Akurat

Profil Rio Haryanto, Pembalap F1 Indonesia yang Meminang Keponakan Sandiaga Uno

Iim Halimatus Sadiyah | 27 Mei 2024, 12:30 WIB
Profil Rio Haryanto, Pembalap F1 Indonesia yang Meminang Keponakan Sandiaga Uno

AKURAT.CO Mantan pembalap F1 Indonesia, Rio Haryanto, menjadi sorotan publik usai mengunggah momen lamarannya dengan keponakan Sandiaga Uno, Athina Papadimitriou.

Rio Haryanto berani untuk lamar Athina Papadimitriou, meskipun kekasihnya tersebut merupakan keponakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

Rio Haryanto yang berhasil mengambil hati Athina Papadimitiou menjadi sorotan karena Sandiaga Uno juga mengunggah momen lamarannya yang mewah itu.

Sudah lama diketahui bahwa hubungan Rio Haryanto dan Athina Papadimitrou telah menjalin berlangsung cukup lama, sehingga mereka sering menghadiri acara bersama.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Gelombang I Mayoritas Lulusan SD dan Berprofesi sebagai Petani, Ini Profil Lengkapnya

Seperti saat ia merayakan ulang tahun Athina, Rio Haryanto juga mengunggah foto bersamanya di akun Instagramnya.

Meskipun demikian, masyarakat Indonesia masih mengingat karier Rio Haryanto sebagai mantan pembalap F1 yang luar biasa dan menarik, kini sudah memutuskan untuk segera menikah.

Mengutip berbagai sumber, Senin (27/5/2024), berikut ini profil lengkap Rio Haryanto yang sudah menarik perhatian karena berani lamar keponakan Sandiaga Uno, Athina Papadimitiou.

Profil Rio Haryanto

Rio Haryanto adalah seorang pengusaha dan juga mantan pembalap Indonesia sampai musim 2024, yang pernah bermain Formula Satu (F1).

Baca Juga: Dilamar Rio Haryanto! Ini Dia Profil Athina Papadimitriou, Ternyata Keponakan Sandiaga Uno

Rio Haryanto berasal dari keluarga pembalap yang terkenal, seperti ayahnya, Sinyo Haryanto, dan ketiga kakaknya juga pernah menjadi pembalap.

Rio Haryanto lahir di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada 22 Januari 1993, yang artinya saat ini sudah berusia 31 tahun.

Ayah Rio Haryanto pernah berpartisipasi dalam balapan hingga tahun 2003. Sementara kakaknya sendiri juga berpartisipasi dalam Formula Atlantik tahun 1998.

Tak heran jika rekam jejak kariernya di dunia balap Indonesia cukup terkenal dan menjadi sorotan, karena sejak kecil sudah terlahir di keluarga pembalap.

Ketika Rio Haryanto berusia 6 tahun, ia mulai mencoba hobinya dengan mengendarai gokart anak-anak. 

Di tahun yang sama, ternyata Rio berhasil menjuarai kadet gokart nasional. Hingga di tahun 2005 dan 2006, Rio diberikan penghargaan Ikatan Motor Indonesia sebagai Gokart Terbaik.

Dengan bakatnya tersebut, akhirnya di tahun  2008, Rio berhasil memenangkan edisi pertama Kejuaraan Asia Karting Terbuka di Sirkuit Guia, Makau. 

Karena suka, Rio bermain gokart selama lebih dari 7 tahun sebelum akhirnya beralih ke Formula Asia Renault dan Formula Asia 2.0. 

Di tahun 2009, Rio ikut berkompetisi di Formula BMW Pasific dan menjuarai Formula BMW Pacific 2009.

Baca Juga: Ketua MUI Cholil Nafis Kritik 44 Biksu di Masjid, Berikut Profil Lengkapnya!

Setelah mendapatkan beberapa sponsor, Rio naik kelas ke GP3 Series bersama Manor Racing pada tahun 2010, dan dia meraih podium perdananya di Turki.

Rio kembali meraih podium, saat di Silverstone dan Monza. Selama di Monza, ia berada di posisi dua dan tiga, hingga dia pernah diberi penghargaan sebagai The Best Driver Manor Racing.

Bakatnya yang terus meningkat dalam hal balapan, pada musim 2016, Rio Haryanto menjadi pembalap kedua untuk Manor Racing. 

Rio adalah satu-satunya pembalap Asia yang berkompetisi di F1, meskipun debutnya di F1 tidak berhasil karena dia bertabrakan saat sesi latihan di GP Australia.

Karena masalah dengan drive link pada lap ke-18, ia juga gagal menyelesaikan balapan, sehingga Rio menjadi pembalap kedua yang dieliminasi dari kualifikasi GP Bahrain dan gagal finish di GP Rusia. 

Itulah profil lengkap dan perjalanan kariernya sebagai pembalap yang membuat penasaran banyak orang, meskipun saat ini sudah tidak balapan lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.