Film Jepang yang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil Apa Saja? Simak 10 Judul yang Harus Dihindari

AKURAT.CO Film Jepang dikenal luas karena keberagaman genre dan kualitas cerita yang mendalam.
Namun, tidak semua film cocok untuk ditonton oleh anak kecil. Banyak film Jepang mengandung konten yang tidak pantas, seperti kekerasan, adegan seksual, dan tema psikologis yang berat.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui film-film mana yang sebaiknya dihindari agar tidak berdampak negatif pada perkembangan anak.
Berikut adalah daftar 10 film Jepang yang tidak boleh ditonton oleh anak kecil.
1. In the Realm of the Senses (1976)
Film ini adalah drama erotis yang menceritakan kisah cinta terlarang antara seorang geisha dan seorang pengusaha.
Konten dewasa dan kekerasan dalam film ini membuatnya sangat tidak layak untuk anak-anak.
2. Flower of Flesh and Blood (1985)
Dikenal sebagai film horor eksploitasi, "Flower of Flesh and Blood" menggambarkan penculikan dan penyiksaan wanita dengan adegan yang sangat realistis dan mengganggu.
3. Audition (1999)
Film thriller psikologis ini mengikuti seorang duda yang terobsesi dengan salah satu peserta audisi filmnya.
Film ini penuh dengan kekerasan dan ketegangan, menjadikannya tidak cocok untuk penonton muda.
4. Battle Royale (2000)
Dalam film fiksi ilmiah dystopian ini, sekelompok siswa SMA dipaksa untuk saling bertarung sampai mati di sebuah pulau terpencil.
Kekerasan ekstrem dalam film ini membuatnya dilarang untuk anak-anak.
5. Ju-on: The Grudge (2002)
Film horor ini mengisahkan kutukan yang menghantui sebuah rumah, di mana siapa pun yang masuk akan dibunuh oleh hantu pendendam.
Ketegangan dan elemen horor membuat film ini sangat menakutkan bagi anak-anak.
6. Death Note (2006)
Adaptasi live-action dari manga terkenal ini mengeksplorasi tema keadilan dan moralitas melalui kisah seorang siswa jenius yang menemukan buku catatan supernatural yang dapat membunuh siapa pun.
Adegan kematian dan psikologis yang intens menjadikan film ini tidak sesuai untuk anak kecil.
Baca Juga: Film Jepang dan China Nonton di Mana? Apa Bisa Lewat Yandex Browser Jepang Full Versi Terbaru?
7. Alice in Borderland (2020)
Drama ini mengikuti sekelompok pemuda terjebak dalam permainan mematikan di Tokyo kosong.
Kematian instan sebagai konsekuensi dari kegagalan dalam permainan membuatnya sangat brutal dan tidak pantas untuk anak-anak.
8. Crows Zero (2007)
Film ini menggambarkan perkelahian antar pelajar dengan aksi baku pukul yang sangat nyata.
Konten kekerasan dalam film ini berpotensi menginspirasi perilaku agresif pada anak-anak.
9. Yumiko No Ashi (2018)
Film ini bercerita tentang seorang pria tua dengan kelainan kejiwaan yang terobsesi pada kaki perempuan muda, menampilkan banyak adegan sensual yang membuatnya dilarang tayang di banyak negara.
10. Guinea Pig: Flower of Flesh and Blood (1985)
Sama seperti "Flower of Flesh and Blood", film ini terkenal karena adegan kekerasan ekstrem dan eksploitasi, menjadikannya salah satu film paling kontroversial di Jepang.
Berdasarkan daftar di atas, jelas bahwa banyak film Jepang mengandung konten yang tidak pantas untuk anak-anak, baik dari segi kekerasan maupun tema dewasa.
Orang tua perlu lebih waspada dalam memilih tontonan untuk anak-anak mereka agar dapat melindungi mereka dari pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh film-film tersebut.
Dengan pengetahuan tentang judul-judul ini, orang tua dapat lebih mudah mengawasi tontonan anak dan memastikan bahwa mereka menonton konten yang sesuai dengan usia mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









