Akurat

Tiga Tahun Lawan Alzheimer, Ibunda Fairuz A Rafiq Mulai Lupa Anak dan Cucu

Ratu Tiara | 25 Februari 2026, 14:27 WIB
Tiga Tahun Lawan Alzheimer, Ibunda Fairuz A Rafiq Mulai Lupa Anak dan Cucu
Fairuz A Rafiq

AKURAT.CO Sudah tiga tahun lamanya ibunda Fairuz A Rafiq, Aisyah, berjuang melawan penyakit Alzheimer.

Kondisi kesehatan sang ibu kini kian memprihatinkan, di mana ingatan dan kemampuan fisiknya terus mengalami penurunan secara signifikan.

​Penyakit degeneratif yang menyerang daya ingat ini membuat Aisyah mulai sering melupakan anak hingga cucu-cucunya.

Baca Juga: Jadi Saksi di Sidang Cerai Tengku Dewi, Fairuz A Rafiq Bongkar Soal Ini

Fairuz mengungkapkan bahwa ibundanya kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring di tempat tidur karena kondisi fisik yang sudah sangat lemah.

​"Mama sakitnya sudah lumayan beberapa tahun ini. Didiagnosa Alzheimer dan menurut dokter tidak bisa sembuh. Mama sudah enggak bisa keluar rumah, jalannya harus dibantu banget dan lebih banyak tiduran," ungkap Fairuz A Rafiq saat ditemui di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Kesabaran Fairuz A Rafiq Rawat Ibu yang Idap Alzheimer

​Kesedihan mendalam pun dirasakan Fairuz ketika melihat keluarga lain yang masih bisa beraktivitas bersama orang tua mereka. Kenangan masa lalu saat makan bersama dan berlibur kini terasa sangat jauh.

​"Kalau suka melihat di mal atau di jalan ada orang bawa orang tuanya, hati tuh kayak 'ya Allah pengin banget bisa kayak gitu lagi'. Dulu kan suka ajak makan, liburan luar kota, tapi sekarang sudah enggak bisa lakuin itu. Mamaku sekarang lebih banyak tergeletak di kasur," tuturnya.

​Meski ingatan sang ibu sering kali timbul dan tenggelam, Fairuz tetap sabar memberikan stimulasi setiap kali berkunjung.

​"Kadang ingat aku, kadang ingat anak-anaknya, kadang enggak. Jadi pas datang tuh sudah enggak ingat lagi, harus diingat-ingatin lagi," tambahnya.

​Sebagai bentuk dukungan moral, Sony Septian, suami Fairuz, melibatkan anak-anak mereka untuk menghibur sang nenek.

King Faaz dan adik-adiknya rutin menunjukkan kemampuan mengaji hingga bernyanyi sebagai upaya memberikan kebahagiaan di masa tua Aisyah.

​"Kita ajak anak-anak biar menghibur mama. Kakak Eijaz nanti nyanyi di depan Neni (nenek), Abang Faaz nanti ngajiin. InsyaAllah jadi obat buat Neni," kata Sony.

​Di tengah perjuangan berat tersebut, keluarga tetap mensyukuri perkembangan kecil dalam kesehatan fisik Aisyah. Salah satunya adalah fungsi pencernaan yang membaik.

Jika sebelumnya dia memerlukan alat bantu makan di perut, kini ibunda Fairuz sudah kembali bisa menyantap makanan melalui mulut secara normal.

​Kini, fokus utama Fairuz dan Sony Septian adalah memberikan pelayanan terbaik dan memastikan sang ibunda merasa dicintai serta bahagia di sisa masa tuanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.