Akurat

Bantu Perangi Corona, Barbie Hsu Ubah Hotelnya Jadi Tempat Karantina

Khaerul S | 28 Maret 2020, 10:57 WIB
Bantu Perangi Corona, Barbie Hsu Ubah Hotelnya Jadi Tempat Karantina

AKURAT.CO Pemerintah kota Taipei telah meresmikan hotel kelima untuk dijadikan tempat karantina bagi pelancong usai bepergian ke luar negeri, Rabu (25/3) kemarin. 

Ternyata hotel tersebut merupakan milik Barbie Hsu dan suaminya, Wang Xiaofei.

Hal ini diakui Wang Xiaofei sebagai salah satu bentuk kepedulian dirinya dan Barbie Hsu terhadap pandemi virus corona (COVID-19) di Taiwan.

Saat ini diketahui banyak pelancong yang mulai kembali ke rumah. Namun, mereka harus melakukan karantina mandiri sebelum berinteraksi dengan keluarga. 

"Taiwan saat ini menghadapi gelombang kedua kasus coronavirus karena para pelancong kembali ke rumah. Sulit untuk menghindari interaksi dengan keluarga setelah kembali ke rumah, jadi penting untuk memfokuskan upaya karantina untuk mencegah kontaminasi silang," ujar Wang Xiaofei, dikutip Jaynestars, Sabtu (28/3).

Meski begitu, pelancong yang menginap harus mengajukan permohonan dan melewati prosedur pemeriksaan yang ketat.

Tak hanya itu saja, Wang Xiaofei juga telah  memberikan pelatihan khusus untuk pegawainya demi menanganni hal ini. Wang bahkan ingin dirinya bergabung di garda terdepan untuk melawan virus corona ini.

"Mereka yang mengajukan permohonan untuk menginap di hotel karantina harus melalui pemeriksaan serius. Banyak staf juga telah menerima pelatihan SOP (prosedur operasi standar). Hotel kami dekat dengan Bandara Sonshan, dan ada lima rumah sakit berskala besar di dekatnya. (Hotel) baru dirancang, dan di tempat yang bagus. (Kami) dengan sukarela bergabung di garis depan untuk memerangi virus corona," tandas Wang Xiaofei.

Hotel itu diketahui menyisihkan 100 kamar untuk menampung orang-orang yang diisolasi mandiri secara resmi.

Seorang sumber mengatakan, biaya per malam di hotel itu mencapai NT $ 6000 atau sekitar Rp3,2 juta. Biaya tersebut sudah termasuk sarapan, makan siang, makan malam serta layanan konter empat jam.

Ini bukan pertama kalinya Barbie Hsu dan suami menunjukkan kepedualiannya atas pandemi corona.  Sebelum ini, mereka pernah membeli 10.000 masker di Jepang yang kemudian disumbangkan ke Wuhan.

Pada 26 Maret lalu, Taiwan melaporkan sudah ada lebih dari  252 kasus COVID-19. Dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S