Akurat

Netizen Sering Sebut Fuji Punya 'Aura Maghrib', Apa Maksudnya?

Rahmat Ghafur | 19 Juni 2024, 12:04 WIB
Netizen Sering Sebut Fuji Punya 'Aura Maghrib', Apa Maksudnya?



AKURAT.CO Istilah 'aura Maghrib' sering digunakan oleh sebagian netizen untuk menyebut artis muda, Fujianti Utami Putri atau yang akrab disapa Fuji.

Istilah ini digunakan dengan maksud negatif, yaitu untuk merendahkan penampilan Fuji yang dianggap memiliki kulit berwarna gelap.

Baca Juga: Belum Ada Itikad Baik, Fuji Ogah Diajak Mediasi Eks Manajer Soal Penggelapan Uang

Penggunaan istilah ini pun menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk selebriti dan aktivis.

Salah satu selebriti yang pasang badan untuk Fuji adalah Marion Jola.

Ia mengatakan bahwa waktu Maghrib merupakan momen matahari terbenam yang dibarengi dengan pemandangan langit yang indah.

“Maghrib tuh bukannya cakep ya, ya kan Maghrib itu cakep ada sunset. Maghrib itu kalo misalkan di Muslim waktunya untuk sholat atau buka puasa, indah banget loh waktu itu. Terus kenapa tiba-tiba artinya jadi jelek jadi kotor cuma gara-gara mulut netizen nih,” kata Lala saat menjadi bintang tamu di podcast Azka Corbuzier dan Nada Tarina Putri, dikutip Rabu (19/6/2024).

Respons Marion Jola langsung memicu reaksi dari netizen. Banyak yang menghargai Lala karena menganggap magrib sebagai waktu yang istimewa, bukan sebagai hal yang negatif.

Sebenarnya apa maksud dari Istilah Aura Maghrib? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Istilah "aura Maghrib" sebenarnya tidak memiliki makna yang jelas.

Beberapa orang mengaitkannya dengan waktu Maghrib, yaitu saat menjelang matahari terbenam yang identik dengan suasana indah karena langit berubah menjadi jingga.

Dalam konteks yang digunakan untuk Fuji, aura Maghrib seolah-olah mengasosiasikan penampilan yang memiliki tone kulit lebih gelap dibandingkan lainnya.

Netizen menggunakan istilah aura Maghrib untuk Fuji karena warna kulitnya terlihat berbeda di kamera lain dibandingkan dengan kamera yang ia gunakan sendiri.

Hal ini membuat netizen memberikan istilah tersebut kepada Fuji.

Namun, penggunaan istilah aura Maghrib untuk Fuji memiliki dampak negatif yang signifikan karena dapat menimbulkan body shaming dan cyberbullying terhadapnya.

Tak hanya Fuji, artis lain seperti Sarah Tumiwa dan Shenina Cinnamon juga sempat dikritik karena memiliki warna kulit gelap seperti tidak terawat.

Padahal, setiap orang memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, termasuk warna kulit.

Dengan demikian, penting untuk saling menghargai perbedaan dan tidak menggunakan istilah yang merendahkan orang lain berdasarkan penampilan fisik mereka.

Baca Juga: Viral Fuji Minta Maaf ke Aaliyah Massaid karena Penggemarnya Suka Menyerang, Akui Dirinya Tersiksa dengan Kondisi Sekarang!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D