Akurat Logo

Mengenal Sosok Yang Chil Sung, Pahlawan Garut Asal Korea Yang Diperankan Kim Bum

Eko Krisyanto | 12 September 2023, 12:00 WIB
Mengenal Sosok Yang Chil Sung, Pahlawan Garut Asal Korea Yang Diperankan Kim Bum

AKURAT.CO, Aktor tampan asal Korea Selatan, Kim Bum, dikabarkan akan membintangi film berjudul 'Tanah Air Kedua', garapan pemkab Garut. Film tersebut mengangkat kisah seorang prajurit asal Korea Selatan bernama Yang Chil Sung yang tewas karena membantu tentara Indonesia melawan Belanda.

Lantas, siapakah sosok Yang Chil Sung? Berikut ini informasi tentang pahlawan garut asal korea, Yang Chil Sung.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kim Bum, Aktor Korea Yang Akan Adu Akting Dengan Maudy Ayunda

Latar Belakang Yang Chil Sung

Yang Chil Sung (양칠성) merupakan seorang pemuda Korea Selatan kelahiran 29 Mei 1919 di Kabupaten Wanju, Provinsi Jeolla, Semenanjung Korea. Ia menjadi salah satu tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, namun sebelumnya, sekitar tahun 1942 ia bekerja untuk Jepang dengan tugas menjaga tahanan tentara sekutu di Bandung.

Dalam sejarah kemerdekaan tercatat bahwa ada tiga pejuang asing yang ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, ketiga orang tersebut adalah Hasegawa, Aoki, dan Yanagawa. Hasegawa dan Aoki merupakan warga negara Jepang, sedangkan Yanagawa (梁川七星) merupakan nama lain dari Yang Chil Sung. Ketiganya memutuskan masuk Islam lalu mereka mengganti nama mereka, Yang Chil Sung menjadi Komarudin, Hasegawa menjadi Usman dan Aoki menjadi Abubakar.

Menikah Dengan Gadis Pribumi

Pada 1942, kala itu Korea masih dalam masa penjajahan Jepang, dan Yang Chil Seong dipaksa menjadi penjaga tawanan perang tentara sekutu di Bandung. Di sini pula, ia bertemu dengan seorang gadis pribumi, yang sering datang untuk menjenguk kakaknya yang menjadi tahanan tentara Jepang. Keduanya menempuh kehidupan baru, dan dikaruniai seorang anak laki-laki.

Bergabung Dengan Gerilyawan Garut

Setelah Jepang kalah dan Korea merdeka, Yang Chil Seong tak kembali ke negara asalnya. Ia terpanggil untuk ikut membela kemerdekaan Indonesia dengan bergerilya di hutan-hutan menghadapi pasukan Belanda, bergabung dengan gerilyawan di Garut. Ia dan dua warga asing lainnya pergi menuju wilayah Garut untuk ikut bergabung melawan penjajah di Wanaraja bersama kelompok pasukan perang pribumi yang disebut “Pasukan Pangeran Papak”.

Dikenal Sebagai Sosok yang Cerdas dan Berbaur

Yang Chil Sung dikenal sebagai sosok yang cerdas dan dekat dengan rakyat juga begitu membaur. Ia bahkan piawai berbahasa Sunda. Yang Chil Sung memiliki peran penting dalam kemerdekaan RI, pria ini memiliki keahlian dalam membuat bom. Karena keahliannya ini, ia berhasil memukul mundur pasukan Belanda yang ingin merebut Wanaraja, dengan cara meledakkan Jembatan Cimanuk.

Namun sayangnya hal itu tidak menghentikan Belanda untuk masuk ke wilayah Garut, besarnya kekuatan Belanda dapat dengan mudah mengalahkan Pasukan Pangeran Papak, sehingga Yang Chil Sung dan kawan-kawan terpaksa bersembunyi.

Kematian Yang Chil Sung

Berkat informasi dari mata-mata, Yang Chil Sung, Aoki, Hasegawa dan seorang pejuang pribumi bernama Djoehana akhirnya ditangkap di Gunung Dora, Sucinaraja, wilayah perbatasan Garut dan Tasikmalaya. Pada 10 Agustus 1949, Yang Chil Sung, Aoki dan Hasegawa dieksekusi. Sedangkan Djoehana diberi hukuman penjara seumur hidup di LP Cipinang.

Yang Chil Sung dan kawan-kawan dieksekusi di Kerkhoff, Garut. Kabarnya pakaian mereka saat dieksekusi adalah kemeja berwarna putih dan sarung merah. Jenazah ketiganya dimakamkan di TPU Pasir Pogor, Garut Kota. Namun pada 1982 jasad mereka dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Tarogong Kidul, Garut, dengan gelar kehormatan pahlawan kemerdekaan.

Terungkapnya Yang Chil Sung Sebagai Warga Korea

Atas upaya kelompok sipil Korea Selatan dan profesor Jepang, terungkap nama Yang Chil Sung di antara pejuang kemerdekaan Indonesia dan menemukan bahwa ia seorang warga Korea. Pada Juli 1995, saat peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, pemerintah Indonesia mengadakan upacara penggantian batu nisan Yang Chil Sung. (Riyasti Cahya)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.