Deteksi Dini Autisme pada Anak dengan Artificial Intelligence, Cegah Kemungkinan Terburuk

AKURAT.CO Diagnosis dini autisme penting karena hal tersebut dapat memungkinkan anak-anak menerima terapi yang efektif untuk masalah gangguan tersebut dan hal itu akan membuat hasilnya untuk anak-anak semakin baik, kata para peneliti.
"Hal ini dapat secara drastis mengubah kondisi serta diagnosis dari intervensi dini, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup bagi banyak individu dan keluarga mereka," kata Rajagopalan dalam rilis berita Karolinska.
Baca Juga: Dongeng Sebelum Tidur Adalah Hak Anak, Termasuk Anak Autis
Para peneliti sekarang sedang berupaya untuk lebih mengasah program Artificial Intelligence, termasuk kemungkinan penambahan informasi genetik ke parameter yang dipertimbangkannya.
“Untuk memastikan bahwa model tersebut cukup andal untuk diterapkan dalam konteks klinis, diperlukan kerja keras dan validasi yang cermat,” kata peneliti senior Kristiina Tammimies, seorang profesor madya di Departemen Kesehatan Wanita dan Anak di Institut Karolinska di Swedia.
“Saya ingin menekankan bahwa tujuan kami adalah agar model tersebut menjadi alat yang berharga untuk perawatan kesehatan, dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan penilaian klinis autisme.”
Artificial Intelligence dapat membantu memprediksi anak-anak yang lebih mungkin akan terkena autisme, menurut sebuah studi baru-baru ini.
Baca Juga: Benarkah Vaksin Bisa Menyebabkan Autisme?
AI mencari pola dalam data medis yang dapat diperoleh dengan mudah dari anak-anak berusia 2 tahun atau lebih muda tanpa penilaian atau uji klinis yang ekstensif, kata para peneliti.
Program "AutMedAI" mampu mengidentifikasi sekitar 80% anak-anak dengan autisme, ketika diuji menggunakan data dari sekelompok 12.000 anak, para peneliti melaporkan pada 19 Agustus di jurnal JAMA Network Open.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









