Perjalanan Karier Epy Kusnandar: Dari Teater ke Layar Kaca hingga Akhir Hidupnya

AKURAT.CO Berita duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Aktor bernama Epy Kusnandar meninggal pada Rabu, 3 Desember 2025.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan se-industri, dan penggemar.
Dikutip dari berbagai sumber, inilah profil Epy Kusnandar, perjalanan karier Epy Kusnandar, serta kontribusinya dalam perfilman dan teater Indonesia yang tak terlupakan.
Awal Karier dan Latar Belakang
Epy Kusnandar lahir di Garut pada 1 Mei 1964. Sejak muda, ia menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia seni, aktif di teater sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Baca Juga: Suasana Haru Warnai Pemakaman Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut, Karina Ranau Bilang Gini...
Pendidikan di IKJ membekalinya dengan kemampuan dasar teater dan seni peran, yang kemudian menjadi fondasi kariernya di dunia hiburan.
Debutnya terjadi pada tahun 1996 lewat sinetron 1 Kakak 7 Ponakan. Dari sana, Epy mengambil banyak tawaran di sinetron, FTV, dan film yang membuktikan bahwa ia adalah aktor serba bisa, bukan sekadar pemain teater.
Puncak Karier: Dari Teater ke Televisi dan Film
Karier Epy semakin menanjak ketika ia berhasil merangkul berbagai peran penting dalam film dan televisi.
Namun, peran yang sangat melekat di benak publik adalah saat ia memerankan karakter “Kang Mus” dalam serial fenomenal Preman Pensiun.
Sosok Kang Mus menghadirkan karakter kuat, lucu, sekaligus mengena di hati penonton, menjadikan Epy figur yang dikenal luas oleh generasi muda maupun tua.
Selain berakting, Epy juga merilis karya musik, seperti lagu Bukan Manusia Baja (2010) dan Cinta yang Terluka (2013), menunjukkan bahwa ia tak hanya berbakat di dunia peran tetapi juga ekspresif di dunia musik.
Penghargaan pun sempat ia raih, termasuk sebagai Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2012 menjadi bukti bahwa dedikasi dan bakatnya diakui oleh industri hiburan Indonesia.
Baca Juga: Epy Kusnandar Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Tepi Kasur, Sempat Kritis
Perjuangan di Balik Layar: Melawan Penyakit Serius
Di balik gemerlap karier, Epy menghadapi masa-masa berat. Pada tahun 2010, ia divonis menderita tumor otak. Kondisi yang sempat membuat hidupnya terancam. Saat itu, Epy bahkan diberitahu bahwa waktu hidupnya hanya beberapa bulan.
Namun ia memilih jalur alternatif dengan pengobatan herbal dan pendekatan keimanan. Keputusannya itu berhasil, sehingga Epy mampu melewati masa kritis dan bahkan terus berkarya selama lebih dari satu dekade setelahnya.
Kesembuhan ini tak hanya menjadi keajaiban bagi dirinya, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang bahwa harapan tetap ada meski menghadapi ujian hidup berat.
Kehidupan Pribadi Epy Kusnandar
Epy meninggalkan tiga anak, hasil dari dua pernikahan. Anak-anaknya, salah satunya mengikuti jejak sang ayah di dunia seni menjadi bagian dari warisan Epy.
Bagi industri hiburan Indonesia, kepergian Epy berarti kehilangan salah satu aktor senior yang karakternya kuat, profesional, dan inspiratif.
Baca Juga: Opie Kumis Kenang Epy Kusnandar Sosok Dermawan dan Tak Pelit Ilmu
Sosoknya menjadi contoh bahwa aktor sejati tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga dedikasi tinggi dan keteguhan hati.
Kepergian Epy pada 3 Desember 2025 menutup satu bab penting dalam sejarah perfilman dan seni peran Indonesia.
Namun, karya-karyanya dari teater, film, sinetron, hingga musik akan terus hidup di hati banyak orang. Epy Kusnandar akan selalu dikenang sebagai aktor yang totalitas dan penuh cinta terhadap seni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









