Akurat

Anak Terlalu Sering Main Gadget? Begini Dampaknya bagi Kemampuan Sosialnya

Eko Krisyanto | 23 Oktober 2025, 18:48 WIB
Anak Terlalu Sering Main Gadget? Begini Dampaknya bagi Kemampuan Sosialnya

AKURAT.CO Penggunaan gadget secara berlebihan tanpa pengawasan orang tua tidak hanya dapat menurunkan motivasi belajar anak, tetapi juga berpengaruh buruk terhadap kemampuan mereka dalam bersosialisasi.

Meski begitu, memperkenalkan gadget kepada anak sebenarnya tidak selalu berdampak negatif.

Selama orang tua memperhatikan durasi penggunaan dan jenis konten yang diakses, gadget justru bisa memberikan manfaat. 

Penggunaan gadget juga dapat membantu meningkatkan daya pikir, kreativitas, serta memperluas kemampuan berbahasa anak melalui berbagai konten edukatif yang tersedia.

Pemberian gadget pada anak bukan hal yang dilarang, asalkan disertai dengan pengawasan dan batasan waktu yang jelas.

Jika dibiarkan bermain tanpa batasan, anak berisiko mengalami kecanduan gadget yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif mulai dari gangguan penglihatan hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: 7 Tanda Anak Sudah Siap Punya Gadget Pribadi

Dampak Sosial Anak Terlalu Sering Bermain Gadget

1. Terlambat dalam Kemampuan Berbicara

Anak yang terlalu sering bermain gadget berisiko mengalami keterlambatan dalam kemampuan berbicara. Hal ini terjadi karena kurangnya interaksi langsung dengan orang tua atau lingkungan sekitar.

Sebaiknya, batasi waktu anak bermain gadget dan luangkan waktu untuk berbicara tatap muka agar kemampuan komunikasinya berkembang dengan baik.

2. Kesulitan untuk Bersosialisasi

Bermain gadget dalam waktu lama dapat membuat anak terbiasa menyendiri dan kurang berinteraksi dengan teman sebaya maupun orang di sekitarnya. 

Kurangnya kontak sosial ini dapat menurunkan kemampuan anak dalam berempati, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

3. Pembentukan Karakter yang Kurang Baik

Konten yang tidak sesuai usia anak di gadget, seperti video dengan bahasa kasar atau perilaku tidak sopan, dapat memengaruhi pembentukan karakter mereka. 

Jika tidak diawasi, anak dapat meniru perilaku negatif tersebut dan kehilangan rasa hormat terhadap orang lain, terutama kepada orang yang lebih tua.

4. Mengalami Gangguan Tidur

Kebiasaan bermain gadget menjelang waktu tidur dapat menyebabkan anak sulit tidur atau bahkan mengalami insomnia. 

Paparan cahaya biru dari layar gadget menghambat produksi hormon melatonin, sehingga kualitas tidur anak menurun dan berdampak pada konsentrasi serta suasana hatinya.

5. Mengganggu Fungsi Prefrontal Cortex Anak

Kecanduan gadget dapat memicu produksi hormon dopamin secara berlebihan di otak anak. Kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi prefrontal cortex bagian otak yang berperan dalam pengendalian emosi, pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan prinsip moral. 

Jika dibiarkan, hal ini bisa memengaruhi perkembangan kepribadian dan kemampuan anak dalam mengatur diri.

Baca Juga: Jelang HAN 2025, Menteri PPPA Dorong Anak Main Dolanan: Saatnya Tinggalkan Gadget, Rayakan Budaya

Solusi Agar Anak Tidak Terlalu Sering Bermain Gadget

1. Bijak dalam Mengatur Waktu Bermain Gadget

Orang tua perlu tegas dalam menetapkan batas waktu penggunaan gadget pada anak. Misalnya, batasi durasi bermain gadget maksimal dua jam per hari atau izinkan anak bermain hanya pada akhir pekan. 

Dengan pengaturan waktu yang konsisten, anak akan belajar disiplin dan memahami kapan waktu yang tepat untuk menggunakan gadget.

2. Buat Aturan Jelas dalam Penggunaan Gadget

Terapkan peraturan yang membantu anak membedakan waktu untuk bermain dan waktu untuk berinteraksi secara langsung. Misalnya, larang penggunaan gadget saat makan bersama atau ketika sedang berkumpul dengan keluarga. 

Momen kebersamaan ini bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan emosional antaranggota keluarga.

3. Ajak Anak Melakukan Aktivitas Bersama

Alihkan perhatian anak dari gadget dengan mengajaknya melakukan berbagai aktivitas menyenangkan di luar rumah, seperti bersepeda, bermain bola, atau berenang. 

Selain membantu mengurangi ketergantungan pada teknologi, kegiatan fisik juga bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik dari segi fisik maupun sosial.

Nadia Nur Anggraini (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R