Akurat

Debut Horor Michelle Ziudith di Film Alas Roban: Tangis, Ketakutan, dan Teror Urban Legend

Sri Agustina | 5 Januari 2026, 19:15 WIB
Debut Horor Michelle Ziudith di Film Alas Roban: Tangis, Ketakutan, dan Teror Urban Legend

AKURAT.CO Aktris Michelle Ziudith membagikan pengalaman emosional yang mendalam saat menjalani debutnya bermain film horor lewat Alas Roban.

Selama proses syuting, Michelle mengaku tak jarang menangis di balik kamera, bukan karena tuntutan akting, melainkan akibat tekanan mental, rasa takut, hingga kondisi fisik yang menurun.

Baca Juga: Teaser Film 'Alas Roban' Hadirkan Nuansa Horor Nostalgia Lewat Lagu Nike Ardilla

Berbeda dengan film drama yang selama ini identik dengan kariernya, dunia horor memberikan tantangan baru bagi Michelle.

Sejak hari pertama syuting, suasana mencekam sudah terasa, bahkan sebelum kamera mulai merekam adegan.

"Di depan layar mencekam, tapi di balik layar justru harus sehangat mungkin supaya enggak ada yang ketakutan," kata Michelle Ziudith saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Tekanan semakin berat ketika proses syuting Alas Roban diwarnai berbagai kendala tak terduga.

Cuaca ekstrem, perubahan jadwal mendadak, hingga lokasi syuting yang sempat terendam banjir membuat kondisi Michelle semakin terpuruk, terlebih saat dirinya tengah sakit.

"Aku menangis di belakang kamera saat syuting hingga merasa sakit," ucap Michelle Ziudith.

Sebagai pemeran utama, Michelle tetap dituntut tampil tenang di hadapan kru dan pemain lain, meski rasa takut terus menghantui dari dalam dirinya.

“Aku ketakutan banget, apalagi waktu lokasi set banjir, ini film horor pertamaku," katanya.

Kepanikan sempat memuncak ketika proses syuting bertepatan dengan malam 1 Suro.

Melihat sejumlah kru mengenakan sarung, Michelle mengaku sempat dilanda ketakutan sebelum akhirnya merasa lebih tenang setelah mendapat penjelasan dari sang sutradara, Hadrah Daeng Ratu.

"Sepanjang syuting film horor itu pengalaman yang sangat berharga buat aku," ujarnya.

Film Alas Roban mengangkat urban legend tentang salah satu jalur paling melegenda di Pulau Jawa.

Alas Roban, kawasan di Batang, Jawa Tengah, sejak lama dikenal bukan hanya sebagai jalur penghubung antarkota, tetapi juga sebagai ruang cerita yang sarat mitos dan pengalaman mistis.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menilai Alas Roban memiliki kekuatan cerita karena sejarah dan misterinya yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Alas Roban menyimpan banyak sejarah dan misteri. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintasan paling angker di Jawa,” kata Hadrah.

Dia menambahkan bahwa banyak mitos berkembang dari pengalaman para pelintas yang mengalami kejadian ganjil.

“Banyak yang menemukan hal-hal gaib dan mistis saat melewati, bahkan setelahnya,” ujarnya.

Menjelang penayangan pada 15 Januari 2026, Alas Roban merangkum berbagai larangan mistis yang kerap dipercaya masyarakat, mulai dari pantangan melintas tepat tengah malam, larangan berhenti di warung pinggir jalan, hingga tidak menanggapi suara yang memanggil dari sisi jalan.
Atmosfer inilah yang menjadi fondasi cerita film.

Baca Juga: Warganet Bagikan Cerita Seram di Alas Roban, Ada Warung Gaib!

Teror dalam Alas Roban tidak selalu hadir dalam wujud sosok, tetapi sebagai rasa takut, keyakinan, dan larangan-larangan yang perlahan menggerogoti mental para karakter.

Taskya Namya, yang memerankan tokoh Tika, mengungkap salah satu momen krusial dalam film.
“Momen ketika Tika menemukan gambar Gendis yang tidak wajar, kecurigaan muncul makin kuat karena ada yang aneh. Terlebih saat Gendis mengajak main petak umpet, di situ ekspresinya tidak seperti Gendis yang dia kenal,” ujar Taskya.

Film Alas Roban digarap oleh kolaborasi Unlimited Production, Narasi Semesta, dan Legacy Pictures, serta disutradarai Hadrah Daeng Ratu.

Selain Michelle Ziudith, film ini juga dibintangi Rio Dewanto, Taskya Namya, Imelda Therinne, dan Fara Shakila.

Film Alas Roban dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R