Onad Pertanyakan Beda Perlakuan Polisi pada Artis Terjerat Kasus Narkoba dan Koruptor

AKURAT.CO, Penyanyi Onadio Leonardo menilai adanya perbedaan perlakuan dalam kasus narkoba para selebriti dengan koruptor. Pria yang akrab disapa Onad menemukan sesuatu yang mencolok terkait penanganan kasus korupsi.
Onad mempertanyakan mengapa para artis yang tersandung kasus narkoba harus diperlihatkan ke masyarakat dan mengakui kesalahannya. Hal ini membuat seolah apa yang dilakukan sejumlah artis adalah perbuatan keji.
"Kayak artis-artis yang ketangkep narkoba. Dalam rangka apa dia harus ditonton jutaan orang dan meminta maaf, seolah-olah dia itu sampah masyarakat," kata Onad yang dikutip di kanal YouTube Denny Sumargo, Sabtu (24/7/2021).
Mendengar jawaban tersebut, Denny Sumargo menyanggah opini atau penilaian yang disampaikan Onad. Salah satu pemain film 5 CM ini mengatakan, permintaan maaf ini karena si pemakai barang haram itu adalah publik figur.
"Posisinya, seseorang yang menggunakan sesuatu dan tertangkap di publik, dia harus melakukan kode etik moral. Di mana, dia adalah seorang publik figur yang mempunyai tanggung jawab secara sosial. Oh ini tidak baik dong," kata aktor yang akrab disapa Densu.
Berdasarkan penjelasan Densu ini, Onad akhirnya mengerti maksud pihak kepolisian melakukan hal tersebut.
"Ya nggak apa-apa juga sih kalau maksud polisi 'lu kan publik figur, berarti meng-influence orang', oke, 'gue minta maaf nih', ya nggak apa-apa juga," ucap Onad.
Lantas kemudian Onad berpikir, mengapa hal yang sama tidak dilakukan para koruptor ketika ditangkap dan tidak dipersilakan meminta maaf. Maka sudah jelas, tindakan tersebut merugikan rakyat karena uang yang dikorupsi.
"Koruptor kenapa nggak digituin ya? Udah makan duit kita, kenapa dia nggak minta maaf ke seluruh rakyat Indonesia?" tanya mantan vokalis band Killing Me Inside tersebut.
"Kenapa dia nggak dipakaikan baju orange terus ngomong 'Sorry ya gue ngambil duit lagi. Itu duit bansos lagi.' Ada nggak?" sambungnya.
Menurut Onad, perlakuan seperti itu juga merupakan hukuman secara moral bagi koruptor yang merugikan rakyat.
"Ditampilin nih di belakang polisi, bilang 'Sorry ya gengs, kita ngambil duit lu nih. Lagi ada Covid-19, kita embat duitnya'," kata pemilik nama lengkap Leonardo Arya ini.
Untuk hal tersebut, Denny Sumargo sepakat dengan Onad. Tapi sambil berseloroh, dia mengatakan kekhawatirannya terkait somasi.
"Cakep, gue suka nih. Abis ini kita kena somasi nggak sih?" tanya Denny. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu



