hadapan dunia meski di balik senyum dan ketegaran itu, ada hati yang rapuh dan lelah.
Raisa menjelaskan bahwa lagu ini adalah bentuk pelukan bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam diam. “Menjadi kuat bukan berarti tak boleh rapuh. Semua orang berhak merasa lelah dan butuh tempat bersandar,” ungkapnya.
Kini, di tengah berbagai isu dan sorotan terhadap kehidupannya, makna lirik “Si Paling Mahir” terasa semakin menyentuh. Lagu ini seolah menggambarkan sisi manusiawi seseorang yang pandai menyembunyikan luka di balik senyum yang tegar.
Lebih dari sekadar karya musik, “Si Paling Mahir” menjadi simbol bagi banyak orang yang terus berusaha bertahan meski dunia menuntut mereka untuk selalu tampak kuat, dewasa, dan sempurna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









