AKURAT.CO Ganda campuran Indoensia, Rinov Rivaldy membantah dengan tegas bahwa dirinya terkena serangan mental karena tekanan untuk tampil di Olimpiade. Baginya, dia hanya merasa kesal dengan diri sendiri yang gagal memberikan penampilan terbaik.
Rinov Rinaldy memang belakangan sempat membuat pengakuan yang mengejutkan. Di mana dirinya mengaku ingin rehat dari beberapa turnamen bulu tangkis dunia.
Baca Juga: Pelatih Ganda Campuran Herry IP Bongkar Masalah Rinov Rivaldy: Levelnya Masih di Bawah!
Dia mengaku sedang dalam kondisi mental yang tidak baik pasca tampil di Thailand Masters 2024. Saat itu dia bersama pasangannya, Mentari, mereka langsung tersingkir di babak 32 besar.
Sebelumnya, dia juga tidak memberikan penampilan terbaik di ajang Malaysia Open. Dua hasil ini memang dinilai jauh dari peta yang dia harapkan.
Sempat mencuat kabar bahwa menurunnya penampilan dia, karena tekanan persaingan menuju Olimpiade Paris 2024. Terlebih, memang posisi Rinov dan Mentari dalam Race to Olimpic pun sedang tidak baik-baik saja.
Pasangan ini berada di peringkat 13 klasemen sementara, dan bisa saja posisi mereka tergeser dari pesaing-pesaing terdekatnya.
Namun saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Rinov Rivaldy membantah bahwa mental dia drop bukan karena tekanan persaingan Olimpiade.
“Ya, kemarin saya memang sempat bilang kalau saya ada masalah di mental. Mental drop lah,” buka Rinov Rivaldi di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
“Tetapi ini bukan karena saya tertekan karena Olimpic atau akan masuk Olimpiade. Tapi memang sejak Desember kami sudah melakukan persiapan jauh-jauh, namun hasil di Malaysia tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan saya,” jelas dia.
Baca Juga: Ranking BWF: Anthony dan Jonatan Turun, 6 Wakil Masih Aman di Kualifikasi Olimpiade Paris
Dengan hasil yang jauh dari yang diharapkan, memang menimbulkan rasa kecewa yang amat besar di diri Rinov. Sebab ,sudah berlatih keras, namun saat pertandingan justru hasil berbanding terbalik.
“Saya bicara kepada diri saya sendiri dan memang, saya kecewa berat. Kasarnya saya sudah latihan, tapi tidak bisa memberikan yang terbaik saat pertandingan.”
“Padahal persiapan semua bagus-bagus saja. Itu jadi kekecewaan besar dalam diri saya,” tegas dia.
Rinov pun memastikan terkait persaingan menuju Olimpiade tidak membebani dirinya. Baginya, siapapun yang masuk ke Olimpiade itu sudah rezekinya.
“Kalau beban Olimpiade saya rasa tidak menjadi beban. Saya yakin kalau bukan saya yang masuk, masih ada yang lain. Jadi kami berlomba secara sehat saja,” tukas dia.
Kini, untuk terus memuluskan langkahnya dia dan Mentari menuju Olimpiade, Rinov memang akan tampil di seluruh turnamen. Setidaknya ada enam turnamen yang harus dia ikuti untuk pengumpulan poin menuju Olimpiade.
“Iya (ikut enam turnamen, dimulai dari Orleans Masters). Menurut saya, ketika bisa fokus ke satu pertandingan dan hasilnya bagus, ya kenapa nggak? Itu kan pasti secara tidak sadar, poinnya akan bertambah," tutup dia.