Akurat

Cegah dan Atasi Hipotermia Ketika di Gunung

Ratu Tiara | 28 September 2025, 11:06 WIB
Cegah dan Atasi Hipotermia Ketika di Gunung

AKURAT.CO Mendaki gunung sering kali menjadi hobi andalan bagi beberapa orang.

Selain menyehatkan tubuh, mendaki gunung menjadi cara ampuh melepas penat atau stres ketika mencapai puncak.

Ada rasa puas tersendiri ketika menaklukkan jalur pendakian yang penuh rintangan kemudian disambut dengan pemandangan indah di puncak.

Walaupun terlihat menyenangkan, mendaki gunung juga perlu disertai dengan pembekalan matang. Pembekalan tersebut meliputi pakaian hangat, pembekalan yang cukup, serta pengetahuan dasar seputar pendakian agar meminimalisir diri dari bahaya, salah satunya terhadap hipotermia.

Baca Juga: Apa Itu Hipotermia? Kenali Gejalanya, Penyebab, dan Penanganan Pertama

Hipotermia kerap kali menjadi ancaman bagi para pendaki gunung, terutama pada ketinggian tertentu. Berikut kenali gejala dari hipotermia dan cara mengatasi hipotermia.

Tanda dan Gejala Hipotermia

Suhu tubuh normal manusia berkisar pada angka 37°C. Jika suhu tubuh turun terlalu rendah, seseorang dapat mengalami hipotermia. Gejalanya pun bervariasi tergantung pada seberapa rendah suhu tubuh yang dialami.

  • Hipotermia ringan terjadi pada seseorang dengan suhu tubuh di bawah 35°C. Gejalanya berupa rasa menggigil serta kesulitan dalam melakukan kegiatan fisik.
  • Hipotermia sedang terjadi pada seseorang dengan suhu tubuh di bawah 32°C. Gejala dari hipotermia sedang mirip dengan gejala hipotermia ringan, tetapi seseorang dengan hipotermia sedang lebih kesulitan dalam melakukan kegiatan fisik dan kognitif sederhana.
  • Hipotermia berat akan terjadi jika seseorang tidak ditangani dengan segera. Suhu tubuhnya akan mencapai di bawah 28°C dengan tanda tidak sadarkan diri.

Baca Juga: Syuting Film Wiro Sableng, Marcell Siahaan Sempat Alami Hipotermia

Penanganan Hipotermia

Tidak perlu panik ketika mendapati seseorang dengan gejala hipotermia. Tetap tenang dan terus ajak bicara, serta kenali cara mengatasi hipotermia berikut ini.

Lindungi Penderita Hipotermia

Penderita hipotermia adalah seseorang dengan suhu tubuh di bawah kisaran normal, sehingga membutuhkan kehangatan tambahan untuk mengembalikan suhu normalnya.

Penanganannya pun perlu ekstra hati-hati. Jauhkan penderita hipotermia dari tempat berangin atau tanah yang dingin bila ingin dibaringkan.

Letakkan selimut di bawah tubuhnya atau bungkus dengan kantong tidur yang hangat. Proses penghangatan dilakukan secara bertahap, terutama pada area inti tubuh seperti leher, kepala, dan dada.

Jika ingin memberikan panas tambahan, misalnya dengan botol berisi air hangat atau kompres kimia, pastikan untuk membungkusnya dengan handuk sebelum ditempelkan ke tubuh.

Pindahkan ke Tempat yang Lebih Hangat

Segera pindahkan penderita hipotermia secara hati-hati ke tempat yang terlindung dari suhu dingin, misalnya ke dalam shelter. Hindari menempatkan penderita hipotermia ke dalam tenda karena suhu di dalam tenda relatif tipis dan tetap akan terasa dingin.

Ganti Pakaian Basah

Ganti semua pakaian basah dengan mantel atau selimut yang hangat dan kering. Pilih pakaian pengganti yang tahan air agar tubuh tetap hangat lebih lama tanpa perlu khawatir kembali kedinginan.

Berikan Makanan dan Minuman Hangat

Tawarkan makanan serta minuman hangat dan nonalkohol kepada penderita hipotermia. Asupan ini membantu tubuh membakar kalori, sehingga proses pembentukan panas dapat menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Lakukan CPR

CPR hanya boleh dilakukan jika penderita hipotermia mulai menunjukkan tanda-tanda tidak ada kehidupan, seperti tidak bernapas atau tidak bergerak.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Jika menemukan seseorang dengan gejala hipotermia, jangan berikan rokok bahkan minuman beralkohol, karena keduanya justru dapat menghambat tubuhnya untuk kembali hangat.

Tubuh pada penderita hipotermia juga tidak disarankan untuk langsung berendam ke dalam bak air panas secara ekstrem. Selain itu, jangan memijat bagian anggota tubuh, seperti lengan dan kaki karena akan membebani jantung serta paru-paru.

Oleh sebab itu, para pendaki perlu membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang pendakian maupun gunung yang akan dituju.

Dengan begitu, persiapan akan lebih matang dan perjalanan bisa berlangsung aman. Para pendaki juga dianjurkan untuk tidak meninggalkan rekan pendaki lainnya serta tetap saling bantu.

Dewi Triana Rahmawati (Magang)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R