Prosesi Siraman Al Ghazali, Simbol Sakral Menuju Hari Bahagia

AKURAT.CO Prosesi siraman Al Ghazali, anak pertama dari musisi terkenal Ahmad Dhani serta Maia Estianty, berlangsung dengan sakral dan rasa hormat pada hari Minggu (15/6/2025). Acara ini diadakan di rumah keluarga yang terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan menjadi salah satu kegiatan penting menjelang pernikahan Al yang semakin dekat.
Baca Juga: 7 Potret Acara Nikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono dari Siraman hingga Sah
Siraman adalah sebuah tradisi dalam budaya Jawa yang memiliki makna spiritual dan simbolis.
Dalam konteks Jawa, siraman dilakukan sebagai bentuk penyucian diri bagi calon pengantin, serta menunjukkan restu dan doa dari orang tua dan keluarga besar. Al Ghazali menjalani prosesi ini dengan khidmat, didampingi oleh kedua orang tuanya.
Acara dimulai sekitar pukul 09. 00 WIB dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ritual sungkeman.
Dalam momen yang sangat mengharukan ini, Al Ghazali meminta izin dan maaf kepada orang tuanya dan keluarga.
Maia Estianty tampak meneteskan air mata saat menyentuh kepala putranya, sedangkan Ahmad Dhani memberikan nasihat singkat sebelum prosesi siraman dilaksanakan.
Air yang digunakan dalam ritual ini diambil dari tujuh sumber mata air yang dicampur dengan bunga melati, kenanga, dan mawar. Ini melambangkan harapan agar kehidupan rumah tangga Al kelak menjadi harum, nyaman, dan penuh berkah.
Setiap orang tua dan anggota keluarga yang menyiramkan air mengiringi dengan doa khusus untuk Al dan pasangannya.
Selain keluarga dekat, prosesi siraman ini juga dihadiri oleh beberapa sahabat akrab dan rekan artis.
El Rumi dan Dul Jaelani hadir mendukung kakaknya. Beberapa tokoh publik seperti Once Mekel, Bebi Romeo, dan Tata Janeeta juga terlihat hadir untuk memberikan ucapan dan doa.
Prosesi ini diadakan dalam suasana yang sangat suci dan penuh haru.
Dekorasi tradisional yang didominasi warna putih dan cokelat kayu semakin menguatkan nuansa adat.
Ornamen bunga melati dan payung kebesaran menghiasi area siraman, menciptakan kesan elegan dan sakral.
Siraman menjadi babak penting yang menandai perpindahan Al Ghazali dari masa lajang ke kehidupan rumah tangga.
Dalam wawancara singkat sesudah acara, Al menyampaikan perasaan haru dan terima kasih atas dukungan dari keluarga serta masyarakat yang terus mendoakannya.
“Ini adalah momen yang akan selalu saya ingat. Rasanya campur aduk antara bahagia, haru, dan gugup menjelang hari yang istimewa. Terima kasih untuk doa semua orang,” kata Al Ghazali dengan mata yang berkaca-kaca.
Serangkaian prosesi pernikahan Al Ghazali dijadwalkan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Didukung Pembalap Senior, Tim Balap Al Ghazali Pasang Target Tinggi di 2025
Setelah siraman, agenda akan dilanjutkan dengan pengajian keluarga dan malam midodareni sebelum akad nikah resmi dilakukan di tempat yang dirahasiakan oleh keluarga.
Prosesi siraman ini membuktikan bahwa meskipun telah tumbuh di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan, keluarga Ahmad Dhani dan Maia Estianty tetap mengedepankan nilai-nilai budaya dan tradisi. Ini adalah pengingat bahwa dalam setiap langkah besar dalam hidup, tradisi memiliki posisi yang istimewa.
Varadilla Oktavia (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








