Dirjen PAS Ungkap Kronologi Ganja Ammar Zoni: Hasil Razia Rutin, Bukan Peredaran Narkoba

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Brigjen Pol (Purn) Drs. Mashudi, akhirnya buka suara terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang kembali menyeret aktor Ammar Zoni saat mendekam di Lapas Cipinang.
Baca Juga: Ammar Zoni Edarkan Narkoba di Dalam Rutan, DPR Pertanyakan Sistem Pengawasan Lapas
Dia menegaskan bahwa kasus tersebut berawal dari hasil razia rutin petugas, bukan dari praktik peredaran narkoba di dalam lapas.
“Kasus masalah Ammar Zoni itu sebenarnya sudah terjadi sejak Januari lalu, sudah cukup lama,” ujar Mashudi, dikutip dari tayangan Intens Investigasi, Selasa (21/10/2025).
“Pada saat kegiatan pemeriksaan dan penggeledahan rutin yang dilakukan oleh Kalapas dan petugas rutan, yang dilakukan satu bulan dua kali, ditemukan satu linting ganja di salah satu kamar yang dihuni tujuh orang, termasuk Ammar Zoni,” tambahnya.
Menurutnya, setelah temuan itu, pemeriksaan langsung dilakukan sesuai prosedur.
Ammar Zoni kemudian dipindahkan dari sel utama selama 40 hari untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polsek Cempaka Putih,” lanjutnya.
Mashudi juga menyebut bahwa proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan kini telah sampai ke tahap kejaksaan.
“Sampai tanggal 8 Oktober kemarin, sudah SP2 dan dilimpahkan ke Kejaksaan. Jadi ini bukan peredaran, tapi hasil dari razia rutin petugas. Kami luruskan hal ini supaya tidak salah persepsi,” tegasnya.
Menanggapi dugaan adanya keterlibatan oknum petugas dalam masuknya barang haram tersebut, Mashudi tidak menampik kemungkinan adanya kelengahan saat kunjungan berlangsung.
“Dari hasil pemeriksaan, diduga barang itu diselipkan saat jam besuk. Mungkin ada petugas yang lengah ketika pemeriksaan pengunjung,” ungkapnya.
Baca Juga: Ammar Zoni Ingin Fokus ke Anak, Pasrah Soal Remisi
Mashudi menambahkan, pihaknya terus memperketat pengawasan di seluruh Lapas dan Rutan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami tetap berkomitmen melakukan razia rutin dua kali setiap bulan di seluruh Indonesia,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







