Dampak Buruk Narkoba di Masa Tua yang Sering Diabaikan

AKURAT.CO Narkoba memang sering dikaitkan dengan masalah anak muda, tapi tahukah kamu bahwa efeknya bisa terus menghantui hingga usia lanjut?
Dampak buruk narkoba di masa tua tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga memengaruhi fungsi otak, mental, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Berikut penjelasannya!
Baca Juga: Fakta-fakta Pembunuhan Lansia di Pekanbaru: Dari Sakit Hati hingga Pengaruh Narkoba
Mengganggu Fungsi Otak
Penyalahgunaan narkoba dapat mengubah fungsi otak dan mengganggu kerja sel saraf.
Akibatnya, komunikasi antar sel otak terganggu dan kemampuan mengambil keputusan pun menurun, bahkan dalam jangka panjang.
Depresi
Penyalahgunaan narkoba dapat memicu halusinasi, detak jantung cepat, dan rasa cemas berlebihan.
Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan mental serius seperti depresi dan kecemasan kronis.
Merusak Memori Jangka Pendek
Penyalahgunaan narkoba dapat merusak memori jangka pendek, membuat seseorang sulit mengingat hal-hal baru atau fokus pada aktivitas sehari-hari.
Seiring bertambahnya usia, dampak ini bisa makin parah dan meningkatkan risiko penurunan kognitif hingga demensia di masa tua.
Merusak Sistem Imun
Narkoba dapat merusak sistem imun sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.
Di masa tua, kondisi ini membuat seseorang lebih sulit pulih dari sakit dan berisiko mengalami komplikasi kesehatan yang serius.
Kerusakan Hati dan Paru-Paru
Dilansir dari Kemenkes, penggunaan narkoba dengan jarum suntik berisiko tinggi menyebabkan infeksi seperti Hepatitis B dan C, bahkan berujung pada gagal hati akibat jarum yang tidak steril.
Selain itu, jenis narkoba seperti ganja dan kokain juga dapat merusak paru-paru, memicu iritasi, infeksi saluran pernapasan, serta bronkitis kronis yang memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Penyakit Jantung
Narkoba seperti kokain, amfetamin, dan heroin dapat memicu tekanan darah tinggi serta gangguan irama jantung. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah ke jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Baca Juga: Apakah Stres Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Medisnya!
Kematian
Dampak paling fatal dari penyalahgunaan narkoba adalah kematian akibat overdosis ketika tubuh tak mampu menahan dosis tinggi.
Gejalanya bisa berupa kejang, mulut berbusa, dan pandangan mata yang tak terarah.
Di masa tua, kerusakan organ akibat penggunaan narkoba jangka panjang juga dapat mempercepat risiko kematian dini.
Dampak buruk narkoba tidak berhenti setelah seseorang berhenti menggunakannya, melainkan bisa terus terasa hingga masa tua.
Penyalahgunaan narkoba dapat merusak fungsi otak, organ vital, serta kesehatan mental secara permanen.
Akibatnya, kualitas hidup menurun, tubuh lebih rentan terhadap penyakit, dan risiko kematian dini.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 5Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara







