Alasan Udara Pagi Lebih Sejuk dan Bersih Dibanding Waktu Lain

AKURAT.CO Udara pagi kerap terasa lebih sejuk, ringan, dan menyegarkan dibandingkan waktu lain dalam sehari. Sensasi ini sering dirasakan saat seseorang membuka jendela di subuh hari, berjalan pagi, atau sekadar menghirup napas panjang sebelum matahari terbit.
Tak heran, udara pagi kerap disebut sebagai waktu terbaik untuk berolahraga ringan atau mencari ketenangan sebelum aktivitas dimulai.
Namun, apa sebenarnya yang membuat udara pagi terasa lebih segar? Apakah hanya soal suhu yang dingin, atau ada proses alam lain yang bekerja di baliknya?
Baca Juga: Mikel Arteta Ternyata Hubungi Pep Guardiola Pagi Hari Sebelum Arsenal Hadapi Madrid di Bernabeu
Malam Hari, Bumi Melepas Panas Secara Perlahan
Udara pagi yang sejuk berawal dari proses yang terjadi sejak malam hari.
Setelah matahari terbenam, permukaan bumi berhenti menerima panas, tetapi masih terus melepaskan energi panas yang diserap sepanjang siang. Pelepasan panas ini berlangsung dalam bentuk radiasi ke atmosfer dan terjadi terus-menerus sepanjang malam.
Proses tersebut mencapai titik paling maksimal menjelang fajar, saat matahari belum muncul dan bumi belum kembali dipanaskan.
Pada rentang waktu inilah suhu udara biasanya berada di titik terendah dalam satu hari, sehingga udara terasa paling dingin dan segar.
Peran Langit Cerah dan Minim Awan
Kondisi langit juga berpengaruh besar. Awan berfungsi seperti selimut yang menahan panas di dekat permukaan bumi. Saat malam hari langit cerah dan minim awan, panas dari permukaan bumi lebih mudah lepas ke angkasa tanpa hambatan.
Akibatnya, udara mendingin lebih cepat dan lebih signifikan.
Inilah sebabnya udara pagi setelah malam cerah biasanya terasa lebih segar dibandingkan pagi hari setelah malam berawan atau hujan.
Aktivitas Manusia Masih Rendah
Faktor lain yang tak kalah penting adalah minimnya aktivitas manusia di pagi hari.
Kendaraan bermotor, industri, dan berbagai aktivitas yang menghasilkan polusi belum beroperasi secara maksimal. Akibatnya, kadar polutan seperti asap, debu, dan gas sisa pembakaran masih relatif rendah.
Selain itu, suhu udara yang lebih dingin membuat partikel-partikel polusi cenderung mengendap di permukaan tanah, bukan melayang di udara.
Kombinasi inilah yang membuat udara pagi terasa lebih bersih dan ringan saat dihirup.
Peran Pepohonan dan Lingkungan Hijau
Di kawasan yang masih memiliki cukup ruang hijau, udara pagi terasa lebih segar karena adanya aktivitas alami tumbuhan. Pepohonan dan tanaman melepaskan oksigen ke udara sebagai bagian dari proses biologisnya. Meski proses fotosintesis membutuhkan cahaya matahari, lingkungan hijau tetap berperan menjaga keseimbangan udara, terutama dengan menyerap polutan dan menjaga kelembapan udara tetap stabil.
Karena itu, udara pagi di pedesaan atau area dengan banyak pepohonan sering terasa lebih segar dibandingkan wilayah perkotaan yang padat bangunan.
Udara Pagi Paling Bagus Jam Berapa?
Secara umum, kualitas udara pagi berada pada kondisi terbaik antara pukul 04.00 hingga 06.00 pagi, atau sebelum matahari terbit. Pada waktu ini, suhu udara berada di titik terendah, polusi masih minimal, dan pemanasan dari sinar matahari belum dimulai.
Setelah matahari terbit dan aktivitas manusia meningkat, suhu mulai naik, sirkulasi udara berubah, dan polutan perlahan kembali menyebar di atmosfer.
Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Senin Kamis Digabung dengan Niat Puasa Rajab di Pagi Hari?
Lalu, Apakah Udara Malam Juga Bagus?
Udara malam memang lebih dingin dibandingkan siang hari, tetapi kualitasnya tidak selalu lebih baik daripada udara pagi.
Di beberapa wilayah, terutama perkotaan, polusi justru menumpuk pada malam hari akibat aktivitas kendaraan dan minimnya pergerakan udara.
Selain itu, udara malam cenderung lebih lembap, sehingga bisa membawa partikel polusi lebih lama di dekat permukaan tanah. Karena itu, udara pagi tetap dianggap lebih ideal untuk aktivitas luar ruangan dibandingkan malam hari.
Udara pagi yang segar sebenarnya bersifat sementara. Seiring matahari naik, permukaan bumi kembali menyerap panas, suhu meningkat, dan aktivitas manusia mulai memengaruhi kualitas udara.
Inilah alasan mengapa banyak orang memilih pagi hari untuk berolahraga, meditasi, atau sekadar menghirup udara segar sebelum rutinitas dimulai.
Mutiara MY (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








