Bertambah Lagi, Kini Sudah 43 Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025

AKURAT.CO Festival musik Pestapora 2025 yang seharusnya jadi perayaan besar justru diwarnai kontroversi. Puluhan musisi memutuskan untuk mundur dari daftar penampil Festival musik Pestapora 2025 setelah mengetahui salah satu sponsor acara adalah PT Freeport Indonesia. Keputusan ini dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka junjung, terutama soal isu lingkungan.
Kontroversi ini semakin mencolok karena pada gelaran tahun 2023 lalu, Pestapora sempat menggandeng Greenpeace sebagai mitra. Kolaborasi itu kala itu dipandang selaras dengan semangat keberlanjutan, sehingga kontras dengan polemik sponsor yang terjadi di edisi 2025. Kini daftar musisi yang batal tampil diperbarui, mencakup nama-nama seperti Dipha Barus, Give it to Me Harder, dan Efek Rumah Kaca.
Gelombang Mundurnya Musisi Sejak Dini Hari
Pengumuman pembatalan penampilan mulai muncul sejak Sabtu dini hari, 6 September 2025. Seiring waktu, semakin banyak musisi menyatakan mundur. Daftar ini terus berkembang sepanjang hari, dan jumlahnya tidak sedikit.
Salah satu yang cukup mengejutkan adalah Banda Neira. Padahal mereka dijadwalkan tampil di panggung Riang Gembira pukul 15.20 WIB. Namun, lewat pernyataan resmi, Banda Neira menegaskan pembatalan demi menjaga konsistensi antara musik dan sikap.
“Musik bagi kami itu seperti janji pada diri sendiri, agar apa yang kami lakukan sejalan dengan nurani, dan selalu memikirkan yang tersisih dan terpinggirkan,” tulis Banda Neira.
Keputusan serupa juga diambil The Panturas. Grup surf-rock ini sejatinya dijadwalkan tampil pukul 18.55 WIB, tetapi akhirnya mundur. Mereka menyatakan seluruh hasil penjualan merchandise yang ada di Pestapora 2025 akan didonasikan untuk masyarakat Papua melalui Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
Bilal Indrajaya bersama The Corleones juga batal tampil pada Minggu, 7 September 2025. Meski mengaku kecewa, Bilal menegaskan keputusan ini diambil karena faktor di luar kendali.
“Semoga ke depan, musik selalu jadi ruang aman bagi semua untuk bersuara dan berekspresi,” ujarnya.
View this post on Instagram
Daftar Lengkap Musisi yang Batal Tampil
Gelombang mundurnya musisi tidak hanya datang dari band-band independen, tetapi juga nama besar. Hindia, .Feast, Silampukau, hingga Petra Sihombing masuk ke daftar panjang musisi yang membatalkan diri.
Berikut daftar lengkap terbaru musisi yang batal tampil di Pestapora 2025:
-
Barefood
-
Durga
-
Keep It Real
-
Rrag
-
Negatifa
-
Ornament
-
Kenya
-
Pelteras
-
Petra Sihombing
-
Centra
-
Navicula
-
The Jeblogs
-
Swellow
-
Sukatani
-
Kelelewar Malam
-
Rekah
-
Leipzig
-
Xin Lie
-
Cloudburst
-
Tarrkam
-
Hindia
-
.Feast
-
Filler
-
Skandal
-
The Cottons
-
Sprayer
-
Whitechorus
-
Morad
-
Reruntuh
-
Silampukau
-
Poris
-
Harum Manis
-
Bilal Indrajaya bersama The Corleones
-
The Panturas
-
Banda Neira
-
Ali
-
Dongker
-
Jason Ranti
-
Crève, Ouverte!
-
Dipha Barus
-
Give it to Me Harder
-
Efek Rumah Kaca
-
Sanjonas
Musisi yang Tetap Tampil, tapi dengan Sikap Kritis
Meski mayoritas mundur, ada pula musisi yang tetap naik panggung. Nadin Amizah, misalnya, tetap tampil meski mengaku gelisah. Ia menilai jika semua acara musik dengan sponsor kontroversial ditinggalkan, maka sebagian besar panggung di Indonesia akan hilang.
“Maka dari itu, saya menyampaikan bahwa sponsor dari acara yang saya secara pribadi tetap hadiri tidak berbicara tentang moral dan perjuangan yang saya junjung tinggi,” ucapnya.
Selain Nadin, Rebellion Rose, Yacko, Texpack, dan Sal Priadi juga tetap manggung, tetapi dengan cara masing-masing menunjukkan sikap kritis, mulai dari mendonasikan honor hingga menolak menerima bayaran.
Respons Resmi Pestapora
Di tengah gelombang kritik, pihak Pestapora akhirnya mengumumkan penghentian kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @pestapora pada Sabtu dini hari, 6 September 2025.
Meski langkah ini diambil, protes yang sudah terjadi telanjur menjadi catatan besar dalam perjalanan festival musik tahunan ini.
Menanggapi kontroversi ini, Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, akhirnya merilis video permintaan maaf melalui akun Instagram resmi @pestapora pada Sabtu, 6 September 2025. Dalam pernyataannya, Ucup menyatakan:
“Saya sekali lagi meminta maaf atas kelalaian kami dalam menempuh langkah untuk bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia.”
Klarifikasi dan Tanggung Jawab Penuh dari Pestapora
Dalam video tersebut, Ucup menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun aliran dana dari PT Freeport Indonesia yang masuk ke Pestapora 2025. Ia juga memastikan bahwa perusahaan tambang tersebut tidak akan hadir di hari kedua dan ketiga festival.
“Kami juga memastikan bahwa tidak akan adanya presence PT Freeport Indonesia di pelaksanaan Pestapora 2025 ini, dan segala beban terkait implikasi dari kejadian ini terkait pemutusan kerja sama ini menjadi beban Pestapora 2025 dan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya,” ujar Ucup.
Ucup menambahkan permintaan maafnya secara khusus kepada para musisi yang batal tampil, mengakui kelalaian pihak penyelenggara dalam menilai risiko kerja sama dengan sponsor tambang.
Pemutusan Kontrak Freeport dan Dampaknya pada Line-Up
Sejak Jumat malam, 5 September 2025, Pestapora telah memutus kontrak kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas gelombang protes dan pengunduran diri musisi.
“Pestapora akan tetap terlaksana tetapi dengan update line-up yang memutuskan mundur,” kata Ucup, sambil menegaskan bahwa pihaknya akan menampung masukan dari berbagai pihak untuk memperbaiki proses penyelenggaraan ke depannya.
Hari pertama festival juga sempat menimbulkan kontroversi, dengan munculnya pawai yang membawa banner berlogo perusahaan tambang. Banner bertuliskan “Tembaga ikutan berpestapora” ini menimbulkan sorotan luas, memicu gelombang kritik di media sosial.
Penutup
Polemik Pestapora 2025 menjadi bukti bahwa musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga sikap. Gelombang mundurnya 38 musisi menunjukkan konsistensi mereka terhadap isu lingkungan, meski harus mengecewakan penonton yang sudah menantikan penampilan.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana panggung musik bisa menjadi arena perdebatan nilai, solidaritas, dan perjuangan sosial. Untuk perkembangan terbaru seputar Pestapora 2025, pantau terus update berikutnya di sini.
Baca Juga: Kunto Aji Tetap Tampil di Pestapora 2025 tapi Soroti Isu Lingkungan dan Batalkan Panggung Sama Sama
Baca Juga: Profil PT Freeport Indonesia yang Membuat Sejumlah Musisi Batal Tampil di Pestapora 2025
FAQ
1. Kenapa banyak musisi batal tampil di Pestapora 2025?
Sebanyak lebih dari 30 musisi memutuskan mundur karena salah satu sponsor, PT Freeport Indonesia, dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka junjung, terutama terkait isu lingkungan.
2. Siapa saja musisi besar yang batal tampil?
Beberapa nama penting yang batal tampil antara lain Banda Neira, The Panturas, Bilal Indrajaya bersama The Corleones, Hindia, .Feast, Petra Sihombing, dan Silampukau. Puluhan musisi lain dari berbagai genre juga mundur.
3. Bagaimana respons Direktur Pestapora, Kiki Aulia Ucup?
Kiki Aulia Ucup merilis video permintaan maaf pada Sabtu, 6 September 2025. Ia menyatakan kelalaian pihak penyelenggara terkait kerja sama dengan PT Freeport, menegaskan tidak ada aliran dana dari Freeport, dan memastikan perusahaan tersebut tidak akan hadir di hari kedua dan ketiga festival.
4. Apakah festival tetap berlangsung meski banyak musisi mundur?
Ya. Pestapora 2025 tetap terlaksana dengan line-up yang diperbarui. Pihak penyelenggara memastikan segala beban terkait implikasi pemutusan kerja sama dengan Freeport menjadi tanggung jawab Pestapora sepenuhnya.
5. Apakah semua musisi mundur?
Tidak. Beberapa musisi tetap tampil dengan cara menunjukkan sikap kritis. Contohnya, Nadin Amizah tetap manggung meski gelisah, Rebellion Rose berorasi di tengah penonton tanpa menerima fee, dan Yacko, Texpack, serta Sal Priadi mendonasikan seluruh honor mereka untuk mendukung isu lingkungan.
6. Bagaimana Pestapora menanggapi kritik publik terkait sponsor?
Selain pemutusan kerja sama dengan Freeport, pihak penyelenggara menyatakan akan menampung masukan dari berbagai pihak untuk evaluasi di masa mendatang, memastikan festival tetap berjalan tetapi lebih transparan dan responsif terhadap kritik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









